KORELASI USIA DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN OTITIS MEDIA AKUT PADA ANAK USIA BALITA DI KELURAHAN BARENG KOTA MALANG
Abstract
Otitis media akut (OMA) apabila tidak ditangani dengan tepat akan menimbulkan gangguan pendengaran dan berdampak pada fungsi kognitif dan sosial jangka panjang. Faktor risiko yang memerlukan perhatian khusus dalam upaya preventif terhadap kejadian otitis media akut (OMA) pada anak meliputi usia, jenis kelamin, ras, status imunologis, kondidis social eonomi, faktor lingkungan (tinggal di daerah dengan kepadatan hunian tinggi atau dalam keluarga besar), serta status gizi dan nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia dan status gizi dengan kejadian OMA pada anak usia di bawah lima tahun di Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Desain studi observasi analitik tipe deskriptif dengan pendekatan cross-sectional digunakan pada penelitian. Pelaksanaan penelitian ini di Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Teknik pengambilan sampel menggunakan one-stage cluster sampling, sejumlah 137 responden. Uji Chi-Square digunakan untuk analisis data. Usia memiliki hubungan signifikan dengan kejadian otitis media akut (p = 0,002; OR = 0,191; 95% CI: 0,061–0,602), demikian pula status gizi menunjukkan hubungan signifikan dengan kejadian penyakit tersebut (p = 0,017; OR = 3,731; 95% CI:1,201-11,590). Ada hubungan signifikan antara usia dan status gizi anak dengan kejadian otitis media akut (OMA). Temuan ini menunjukkan bahwa usia dan status gizi anak merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam strategi pencegahan dan penatalaksanaan OMA pada anak usia < 5 tahun.
Kata Kunci: Otitis media akut; Usia; Status Gizi; Anak.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

