PENGARUH PENAMBAHAN KATALIS Fe3O4 TERHADAP PIROLISIS KAYU AKASIA MENGGUNAKAN VARIASI SUHU PADA PIROLISIS ELEKTROMAGNETIK INDUKSI
Abstract
Kelangkaan energi fosil mendorong pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi terbarukan, salah satunya melalui proses pirolisis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan katalis Fe3O4 dan variasi suhu terhadap hasil pirolisis serbuk kayu akasia menggunakan metode Electromagnetic Induction Pyrolysis. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan variasi suhu 400°C dan 600°C serta penambahan Fe3O4 sebesar 0%, 5%, 10%. Parameter yang dianalisis meliputi rendemen bio-oil, rendemen char, densitas, heating rate, dan karakteristik visual bio-oil. Penelitian ini menunjukkan hasil rendemen bio-oil tertinggi sebesar 24,94% diperoleh pada suhu 400°C tanpa katalis, sedangkan terendah sebesar 16,22% pada suhu 600°C dengan Fe3O4 10%. Rendemen char menurun dari 29,42% menjadi 21,31%, sementara densitas bio-oil berada pada rentang 0,77-082 g/mL, penambahan katalis Fe3O4 mempercepat kenaikan suhu, tetapi cenderung menurunkan rendemen produk cair. Penurunan bio-oil pada suhu tinggi diduga berkaitan dengan secondary cracking yang memecah senyawa volatil menjadi komponen yang lebih ringan, serta menghasilkan bio-oil yang secara visual relatif lebih jernih.
