Pengaruh Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Persalinan Preterm di Rumah Sakit Kota Malang

Brian Adhy Risky Sugiarto, Noer Aini, Sri Fauziyah

Abstract


ABSTRAK

Pendahuluan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah benar anemia pada bumil terhadap kelahiran persalinan preterm di RS Kota Malang karena anemia merupakan faktor risiko kehamilan dan dapat mengakibatkan hal yang tidak di inginkan dari kehidupan ibu maupun janin.

Metode: Studi dari penelitian observasional analitik ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan data sekunder rekam medis dari RS Kota Malang (Januari 2020 – Desember 2022). Proses pengambilan sampel dengan purposive sampling dan ketentuan kriteria inklusi termasuk usia bumil usia 20 – 35 tahun, data hemoglobin (Hb) lengkap, diagnosis persalinan, data ibu dan anak dapat diakses bersama. Penilaian kadar anemia dikategorikan menjadi : normal (Hb ≥11 g/dL), ringan (9-10,9 g/dL), sedang (7-8,9 g/dL), dan berat (≤7 g/dL). Uji korelasi chi square dengan p-value <0,05 digunakan untuk menganalisis data.

Hasil: Total jumlah sampel penelitian dengan persalinan preterm 110 orang, rata-rata kadar Hb 9,40±0,77 g/dL (anemia sedang). Hasil uji korelasi menunjukkan bumil yang anemia mempunyai resiko 4 (empat) kali resiko persalinan preterm (p 0,000). Mayoritas pasien RS dengan kehamilan memiliki persalinan preterm yang dirujuk dengan usia kehamilan trimester III sejumlah 37 (67,27%). Bumil dengan persalinan preterm mengalami anemia dengan kecurigaan anemia defisiensi Fe.

Kesimpulan: Anemia pada kehamilan menjadi faktor risiko terjadinya persalinan preterm di Rumah Sakit Kota Malang.

Kata Kunci: Anemia; Bumil; Persalinan Preterm


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.