ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI SELF-CONCEPT PESERTA DIDIK SMP TAMAN DEWASA MALANG
Abstract
Abstrak :Â Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari self-concept peserta didik kelas VIII SMP Taman Dewasa Malang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kelas VIII-F SMP Taman Dewasa Malang, kemudian dipilih enam peserta didik sebagai subjek penelitian yang didasarkan pada hasil angket self-concept, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Selanjutnya subjek diberikan soal tes terkait kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi Pythagoras dan setelah itu dilakukan wawancara untuk memperoleh hasil yang lebih mendalam. Sebelum dianalisis, dilakukan pengecekan keabsahan data dengan triangulangi teknik, yaitu membandingkan antara hasil tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan kategori self-concept tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis yang rendah, peserta didik dengan kategori self-concept sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis yang rendah, sedangkan peserta didik dengan kategori self-concept rendah memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis yang tinggi dan sedang.
Kata kunci: pemecahan masalah matematis, self-concept, kualitatif deskriptif
Full Text:
PDFReferences
Alamsyah, N. 2016. Pengaruh Konsep Diri terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa SMAN 102 Jakarta. Jurnal SAP, 1(2), 155-164.
Cahyati, N. E & Kharisudin, I. 2020. Kemampuan Pemecahan Masalah dengan Strategi Pemodelan Matematika pada Model Eliciting Activities Berdasarkan Self-Concept Matematis. Prisma, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 3, 571-580.
Fasni, N., Turmudi, T., & Kusnandi, K. 2017. Mathematical Problem Solving Ability of Junior High School Students through Ang’s Framework for Mathematical Modelling Instruction. In International Conference on Mathematics and Science Education (ICMScE), Journal of Ohysics, 895 (012082).
Ignacio, N, G., Nieto, L, J, B., & Barona, E, G. 2006. The Affective Domain In Mathematics Learning. International Electronic Journal of Mathematics Education, 1(1), 16 – 32.
Ulandari, L., Amry, Z., & Saragih, S. 2019. Development of Learning Materials Based on Realistic Mathematics Education Approach to Improve Students’ Mathematical Problem Solving Ability and Self-Efficacy. International Electronic Journal of Mathematics Education, 14(2), 375-383.
Pusat Asesmen dan Pembelajaran. 2019. Hasil PISA Indonesia 2018: Akses Makin Meluas Saatnya Tingkatkan Kualitas. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sitanggang, K. 2018. Domain Afektif dalam Pembelajaran Matematika. Tesis tidak diterbitkan. Medan: Program Magister Sumatera Utara.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sumartini, T. S. 2015. Mengembangkan Self Concept Siswa melalui Model Pembelajaran Concept Attainment. Jurnal Pendidikan Matematika. 4(2), 48-58.
Surya, E., Putri, F, A., & Mukhtar. 2017. Improving Mathematical Problem-Solving Ability and Self-Confidence of High School Students Through Contextual Learning Model. Journal on Mathematics Education, 8(1), 85-94.
Susilawati, S., Pujiastuti, H., Sukirwan. 2020. Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Ditinjau dari Self-concept Matematis Siswa. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, 4(2), 512-525.
Refbacks
- There are currently no refbacks.