Dehumanisasi Tokoh Sari dalam Novel Perempuan Bersampur Merah karya Intan Andaru

Sekar Allberlinanda

Abstract


Abstrak :Karya sastra lahir berada di tengah masyarakat berasal dari sebuah pengungkapan pengarang tentang peristiwa, kehidupan, dan pengalaman. Pada dasarnya karya sastra dapat memberikan manfaat bagi pembacanya tentang kehidupan dan kebenaran-kebenaran kehidupan walaupun hanya dilukiskan melalui bentuk fiksi. Dehumanisasi merupakan sebuah tindakan tidak menusiakan manusia, pada saat ini sebuah tindakan dehumanisasi marak terjadi dikehidupan. Dalam novel Perempuan Bersampur Merah karya Intan Andaru ini, secara tidak langsung mengusut cerita mengenai tindakan dehumanisasi. Dalam penelitian ini akan difokuskan dalam dehumanisasi yang terjadi dalam novel, berupa dehumanisasi memfitnah, membunuh, dan mengasingkan. Dengan tujuan penelitian membuktikan bahwa benar adanya terjadi tindakan dehumanisasi dugaan santet dan dehumanisasi pembunuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskrptif kualitatif dengan memaparkan bentuk dehumanisasi yang terjadi dalam novel Perempuan Bersampur Merah karya Intan Andaru.

Kata kunci: dehumanisasi, dugaan santet, pembunuhan


Full Text:

PDF

References


Ali, Z. (2007). Hukum Pidana Islam. Jakarta:: Penerbit Sinar Grafika.

Alwisol. (2016). Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.

Ambarwati, A. (2012). Stereotipe Karakter Perempuan Anak Dalam Cerita-Cerita

Kecil-Kecil Punya Karya. Malang: Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia,

Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang.

AR, Khatibul. (2019). Simbol Dehumanisasi dalam Novel Orang-Orang Proyek

karya Ahmad Tohari. Jurnal Penelitian, Pendidikan, dan Pembelajaran,

Vol. 13 (1) 18-23. Diakses 3 Januari 2022 http://riset.unisma.ac.id/index.

php/jp3/article /view/2934

Bhaktawar. Puri. (2019). Masa Depan dan Dehumanisasi: Kajian Perbandingan

Cerpen Distopia Amerika dan Indonesia. Seminar Nasional Bahasa dan

Sastra Indonesia Sasindo Unpam. Diakses 10 Januari 2022

http://openjournal.unpam.ac.id/index.php/Proceedings/article/view/4063

Tony, Daud. (2002). Dunia Santet. Jakarta: Betlehem Publisher, hal 2.

Egne, E. (2015). Dehumanization as the central prerequisite fot slavery. hlm.3.

Haslam, N. (2006). Dehumanization: An Integrative Review" dalam Personality

and Social Psychology Review. The Society for Personality and Social

Psychology Inc, Vol. 10 Issue No. 3 Hlm. 252-264 .

Intan, A. (2019). Perempuan Bersampur Merah. Jakarta: PT Gramedia Pustaka

Utama.

Moeleong, l. (2014). Motode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: Remaja

Rosdakarya.

Netzer, G. (2018). Families in the Intensive Care Unit: A Guide to Understanding,

Engaging, and Supporting at the Bedside. Cham: Springer Internasional

Publising: Imprint Springer, hlm 134.

Prina, Yelly. (2019). Dampak Dehumanisasi Budaya dan Agama dalam Karya

Sastra (Kajian Hermeneutik terhadap Cerpen "Robohnya Surau Kami"

Karya A.A Navis). Ejournalstkipbudidaya, Vol. 16 (1) 58-67. Diakses 3

Januari 2022 https://ejournal.stkipbudidaya

.ac.id/index.php/je/article/view/126

Ratna, N. K. (2004). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra (Dari Struktur

hingga Postrukturalisme, Perspektif Wacana Naratif. Yogyakarta: Pustaka

pelajar.

Syafaan, M. (2021). Masalah Kejiwaan Tokoh Utama dalam Prosa Liris Perihal

Gendis Karya Sapardi Djoko Damono. Skripsi.

Smith, William. A. (2001). Conzienticacao: Tujuan Pendidikan Paulo Freire.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Yulia. Sapitri. (2020). Tradisi Menggunakan Jasa Pawang Hujan Ditinjau Dari

Aqidah Islam. Skripsi


Refbacks

  • There are currently no refbacks.