Pengaruh Pemberian Kapsul Daun Benalu Teh (Scurulla artropurpurea (Bl.) Dans) dan Benalu Mangga (Dendrophtoe pentandra) Terhadap Profil Eritrosit pada Individu Sehat di Malang: Uji Klinik Fase 1
Abstract
Pendahuluan: Daun benalu teh (Scurrulla artropurpurea (Bl.) Dans) dan benalu mangga (Dendrophtoe pentandra) mengandung flavonoid yang berpotensi bermanfaat bagi eritrosit, hemoglobin, dan indeks eritrosit. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keamanan dan efek kapsul kombinasi daun benalu teh dan benalu mangga (yang selanjutnya disebut sebagai BTBM) pada individu sehat. Meski efektivitas dan keamanannya telah diteliti pada hewan, belum ada studi yang menguji efek BTBM pada manusia.
Metode: Studi kuasi-eksperimental ini melibatkan 28 individu sehat yang dibagi menjadi kelompok perlakuan (n=15) dan kontrol (n=13). Kapsul BTBM dengan satu kapsul memiliki dosis 560 mg benalu teh dan 187 mg benalu mangga atau placebo diberikan selama 15 hari.Pengambilan darah dilakukan saat pre dan post intervensi lalu dilakukan evaluasi kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, dan indeks eritrosit.
Hasil: Pada kelompok laki-laki, terdapat perbedaan signifikan pada Mean Corpuscular Volume (MCV) dan Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH), dengan nilai p masing-masing 0,028. Parameter lain seperti hemoglobin, eritrosit, MCHC, dan RDW tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,496; p = 0,445; p = 0,915; p = 0,051). Pada kelompok perempuan, perbedaan signifikan ditemukan pada MCV dan MCH dengan nilai p masing-masing 0,012, sedangkan parameter lainnya, yaitu Hemoglobin, Eritrosit, MCHC, dan RDW, tidak menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,309; p = 0,159; p = 0,340; p = 0,310) dengan nilai p > 0,05.
Simpulan: Kapsul BTBM aman dikonsumsi individu sehat dan tidak berdampak pada profil darah. Penelitian lanjut perlu dilakukan untuk memastikan keamanan pada individu manusia.
Kata Kunci: Benalu teh, Benalu mangga, Hemoglobin, Indeks eritrosit, Jumlah ErtrositFull Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

