UJI TOKSISITAS SENYAWA AKTIF PADA KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris) SECARA IN SILICO
Abstract
ABSTRAK
Pendahuluan: Kacang merah (Phaseolus vulgaris) merupakan tanaman yang kaya akan metabolit sekunder dan digunakan dalam pengobatan tradisional. Kacang merah mengandung senyawa bioaktif seperti lektin, flavonoid, dan asam fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan, antidiabetes, anti-inflamasi, antikanker, dan kardioprotektif. Evaluasi keamanan penggunaan kacang merah sebagai obat tradisional diperlukan untuk menghindari efek toksik seperti hepatotoksisitas dan mutagenisitas. Mengingat keterbatasan metode konvensional yang menggunakan hewan laboratorium, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi toksisitas Phaseolus vulgaris menggunakan metode komputasi.
Metode: Penelitian dilakukan secara in silico terhadap senyawa aktif kacang merah yang diperoleh dari studi literatur dan situs web Dr. Duke's. Prediksi profil toksisitas dilakukan menggunakan situs web pkCSM dengan data SMILES yang diperoleh dari situs web PubChem.
Hasil: Hasil prediksi terhadap 46 senyawa aktif menunjukkan bahwa seluruh senyawa tidak memiliki sifat mutagenik dan tidak bersifat hepatotoksik.
Kesimpulan: Senyawa aktif kacang merah (Phaseolus vulgaris) relatif aman untuk dikembangkan sebagai alternatif pengobatan.
Kata Kunci: Kacang merah; Phaseolus vulgaris; Toksisitas; In Silico.
Full Text:
PDFRefbacks
- There are currently no refbacks.
_-_Copy1.jpg)

