EFEKTIVITAS INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DALAM PERBANDINGAN PRE DAN POST-IPAL UNTUK MENDETEKSI ADANYA BAKTERI Salmonella sp. DAN Shigella sp. DI RUMAH SAKIT TIPE C MALANG
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Limbah air rumah sakit berpotensi mengandung bakteri patogen enterik seperti Salmonella sp. dan Shigella sp. yang dapat membahayakan kesehatan dan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang efektif untuk menurunkan jumlah bakteri tersebut.
Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental laboratorium dengan pendekatan in vitro menggunakan sampel air limbah pre dan post-IPAL dari rumah sakit tipe C di Malang. Identifikasi bakteri dilakukan melalui kultur pada media Salmonella Shigella Agar (SSA), pewarnaan Gram, serta uji biokimia Indol, Methyl Red, Voges-Proskuer, Citrate (IMViC) dan Triple Sugar Iron (TSI). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test.
Hasil dan Pembahasan: Rerata jumlah Salmonella sp. pada pre-IPAL sebesar 1,89 x 101 CFU/mL dan tidak ditemukan pada post-IPAL (p = 0,0017). Sementara itu, Shigella sp. mengalami penurunan dari 2,01 x 103 CFU/mL menjadi 3,23 x 102 CFU/mL (p = 0,008). Efektivitas IPAL dalam mengeliminasi Salmonella sp. mencapai 100%, sedangkan terhadap Shigella sp. sebesar 83,92%. Hasil ini menunjukkan bahwa IPAL efektif mengeliminasi Salmonella sp., namun belum optimal terhadap Shigella sp. yang diduga dipengaruhi oleh ketidaktepatan dosis desinfektan, waktu kontak yang tidak memadai, dan kualitas air limbah yang menghambat proses disinfeksi.
Simpulan: IPAL mampu menurunkan jumlah bakteri patogen Salmonella sp., namun belum efektif secara optimal dalam mengeliminasi Shigella sp. sehingga belum memenuhi baku mutu mikrobiologis.
Kata Kunci: IPAL, Salmonella sp., Shigella sp., air limbah rumah sakit, efektivitas IPAL
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

