ANALISIS PENGARUH SINDROMA MATA KERING TERHADAP KUALITAS FUNGSI PENGLIHATAN DAN KUALITAS HIDUP PADA DOSEN KARYAWAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Sindroma mata kering merupakan gangguan multifaktorial pada permukaan mata yang ditandai dengan terganggunya keseimbangan lapisan air mata yang disertai gejala pada okular. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan kualitas fungsi visual dan penurunan kualitas hidup penderitanya. Namun, hingga saat ini belum terdapat data spesifik mengenai hal tersebut pada kalangan dosen dan karyawan perguruan tinggi di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh sindroma mata kering terhadap kualitas fungsi penglihatan dan kualitas hidup pada dosen dan karyawan Universitas Islam Malang.
Metode: Penelitian ini merupakan studi potong-lintang yang melibatkan 125 dosen dan karyawan Universitas Islam Malang yang teridentifikasi mengalami sindroma mata kering berdasarkan skor OSDI. Penilaian terhadap kualitas fungsi penglihatan dilakukan menggunakan kuesioner NEI VFQ-25, sementara kualitas hidup dinilai menggunakan instrumen DEQS. Analisis hubungan antara variabel dilakukan dengan uji chi-square, sedangkan kemungkinan terjadinya outcome biner berupa gangguan visual function quality dan quality of life akibat pengaruh dry eye syndrome dianalisis menggunakan regresi logistik biner.
Hasil: Sebanyak 39 orang (31,2%) melaporkan gangguan kualitas fungsi penglihatan dan 76 orang (60,8%) melaporkan penurunan kualitas hidup. Analisis chi-square menunjukkan hubungan bermakna dan tren linier yang signifikan antara tingkat keparahan sindroma mata kering dengan gangguan kualitas fungsi visual (pearson χ²(2)=21,26; p<0,05) serta penurunan kualitas hidup (pearson χ²(2)=10,19; p<0,05). Analisis regresi logistik biner menunjukkan hanya kategori sindroma mata kering berat yang signifikan menurunkan odds kualitas fungsi penglihatan baik sekitar 94,5% (B= –2,895; Exp(B)= 0,055; p<0,05), serta signifikan menurunkan odds kualitas hidup baik sekitar 77,4% (B= –1,487; Exp(B)=0,226; p<0,05).
Kesimpulan: Sindroma mata kering khususnya pada tingkat keparahan berat, berpengaruh nyata menyebabkan gangguan kualitas fungsi penglihatan dan gangguan kualitas hidup pada dosen karyawan UNISMA, sehingga perlu dilakukan skrining terpadu (OSDI, NEI VFQ‑25 dan DEQS) serta manajemen multimodal untuk mencegah keparahan dan mengurangi dampaknya pada kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci: Sindroma mata kering; kualitas fungsi penglihatan; kualitas hidup
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

