ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PESERTA DIDIK MAN 01 ALOR DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA BARISAN DAN DERET DITINJAU DARI TINGKAT KECERDASAN LINGUISTIK-VERBAL
Abstract
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan peserta didik pada tingkat kecerdasan linguistik verbal tinggi dan pada tingkat kecerdasan linguistik verbal rendah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di MAN 01 ALOR NTT. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, soal tes dan wawancara. Subjek penelitiannya adalah kelas XI MIPA 1 yang berjumlah 32 peserta didik yang kemudian diambil 4 peserta didik berdasarkan skor angket yang telah dikerjakan, dengan kriteria dua orang dengan kecerdasan linguistik verbal tinggi dan dua orang dengan kecerdasan linguistik verbal rendah. Kemudian pada tahap keabsahan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan triangulasi teknik dimana peneliti membandingkan hasil angket tes dan hasil wawancara terhadap subjek yang sama. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, maka simpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Peserta didik dengan tingkat kecerdasan linguistik verbal tinggi pada subjek ke-1 dan subjek ke-2 hanya mampu memenuhi dua dari empat indikator kemampuan berpikir kritis. Pada kemampuan pemecahan masalah matematis subjek ke-1 dan subjek ke-2 hanya mampu memenuhi satu dari empat indikator kemampuan pemecahan masalah matematis. 2) Peserta didik dengan tingkat kecerdasan linguistik verbal rendah pada subjek ke-3 dan subjek ke-4 hanya mampu memenuhi tiga dari empat indikator kemampuan berpikir kritis. Pada kemampuan pemecahan masalah matematis subjek ke-3 dan subjek ke-4 hanya mampu memenuhi dua dari empat indikator kemampuan pemecahan masalah matematis matematis. Saran dalam penelitian ini adalah : 1) pendidik diharapkan dapat memantau setiap peserta didik yang memiliki tingkat kecerdasan linguistik verbal tinggi maupun rendah. Hal ini dikarenakan terdapat perbedaan dalam menyelesaikan soal matematika dan masih terdapat kekeliruan dalam pemahaman konsep dasar matematika. 2) Perlu adanya penelitian lebih lanjut pada kemampuan berpikir kritis dan kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari kecerdasan linguistik verbal pada materi, jenjang dan subjek yang berbeda.
Â
Kata kunci: Kemampuan Berpikir kritis, kemampuan pemecahan masalah matematis, dan kecerdasan linguistik verbal.Full Text:
PDFReferences
Ariawan, R. & Nufus, H. 2017. Hubungan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dengan Kemampuan Komunikasi Matematis. THEOREMS(The Original Research of Mathematics), 1(2): 82–91.
As’Ari, A.R., Kurniati, D., Maharani, S. & Basri, H. 2019. Ragam Soal Matematis Untuk Mengembangkan Disposisi Berpikir Kritis. Malang: Universitas Negeri Malang.
Hitalessy, M., Mataheru, W. & Ayal, C.S. 2020. Representasi Matematis Siswa dalam Pemecahan Masalah Perbandingan Trigonometri pada Segitiga Siku-Siku ditinjau dari Kecerdasan Logis Matematis, Lingustik dan Visual Spesial. Jurnal Pendidikan Matematika, 2(1): 1–15.
Irawan, A. & Kencanawaty, G. 2016. Peranan Kemampuan Verbal dan Kemampuan Numerik Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematika. Pendidikan Matematika, 5(2): 110–119.
Izzah, K.H. & Azizah, M. 2019. Analisis Kemampuan Penalaran Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas IV. Indonesian Journal Of Edicational research and Review, 2(2): 210–218.
Lestari, K.E. & Yudhanegara, M.R. 2015. Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung:Refika Aditama, 2(3).
Mujib 2019. Penjenjangan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Berdasarkan Teori Bloom Ditinjau dari Kecerdasan Multiple Intelligence. Desimal: Jurnal Matematika, 2(1): 87–103.
Mujib & Mardiyah 2017. Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Berdasarkan Kecerdasan Multiple Intelligences. Al Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(2): 187–196.
Samsu 2017. Metode Penelitian Teori dan Aplikasi Kualitatif, Kuantitatif, Mixed Methods, serta Research & Development. Jambi: Pusaka Jambi.
Septyanigsih, D. 2018. Pengaruh Kecerdasan Linguistik-Verbal dan Logis Matematis Terhadap Kemampuan Penyelesaian Soal Cerita. Pendidikan Matematika, 329–333.
Sugiyono, P.D. 2017. Metode Peneltian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. 19 ed. Bandung: Alfabeta.
Surya, E. 2013. Peningkatan Kemampuan Representasi Visual Thinking pada Pemecahan Masalah Matematis dan Kemandirian Belajar Siswa SMP melalui Pembelajaran Kontekstual. Skripsi:Universitas Indonesia.
Susilowati, Sajidan & Ramli, M. 2017. Analisis Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Madrasah Aliyah Negeri di Kabupaten Magetan. Seminar Nasional Pendidikan Sains, 223–231.
Tangio, N.F. 2015. Deskripsi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika pada Materi Soal Cerita Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat Dikelas VII SMP Negeri 1 Tapa. Jurnal Pendidikan Matematika, 1(1): 1–14.
Wahyuddin 2016. Analisis Kemampuan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Ditinjau dari Kemampuan Verbal. Beta, 9(2): 148–160.
Yaumi, M. & Ibrahim, N. 2016. Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Jamak (Multiple Intelligence) Mengidentifikasi dan Mengembangkan Multitalenta Anak. Jakarta: Prenadamedia Group.
Refbacks
- There are currently no refbacks.