SIMBOL FEMINITAS DALAM NOVEL WEDDING AGREEMENT KARYA MIA CHUZZ
Abstract
ABSTRAK : Karya fiksi atau sastra lahir dari manusia yang mengungkapkan eksistensinya dan perhatian terhadap dunia reabilitas sepanjang zaman. Sastra lahir dengan ciri yang beragam berdasarkan latar belakang pengarangnya. Sastra diciptakan pengarang sebagai bukti keberadaanya dalam masyarakat yang sangat menarik. Novel adalah karya sastra yang terbilang istimewa, karena novel mampu menyajikan fakta dengan bahasa yang memiliki makna tersirat. Gambaran tokoh di dalam cerita yang terdapat pada novel merupakan ilustrasi yang digambarkan dalam kehidupan nyata. Dalam penggambarannya tidak jarang penulis menggunakan simbol-simbol untuk menyampaikan makna yang terdapat dalam ceritanya. Simbol juga dikatakan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Berdasarkan hasil observasi langsung pada novel, penulis mengangkat judul Simbol Feminitas dalam Novel “Wedding Agreement†Karya Mia Chuzz.
Permasalahan yang dikaji dalam analisis penelitian ini adalah: (1) simbol feminitas cara berfikir tokoh utama, (2) simbol feminitas cara bersikap tokoh utama, (3) simbol feminitas cara berperilaku tokoh utama. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji simbol feminitas cara berfikir tokoh utama,simbol feminitas cara bersikap tokoh utama, cara berperilaku tokoh utama dalam novel Wedding Agreement karya Mia Chuzz. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif. Â .
           Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Wedding Agreement karya Mia Chuzz. Data dalam penelitian ini berupa kata, frase, kalimat berupa teks deskriptif dan narasi yang mengandung simbol feminitas yang terdapat dalam novel Wedding Agreement karya Mia Chuzz.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa feminitas yang berkaitan dengan cara berfikir tokoh utama dalam novel Wedding Agreement karya Mia Chuzz meliputi tiga hal yang berkaitan yaitu, (1) peka, (2) pengertian, (3) berkata sopan. feminitas yang berkaitan dengancara bersikap tokoh utama dalam novel Wedding Agreement dapat ditemukan berdasarkan tiga hal yang berkaitan yaitu, (1) penyayang, (2) mudah terharu, (3) setia. Feminitas yang berkaitan dengan cara berperilaku tokoh utama dalam novel Wedding Agreement dapat ditemukan berdasarkan tiga aspek yaitu, (1) feminis, (2) penurut, (3) simpatik.
Feminitas cara berfikir tokoh utama dapat dilihat dari kepekaan, yang meliputi (memikirkan kebutuhan rumah tangga, mudah terharu, dan mudah khawatir ). Feminitas cara bersikap tokoh utama dapat dilihat dari sikap penyayangnya yang meliputi, (menunjukan sikap kasih sayang, dan tidak emosional). Feminitas cara berperilaku tokoh utama dapat dilihat dari cara berperilaku feminism yang meliputi, (cara berpenampilan yang sopan dan menarik, cerdas, dan anggun). Pengklarifikasian masing-masing unsur tersebut dikaji dengan menggunakan simbol-simbol yang yang terdapat npada cara berfikir, cara bersikap, dan cara berperilaku tokoh uatama dalam novel Wedding Agreement karya Mia Chuzz.
 Kata Kunci : karya sastra, novel, simbol, dan feminitas
Full Text:
PDFReferences
DAFTAR RUJUKAN
Abrams, M.H. 1981. Teori Pengantar Fiksi. Yogyakarta: Hanindita.
Afifah, Vivi.2008. Simbol-Simbol Flowchart. Gunadarma.ac.id. Diakses 1 Juli 2009. dari: http://vivi_afifah.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/4473/Bab2_baru.doc
Aminah, Siti. “Gender, Politik, Dan Patriarki Kapitalisme dalam Perspektif Feminis Sosialisâ€. Jurnal Politik Indonesia, Vol 1 No.2, Oktober-54 Desember 2012, 1-5
Bem, S.L. (1974). The Measurement of Psychological Androgyny. Journal of Consulting and Clinical Psychology, 42, 155-162.
Burns, R.B. (1993). Konsep Diri, Teori, Pengukuran, Perkembangan, dan Perilaku. Jakarta: Arcan.
Djajanegara, Soenarjati. 2000. Kritik Sastra Feminis, Sebuah Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Idrus, Asyahab. 2017. Analisis Feminisme Tokoh Utama Dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Program Strata 1 Universitas Islam Malang.
Mardety. 2015. Kritik Amina Wadud dalam Tradisi penafsiran Alquran; Kajian Hermeneutika Feminisme. Dalam Jurnal Perempuan Edisi 84 Vol. 20 No.1 Februari 2015.
Nurgiyantoro, Burhan. (2010). Penilaian Pembelajaran Bahasa. Yogyakarta: BPFE
Nurgiyantoro, Burhan. 2015. Teori Pengkajian Fiksi. Cetakan 1X.Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Nurgiyantoro, Burhan. 2007. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada.
Nurgiyantoro, Burhan. 2010. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gaja Mada University Press.
Nurgiyantoro, Burhan. 2013. Penilaian Pembelajaran Bahasa Berbasis Kompetensi. Yogyakarta: Badan Percetakan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta.
Nurhayati. “Feminisme dalam Kepemimpinanâ€. Jurnal Istinbath/No.16/Th. XIV/Juni/2015/161-179.
Regina, F. S. (2015). Kedudukan cerpen “Mandi Sabun Mandi†karya Djenar Maesa Ayu dalam membangun karakter bangsa. Riksa bahasa Jurnal bahasa, sastra dan pembelajarannya. ISSN 2460-9978 Volume 1, Nomor 1, Maret 2015.
Sabri. 2016. Simbol Feminisme Dalam Novel O Karya Eka Kurniawan. Skripsi tidak diterbitkan. Malang: Program Strata 1 Universitas Islam Malang.
Sobur, Alex. 2013. Semiotika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarnya.
Sudjiman, Panuti. 1991.Memahami Cerita Rekaan. Jakarta: Pustaka Jaya.
Suharto, Sugihastuti. 2002. Kritik Sastra feminis Teori dan Aplikasinya. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Suyitno. 2014. Kajian Novel dalam Spektrosskop Feminisme dan Nilai Pendidikan. Yogyakarta. Graha Ilmu.
Tarigan, H. G. (2015). Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Teeuw, A. 2015. Sastra dan Ilmu Sastra. Bandung. Pustaka Jaya.
Wahyuni, Sri. 2001. Fonologi. Malang: Universitas Islam Malang.
Wellek, Rane dan Austin Waren. 1990. Teori Kesusatraan. Jakarta: Pustaka Jaya.
Refbacks
- There are currently no refbacks.