KEMAMPUAN PENALARAN DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI GGE (GROUP TO GROUP EXCHANGE) PADA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL UNTUK SISWA KELAS VII SMP MA’ARIF BATU
Abstract
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan penalaran dan pemecahan masalah matematika antara peserta didik yang menggunakan strategi GGE (Group to Group Exchange) dengan peserta didik yang menggunakan pembelajaran konvensional pada materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel untuk siswa kelas VII SMP Ma’arif Batu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kombinasi desain sequential explanatory. Sampel penelitian kuantitatif adalah peserta didik kelas VII-C (kelas eksperimen) dan VII-D (kelas kontrol). Sedangkan subjek penelitian kualitatif sebanyak tiga peserta didik pada masing-masing kemampuan yaitu peserta didik dengan kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data kuantitatif diperoleh dengan teknik tes, sedangkan data kualitatif diperoleh dengan teknik observasi, catatan lapangan, dan wawancara. Hasil analisis data kuantitatif menggunakan Software SPSS 20 masing-masing kemampuan penalaran dan pemecahan masalah matematika berturut-turut diperoleh nilai Sig (2-tailed) = 0,041 0,05 dan nilai Sig (2-tailed) = 0,031 0,05sehingga  ditolak yang artinya terdapat perbedaan signifikan kemampuan penalaran dan pemecahan masalah matematika antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sedangkan hasil analisis data kualitatif menunjukkan deskripsi kemampuan penalaran dan pemecahan masalah matematika peserta didik kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol dilihat dari pencapaian indikator pada masing-masing kategori peserta didik. Pada kelas eksperimen diperoleh kemampuan penalaran dan pemecahan masalah sebesar 82,27% dan 84,4%. Sedangkan pada kelas kontrol diperoleh hasil kemampuan penalaran dan pemecahan masalah sebesar 74% dan 76,6%. Sehingga, tidak terdapat perbedaan hasil kualitatif dan kuantitatif yang artinya hasil kualitatif dapat mendukung, melengkapi dan memperkuat hasil kuantitatif pada tahap pertama.
Â
Kata Kunci: pembelajaran matematika, strategi GGE (Group to Group Exchange), kemampuan penalaran, kemampuan pemecahan masalah.
Full Text:
XMLReferences
Depdiknas. 2003. Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.
Depdiknas. 2006. Permendikbud No. 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi. Jakarta: Depdiknas.
Depdiknas, 2008. Strategi Pembelajaran dan Pemilihannya. Jakarta: Depdiknas
Hendriana, H., dkk. Hard Skills dan Soft Skills. Matematika Siswa. 2017. Bandung: PT. Refika Aditama.
Kurniasih dan sani. 2017. Lebih Memahami Konsep dan Proses Pembelajaran. Jakarta: Kata Pena.
NCTM. 2000. Principles anda Standarts with Teaching FromAssesment Materials. Virginia: NCTM, Inc.
Shadiq, Fadjar. 2004. Pemecahan Masalah Penalaran dan Komunikasi. Disampaikan pada Diklat Instruktur/Pengembangan Matematika SMA Jenjang Dasar Tanggal 6 s.d 19 Agustus 2004 di PPGP Matematika. Yogyakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktoral Jenderal.
Siregar, N.C., dan Margisit. 2015. Pengaruh Pendekatan Discovery Yang Menekankan Aspek Analogi Terhadap Prestasi Belajar, Kemampuan Penalaran, Kecerdasan Emosional Spiritual. Vol 2(2): 224-234.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods), Bandung: Alfabeta.
Suherman, Erman,dkk. 2003. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer.
Bandung: Jica.
Sukiwan, 2008. Kegiatan Pembelajaran Eksploratif untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran dan Koneksi Matematika Siswa Sekolah Dasar. Tesis. Bandung: UPI. Tidak diterbitkan.
Refbacks
- There are currently no refbacks.