MANIFESTASI KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA PADA KOLOM KOMENTAR INSTAGRAM
Abstract
Abstrak: Penyebaran informasi yang sangat pesat melalui media sosial, dalam berinteraksi khususnya pada media sosial diperlukan aturan-aturan yang mengatur penutur dan lawan tutur agar nantinya dapat terjalin komunikasi yang baik di antara keduanya namun, tidak semua pengguna instagram dapat memberikan komentar yang menggunakan tuturan bahasa dengan baik dan benar. Penelitian ini membahas mengenai ketidaksantunan berbahasa yang terjadi pada kolom komentar instagram. Ketidaksantunan berbahasa mengacu pada tindakan berbicara yang sengaja dilakukan dengan tujuan untuk mengancam atau merusak citra diri citra lawan tutur dalam konteks komunikasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manifestasi ketidaksantunan berbahasa yang terdapat pada kolom komentar instagram. Sumber data penelitian berasal dari kolom komentar akun istagram. Data dalam penelitian ini yaitu kalimat yang dikirim melalui komentar yang berjumlah 73 data. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi yang melakukan pengamatan secara penuh tanpa diketahui oleh subjek penelitian atau kelompok yang diamati. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yakni identifikasi data, pengelompokan data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yakni berupa manifestasi ketidaksantunan berbahasa kategori kesembronoan, memain mainkan muka, melecehkan muka, mengancam muka, dan menghilangkan muka. Penyebab penggunaan bahasa tidak santun disebabkan karena mengkritik secara langsung dengan menggunakan kata-kata kasar, dorongan emosi penutur, sengaja memojokkan mitra tutur.
Kata kunci : ketidaksantunan berbahasa, tuturan, komentar instagram
Full Text:
PDFReferences
DAFTAR RUJUKAN
Chaer, A. & Agustina L. 2014. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, A. 2010. Kesantunan Berbahasa. Jakarta: Rineka Cipta.
Culpeper, J. 2008. “Reflection on impoliteness, relational work and powerâ€. in Bousfield, D & Locher (eds). M. Impoliteness in Language – Studies on its Interplay with Power and Practice. Berlin: Mouton de Gruyter.
Dwiningrum. 2012. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Yogyakarta: UNY Press.
Nasution. 2011. Metode Research. Jakarta: Bumi Aksara.
Rahardi, dkk. 2016. Pragmatik Fenomena Ketidaksantunan Berbahasa. Jakarta: Erlangga.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Refbacks
- There are currently no refbacks.