DAMPAK PEMBANGUNAN PEMANDIAN AIR PANAS PACET TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT (Studi Kasus di Desa Pacet, Desa Padusan, Desa Petak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto)

Hanif Al Muzaqqi, M. Mas'ud Said, Retno Wulan Sekarsari

Sari


Pembangunan Wisata Pemandian Air Panas Pacet membawa dampak yang positif bagi para penduduk dan masyarakat sekitar wisata di Desa Pacet, Desa Padusan, dan Desa Petak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto seperti meningkatnya pendapatan masyarakat sekitar, meningkatnya Pendapatan Asli Daerah, dan bertambahnya lapangan pekertjaan. Dengan adanya wisata pemandian air panas ini tentu saja membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar wisata seperti, berdagang, menyewakan penginapan, dan lain—lain. Namun, dengan banyaknya masyarakat akan sadar dengan peluang usaha tersebut maka terdapat beberapa permasalahan, mulai dari banyaknya masyarakat yang berjualan sehingga banyak masyarakat yang berjualan di pinggir jalan, banyaknya kendaraan yang terpaksa diparkir dipinggir jalan yang dikarenakan minimnya lahan parkiran. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman. Prosesnya mencakup tahap pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan.. Untuk mengetahui dampak pembangunan Wisata Pemandian Air Panas Pacet di Kabupaten Mojokerto, dalam penelitian ini berfokus pada perubahan pendapatan masyarakat sekitar wisata sebelum dan sesudah adanya wisata pemandian air panas Pacet, faktor pendukung dan penghambat dampak pembangunan wisata pemandian air panas Pacet terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sekitar. Kemudian kondisi ekonomi dan sosial sebelum dan sesudah adanya pembangunan wisata Pemandian Air Panas Pacet. Hasil analisis dari peneliti menemukan bahwa pendapatan para masyarakat sekitar meningkat dikarenakan banyaknya wisatawan yang berkunjung sehingga banyak pula aktifitas jual beli. Akan tetapi masih terdapat beberapa catatan penting dalam pembangunan wisata pemandian air panas Pacet yaitu kurangnya lahan atau tidak adanya tempak khusus berjualan bagi masyarakat, sehingga banyak yang berjualan di pinggir jalan, minimnya lahan parkir serta fasilitas seperti kamar mandi yang dinilai kurang. Hal tersebut sangat berpengaruh kepada citra wisata dan jumlah wisatawan yang berkunjung.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adikampana. 2017. Pariwisata Beìrbasis Masyarakat. Bali: Cakrapreìss. hal: 05

Affifuddin. 2017. Peìngantar Administrasi Peìmbangunan. Bandung: Alfabeìta

Arieìf Budiman.1996. Teìoìri Peìmbangunan Dunia Keìtiga. Jakarta: PT.Grameìdia Pusaka Utama

Coìoìpeìr dalam Heìriawan R. Peìranan dan Dampak Pariwisata pada Peìreìkoìnoìmian Indoìneìsia: Suatu Peìndeìkatan Moìdeìl I-Oì dan SAM [diseìrtasi]. Seìkoìlah Pascasarjana, Institut Peìrtanian Boìgoìr, Boìgoìr. 2004

Damanik Janiantoìn dan Heìlmut F. Weìbeìr. 2006. Peìreìncanaan Eìkoìwisata: dari Teìoìri keì Aplikasi. Yoìgyakarta: ANDI

Gamal Suwantoìroì. (2004). Dasar-dasar pariwisata.Yoìgyakarta: Andi, 2004.

Happy Marpaung. 2002. Peìngeìtahuan Keìpariwisataan. Bandung: Alfabeìta

Ismiyanti. 2010. Peìngantar Pariwisata. Jakarta: Garisindoì. hal 25

Isdarmayantoì (2017), Dasar-Dasar Keìpariwisataan Dan Peìngteìloìla Deìstinasi Pariwisata, Geìrbang Meìdia Aksara, Yoìgyakarta.

J Moìleìoìng Leìxy, Meìtoìdeì Peìneìlitian Kualitatif, Bandung : PT Reìmaja Roìsdakarya, 2009

Mill, Roìbeìrt Christieì, Toìurism theì Inteìrnatioìnal Busineìss Eìdisi Bahasa Indoìneìsia, PT Raja Grafindoì Peìrsada, Jakarta, 2000

Noìoìr, Isran. (2013). Daeìrah maju Indoìneìsia maju; Strateìgi peìmbangunan yang meìnseìjahteìrakan dan beìrkeìadilan: Grafindoì.

Oìka Yoìeìti. 2000. Peìngantar Ilmu Pariwisata. Bandung: Angkasa

Pitana, I Geìdeì & Putu G, Gayatri. 2005. Soìsioìloìgi Pariwisata. Yoìgyakarta : Cv. Andi Oìffseìt.

Pitana, I Gdeì & Diarta, I Keìtut Surya. 2009. Peìngantar Ilmu Pariwisata. Andi Publishing.Yoìgja

Salim, Peìteìr Dan Yeìnny Salim. 2002. Kamus Bahasa Indoìneìsia Koìnteìmpoìreìr. Jakarta: Moìdeìrn Eìnglish Preìss

Sugioìnoì, meìmahami peìneìlitian kualitatif, bandung : CV Alfabeìta

Suwantoìroì, Gamal. Sh. 1997. Dasar-Dasar Pariwisata. Yoìgyakarta : Peìneìrbit Andi Yoìgyakarta.

Sutawa, Gusti Kadeì. 2012. Ssueìs Oìn Bali Toìurism Deìveìloìpmeìnt And Coìmmunity Eìmpoìweìrmeìnt Toì Suppoìrt Sustainableì Toìurism Deìveìloìpmeìnt. Eìcoìnoìmics And Financeì, Voìlumeì 4. Pageì 41- 42.

Seìkarsari, R. W., Fabioìla, J. D., Hidayatullah, R., Oìktaviana, D., Ma'arif, S. D., Riansyah, I. A. S., ... & Sahroìni, A. (2020). Meìningkatkan Poìteìnsi Sumbeìr Daya Alam Untuk Meìwujudkan Deìsa Wisata. Jurnal Peìmbeìlajaran Peìmbeìrdayaan Masyarakat (JP2M), 1(2), 153-160. https://jim.unisma.ac.id/indeìx.php/rpp/articleì/vieìw/22959

Timoìthy, Dalleìn J. dan Boìyd, Steìpheìn W. 2003. Heìritageì Toìurism. Neìw Jeìrseìy: Preìnticeì Hall

Zaeìnuri Muchamad (2012), Peìreìncanaan Strateìgis Pariwisata Daeìrah Koìnseìp dan Aplikasi , Eì Goìv Publishing, Yoìgyakarta

Undang- Undang Noìmoìr 9 Tahun 2010 Teìntang Keìpariwisataan.

UU Noì. 23 Tahun 2014, keìweìnangan Peìmeìrintah Daeìrah untuk meìngeìloìla wilayahnya.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.