KARAKTERISTIK PEMBAKARN BIOCHAR KOPI ARABIKA HASIL MICROWAVE ASSITED PYROLYSIS
Abstract
Pemanfaatan limbah biomassa sebagai sumber energi terbarukan menjadi salah satu alternatif dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Ampas kopi Arabika merupakan limbah biomassa yang memiliki kandungan karbon cukup tinggi sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar padat melalui proses Microwave-Assisted Pyrolysis (MAP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pembakaran biochar kopi Arabika 100% hasil MAP dan membandingkannya dengan batubara sub-bituminus 100% menggunakan metode Thermogravimetric Analysis (TGA). Penelitian dilakukan dengan menguji sampel biochar kopi Arabika dan batubara menggunakan alat TGA pada laju pemanasan 10 °C/menit. Karakteristik pembakaran dianalisis berdasarkan kurva TGA dan DTG dengan menentukan parameter Ignition Temperature (Ti), Peak Temperature (Tp), Burnout Temperature (Tb), Ignition Index (Di), dan Combustion Index (S). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biochar kopi Arabika memiliki Ignition Temperature (Ti) sebesar 215,99 °C, lebih rendah dibandingkan batubara (286,69 °C), yang menunjukkan biochar lebih mudah mengalami penyalaan. Nilai Peak Temperature (Tp) biochar sebesar 485,08 °C lebih tinggi dibandingkan batubara (429,97 °C), sedangkan Burnout Temperature (Tb) biochar sebesar 527,50 °C sedikit lebih rendah dibandingkan batubara (537,04 °C). Nilai Ignition Index (Di) biochar sebesar 50,02 × 10⁻⁶ Wt%/°C² relatif mendekati batubara (51,91 × 10⁻⁶ Wt%/°C²), namun Combustion Index (S) biochar sebesar 1,58 × 10⁻⁷ masih lebih rendah dibandingkan batubara (22,18 × 10⁻⁷). Hasil tersebut menunjukkan bahwa biochar kopi Arabika memiliki kemudahan penyalaan yang baik, tetapi performa pembakarannya secara keseluruhan masih berada di bawah batubara sub-bituminus. Penelitian ini menunjukkan bahwa biochar kopi Arabika hasil Microwave-Assisted Pyrolysis memiliki potensi sebagai bahan bakar padat alternatif yang ramah lingkungan dengan karakteristik penyalaan yang baik. Optimalisasi kondisi pirolisis maupun penambahan aditif masih diperlukan untuk meningkatkan performa pembakarannya sehingga lebih kompetitif sebagai pengganti sebagian bahan bakar fosil.
Kata kunci: biochar kopi Arabika, Microwave-Assisted Pyrolysis (MAP), Thermogravimetric Analysis (TGA), karakteristik pembakaran, biomassa.
Kata kunci: biochar kopi Arabika, Microwave-Assisted Pyrolysis (MAP), Thermogravimetric Analysis (TGA), karakteristik pembakaran, biomassa.
Refbacks
- There are currently no refbacks.
