KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN LOGIS MATEMATIS MELALUI MODEL TTW DITINJAU KEMANDIRIAN BELAJAR MATERI BILANGAN BULAT DAN PECAHAN SISWA KELAS VII
Abstract
Kata-kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kreatif, Kemampuan Berpikir Logis, model pembelajaran kooperatif tipe TTW (think talk write), kemandirian belajar.
Matematika merupakan ilmu dasar yang memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, banyak yang beranggapan bahwa matematika sulit dipelajari karena cenderung bersifat abstrak, sehingga berdampak pada rendahnya kemampuan berpikir kreatif dan berpikir logis. Kemampuan berpikir kreatif merupakan kemampuan peserta didik dalam kelancaran, keluwesan, kelenturan dan elaborasi dalam menyelesaikan masalah, sedangkan kemampuan berpikir logis merupakan kemampuan dalam keruntutan berpikir, kemampuan berargumen, dan penarikan kesimpulan. Kemampuan tersebut kurang diperhatikan di sekolah-sekolah khususnya di MTs Ma’arif Sukorejo. Hal ini dapat dilihat dari hasil pretest kemampuan berpikir kreatif dan berpikir logis dalam satu kelas di MTs Ma’arif Sukorejo ditinjau dari kemandirian belajar menunjukkan peserta didik mendapatkan nilai rata-rata dibawah KKM sekolah. Hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif dan berpikir logis peserta didik ditinjau dari kemandirian belajar masih tergolong rendah dan perlu ditingkatkan. Berkaitan dengan keadaan tersebut, maka diperlukan inovasi model pembelajaran yang dapat membentuk kemampuan berpikir kratif dan berpikir logis peserta didik. Dalam hal ini, peneliti menerapkan model pembelajaran Think Talk Write ditinjau dari kemandirian belajar.
Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu: 1) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan berpikir kratif peserta didik ditinjau dari kemandirian belajar tingkat (tinggi, sedang, rendah) antara kelas eksperimen dengan kontrol; 2) untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan berpikir logis peserta didik ditinjau dari kemandirian belajar tingkat (tinggi, sedang, rendah) antara kelas eksperimen dengan kontrol; 3)untuk mendeskripsikan KBK dan KBL peserta didik ditinjau dari kemandirian belajar melalui model pembelajaran TTW; 4) untuk mendeskripsikan keterkaitan antara hasil analisis data kuantitatif dan kualitatif terhadap kemampua berpikir kreatif dan berpikir logis peserta didik ditinjau dari kemandirian belajar melalui model pembelajaran TTW.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method research dengan desain sequential explanatory. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain factorial experimental. Populasi dalam penelitian ini seluruh peserta didik MTs Ma’arif Sukorejo sebanyak 5 kelas yaitu VIIA, VIIB, VIIC, VII D dan VII E. Sampel dipilih melalui teknik Cluster Random Sampling sehingga diperoleh tiga kelas, yaitu kelas VIIB sebagai kelas eksperimen, kelas VII D sebagai kelas kontrol dan kelas VII E sebagai kelas uji coba. Data kuantitatif diperoleh dari hasil tes dan pengisian angket kemandirian belajar. Analisis data kuantitatif yang digunakan adalah One Way ANOVA sebagai uji prasyarat untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kreatif dan berpikir logis didik yang menggunakan model pembelajaran TTW pada kelas eksperimen dan model konversional pada kelas kontrol, dan uji t dua pihak untuk mengetahui menguji kesamaan rata-rata kedua kelas (eksperimen dan kontrol) dengan tingkat kemandirian belajar (tinggi, sedang, rendah). Sedangkan penelitian kualitatif menggunakan desain deskriptif kualitatif. Data kualitatif diperoleh hasil observasi, wawancara dan catatan lapangan.
Berdasarkan hasil analisis data kuantitatif dan kualitatif, dapat disimpulkan bahwa hasil data kuantitatif yang menggunakan software SPSS 20 melalui uji One Way ANOVA pada kelas eksperimen diperoleh nilai 0,045 < 0,05 dan kelas kontrol 0,002 < 0,05 pada kemampuan berpikir kreatif, sedangkan pada kelas eksperimen kemampuan berpikir logis diperoleh 0,000< 0,05 dan kelas kontrol 0,001 < 0,05 sehingga  ditolak, artinya terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif dan berpikir logis ditinjau dari kemandirian belajar (tinggi, sedang, rendah). Sedangkan melalui uji-t 2 pihak diperoleh nilai sig = 0,008; 0,000; 0,001 < 0,05 pada kemampuan berpikir kreatif ditinjau dari kemandirian belajar tingkat (tinggi, sedang, rendah). Sedangkan paa kemampuan berpikir logis diperoleh nilai sig = 0,028; 0,008; 0,011 < 0,05 pada kemampuan berpikir logis ditinjau dari kemandirian belajar tingkat (tinggi, sedang, rendah). Sehingga pada masing-masing tingkat kemandirian belajar  ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif dan berpikir logis antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dengan ditinjau dari kemandirian belajar (tinggi, sedang, rendah). Sedangkan hasil data kualitatif diperoleh bahwa: a) persentase keberhasilan kegiatan guru pada kelas eksperimen berdasarkan hasil observasi sebesar 82,13% (sangat baik), sedangkan kelas kontrol sebesar 81,41% (sangat baik); b) persentase keberhasilan kegiatan peserta didik kelas eksperimen berdasarkan hasil pengamatan kegiatan peserta didik sebesar 91,29% (sangat baik), sedangkan pada kelas kontrol sebesar 84,56% (baik). Hasil data wawancara menunjuk bahwa persentase keberhasilan dalam indikator subjek kemampuan berpikir kreatif dan berpikir logis kelas eksperimen mencapai 83,33% dan kelas kontrol 75%. Sedangkan data hasil catatan lapangan, diketahui bahwa peserta didik kelas eksperimen mempunyai keefektifan yang baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Berdasarkan analisis data kuantitatif dan kualitatif menunjukkan bahwa hasil analisis data penelitian kualitatif dapat mendukung dan memperkuat hasil analisis data kuantitatif.
Full Text:
PDFReferences
Creswell, J.W.2012. Educational Research Planning, Conducting, and Evaluating Quantitative and Qualitative Research. Boston: Pearson Education.
Diana, Nanang. 2018. Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kreatif dan Berpikir Logis mahasiswa dengan Adversity Quotient dalam Pemecahan Masalah. Jurnal Pemdidikan Matematika. Halaman 102.
Hendriana, H., Rohaeti, E.E., dan Sumarmo, Utari. 2018. Hard Skill dan Soft Skill Matematik Siswa. Bandung: PT. Refika Aditama.
Kurniasih, Imas dan Berlin Sani. (2017), Lebih Memahami Konsep dan Proses Pembelajaran; Implementasi dan Praktek Dalam Kelas, Jakarta: Kata Pena.
Lestari, Karunia Eka dan Yudhanegara, Muhammad Ridwan. 2017. Penelitian Pendidikan Matematika. Bandung: PT. Refika Aditama.
Moleong, Lexy. 2014. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Mutiasari, Defina. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Think Talk Write (TTW) disertai Assessment For Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis ditinjau Dari Kemandirian Belajar Siswa. Undergraduate thesis. UIN Raden Intan Lampung.
Purwanto, budi. 2012. Eksperimental model pembelajaran kooperatif tipe ttw dan tps pada materi statistika ditinjau dari kemandirian belajar siswa sma dikabupaten madiun tahun ajaran 2011/2012. Tesis Surakarta: Universitas Negeri Sebelas Maret
Slavin, E. Robert. 2008. Psikologi Pendidikan Teori dan Praktek. Jakarta: PT. Indeks.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta
Sunismi, dan Fathani, Abdul Halim. 2016. Uji Validasi E-Module Mata Kuliah Kalkulus I Untuk mengoptimalkan Student Centered Learning dan Individual Learning Mahasiswa S-1. Jurnal Review Pembelajaran Matematika: JRPM, 2016, 1920, 174-191
Supriadi, D dan Darmawan, D. 2012. Komunikasi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka.
Wijayanti, Tri. 2011. Pengembangan Student Worksheet Berbahasa Inggris SMP Kelas VIII Pada Pembelajaran Aljabar Pokok Bahasan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel dengan Pendekatan Pemecahan Masalah Berbasis Kontruktivisme. Skripsi tidak diterbitkan. Universitas Negeri Yogyakarta.
Yamin, H. M. dan Bansu I, Ansari. 2008. Taktik Mengembangkan Kemampuan Individual Siswa. Jakarta: Gaung Persada Press.
Refbacks
- There are currently no refbacks.