PENGARUH TINGKAT VOLUME DAN LAMA PAPARAN PERANTI DENGAR TERHADAP TERJADINYA OTALGIA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Hasanatul Maulidiyyah, Rizki Anisa, Fifin Pradina Duhitatrissari

Abstract


ABSTRAK

Pendahuluan: Proses pembelajaran pada Fakultas Kedokteran beberapa masih dilaksanakan secara daring seperti kuliah dan tutorial yang berdurasi lebih dari 1 jam sehingga memungkinkan mahasiswa masih sering menggunakan peranti dengar dengan waktu lama dalam sehari. Peranti dengar merupakan sepasang pengeras suara yang digunakan pada telinga, serta disambungkan melalui telepon genggam dan perangkat audio lainnya. Kebiasaan penggunaan peranti dengar yang tidak tepat memungkinkan terjadinya otalgia yang menjadi salah satu tanda gangguan pendengaran. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh tingkat volume dan lama paparan penggunaan peranti dengar terhadap terjadinya otalgia pada responden mahasiswa.

Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah tiga angkatan mahasiswa Fakultas Kedokteran Unisma yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling dan telah memenuhi kriteria penelitian. Data otalgia diperoleh dari anamnesis serta diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS) dan Wong Baker Pain Rating Scale. Data kesehatan telinga didapatkan dari hasil pemeriksaan otoskopi dan tes penala. Analisa data penelitian ini menggunakan uji koefisiensi kontingensi dan uji regresi logistik berganda.

Hasil: Pada uji koefisiensi kontingensi, pengaruh tingkat volume penggunaan peranti dengar terhadap terjadinya otalgia didapati nilai p-value 0,000 serta pengaruh lama paparan peranti dengar terhadap terjadinya otalgia didapati nilai p-value 0,000. Pada hasil uji regresi logistik berganda didapatkan nilai OR 10,2 pada tingkat volume, sedangkan pada lama paparan didapatkan hasil OR 9,71.

Kesimpulan: Tingkat volume dan lama paparan penggunaan peranti dengar terhadap terjadinya otalgia memiliki pengaruh signifikan. Adapun faktor yang lebih dominan berpengaruh adalah tingkat volume. Tingkat volume tinggi dapat menyebabkan terjadinya kerusakan saraf pendengaran, sehingga dapat menimbulkan keluhan otalgia.

 

Kata Kunci: Peranti Dengar; Tingkat Volume; Lama Paparan; Otalgia.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.