DINASTI POLITIK RKH FUAD AMIN DALAM MEMPERTAHANKAN KEKUASAANNYA PERIODE TAHUN 2003-2013 DI KABUPATEN BANGKALAN JAWA TIMUR
Sari
Fenomena dinasti politik merupakan konsekuensi dari pelaksanaan otonomi daerah yang membuka ruang bagi elit daerah untuk membangun kekuasaan berbasis jaringan keluarga. Di Kabupaten Bangkalan, kekuasaan keluarga Fuad Amin berlangsung panjang dan tetap memiliki pengaruh kuat meskipun menghadapi persoalan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana dinasti politik Fuad Amin mampu mempertahankan kekuasaannya dalam sistem pemerintahan daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan perspektif Harold D. Lasswell (Who Gets What, When, How). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan dinasti politik Fuad Amin dipengaruhi oleh dominasi figur sentral yang mengendalikan jaringan kekuasaan, reproduksi elite dalam lingkaran tetap, serta strategi politik berupa penguatan hubungan dengan tokoh agama, distribusi sumber daya, dan pembangunan fisik. Kondisi tersebut membentuk legitimasi sosial yang memungkinkan dinasti mempertahankan pengaruh politiknya dalam jangka panjang. Namun demikian, keberadaan dinasti politik juga berdampak pada terbatasnya kompetisi politik dan potensi melemahnya akuntabilitas pemerintahan daerah.
Kata Kunci: Dinasti, Politik, Media, Otonomi Daerah
Teks Lengkap:
PDFReferensi
Andrain, C. F. (1992). Kehidupan politik dan perubahan sosial. Yogyakarta, Indonesia: Tiara Wacana.
Aspinall, E., & Berenschot, W. (2019). Democracy for sale: Elections, clientelism, and the state in Indonesia. Cornell University Press.
Budiardjo, M. (2008). Dasar-dasar ilmu politik. Jakarta, Indonesia: Gramedia Pustaka Utama.
Dahl, R. A. (1978). Modern political analysis (3rd ed.). New Delhi, India: Prentice-Hall of India.
Haryanto. (2017). Elit, massa, dan kekuasaan: Suatu bahasan pengantar. Yogyakarta, Indonesia: PolGov.
Imam, I. (2022). Pengaruh dinasti politik terhadap penerapan prinsip good governance di Kota Subulussalam (Skripsi). Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
Lasswell, H. D. (1936). Politics: Who Gets What, When, How. New York: McGrawHill.
Mawardi, F. I. (2021). Analisis pola terbentuknya dinasti politik kepala daerah di Kabupaten Bogor (Skripsi). Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Miles, Huberman, Saldana. (2014). Qualitative Data Analysis A Methods Sourcebook, Edition 3. (Arizona State University)
Pratama, G. (2020). Dinasti Politik Dalam Pemilihan Kepala Desa Banrimanurung Kecamatan Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto.
Putri, H. P. (2023). Analisis yuridis politik dinasti di Indonesia (Studi putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 33/PUU-XIII/2015) (Skripsi). Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
Surbakti, R. (2010). Memahami ilmu politik. Jakarta, Indonesia: Grasindo.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta, CV.
Refbacks
- Saat ini tidak ada refbacks.