KEMAMPUAN PENALARAN DAN SELF-REGULARED LEARNING MELALUI MODEL PEMBELAJARAN E-LEARNING BERBASIS SCHOOLOGY DAN GOOGLE CLASSROOM PADA MATERI STATISTIKA KELAS VIII MTS NEGERI BATU
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui terdapat perbedaan perbedaan dan manakah yang lebih baik antara kemampuan penalaran dan self-regulated learning kels eksperimen dan kelas kontrol untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran dan self-regulated learning kelas eksperimen dan kelas kontrol serta keterkaitan antara hasil analisis data kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kombinasi (mix methods) dengan desain sequential explanatory. Sequential explanatory yaitu analisis yang dilakukan pada tahap awal yaitu analisis data kuantitatif dan pada tahap kedua analisis data kualitatif. Jenis penelitian ini adalah true experimental design dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah claster random sampling. Berdasarkan hasil analisis data kuantitatif diperoleh nilai Sig kemampuan penalaran = 0,020 < 0,05 dan nilai Sig self-regulated learning = 0,035 < 0,05 yang artinya dapat perbedaan kemampuan penalaran dan self-regulated learning antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada uji hipotesisi satu pihak kemampuan penalaran sebesar 2,489 dan self-regulated learning sebesar 2,416, dengan db = 62 yang artinya kemampuan penalaran dan self-regulated learning kelas eksperimen lebih baik dibanding kelas kontrol.
Full Text:
PDFReferences
Aminoto, Tugiyo dan Phatoni, Hirul. 2014. Penerapan Media E-learning Berbasis Schoology Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Materi Usaha Energi di kelas XI SMA N 10 Kota Jambi. Jurnal Sainmatika. Vol 8 (1).
Arifin, Zainal. 2016. Evaluasi Pembelajaran Prinsip, Teknik, dan Prosedur. Bandung: Remaja Rosdakarya
Haniah, dkk. 2019. Panduan Pengembangan Pembelajaran Tata Busana Berbasis Teknologi Digital (Schoology) untuk instruktur . Samarinda: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Hendriana, Heris, dkk. 2017. Hard Skills dan Soft Skills Matematik Siswa. Bandung: PT Refika Aditama.
Indrakusuma, Abdul Haris dan Asti Rian Putri. 2016. E-learning Teori Dan Desain.Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi STKIP Tulungaggung: Tulungaggung.
Isnaeni. S, Fajriyah.L, Evi SM, Ratni Purwasih, dan Wahyu Hidayat. 2018. Analisis Kemampuan Penalaran Matematis dan Kemandirian Belajar Siswa Pada Materi Persamaan Garis Lurus. 2(02), 107-115.
Nasrullah dan Baharman. 2017. Pengaruh SMP Virtual Terhadap Kemampuan Penalaran dan Komunikasi Siswa dalam pembelajaran Matematika. Makasar: Seminar Nasional Lembaga Penelitian.
Nurfalah, Erfin. 2019. Optimalisasi E-learning Berbasis Virtual Class Dengan Google Classroom Sebagai Media Pembelajaran Fisika. Physich Education Reseach jurnal. Vol 1(1). 46-55.
Shadiq, Fajar. 2004. Pemecahan Masalah, Penalaran dan Komunikasi. Disampaikan pada Diklat Intruktur/ Pengembangan Matematika SMA Jenjang Dasar Tanggal 6 s.d 19 Agustus 2004 di PPPG Matematika. Guru (PPPG) Matematika Yogyakarta. Pendidikan Dasar dan Menengah Pusat Pengembangan Penataran Yogyakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral.
Sugiyono. 2016(b). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methode). Bandung:
Alfabeta
Tigowati, dkk. 2017. E-learning Berbasis Schoology Dan Edmodo: Ditinjau Dari Motivasi dan Hasil Belajar Siswa SMK. Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education). Universitas Negeri Surabaya. Vol 2 (1).
Tsaniyah, Siti Farhatus, dkk. 2019. Pengaruh Model Blanded Learning Menggunakan Schoology Terhadap Prestasi Belajar Ditinjau Dari Kemandirian Belajar Siswa. Jurnal Terapan Sains dan Teknologi. Vol 1(2). 71-77.
Moleong, Lexy J. 2015. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Wulandari, Enika. 2011. Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Melalui Pendekatan Problem Posing di Kelas VIIA SMP Negeri 2 Yogyakarta. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta.
Refbacks
- There are currently no refbacks.