Penggunaan Peristilahan Sains dalam novel Distilasi Alkena karya Wira Nagara
Abstract
           Fokus yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) wujud (bentuk) atau sumber asal istilah sains yang digunakan dalam novel Distilasi Alkena (2) makna (arti) peristilahan sains yang digunakan dalam novel Distilasi Alkena. Berkaitan dengan masalah tersebut peneliti bertujuan untuk mengungkapkan lebih jelas makna yang diinginkan oleh pengarang, dan membuka wawasan baru tentang kepenulisan karya sastra yang kreatif dalam mengembangkan diksi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel Distilasi Alkena karya Wira Nagara menggunakan istilah sains pada sub judulnya, dalam novel ini pengarang adalah tokoh utama serta ada beberapa tokoh yang pengarang angkat untuk melengkapi keutuhan novel seperti teman SMA-nya dan teman komunitasnya yaitu Stand Up Comedy. Dalam novel ini kita bisa tau bahwa pengarang banyak mengangkat kisah pribadinya dalam segi percintaan dan aktivitas sehari-hari dalam msyarakat.
Penelitian ini merupakan analisis konten. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan untuk mengetahui pengaruh bahasa sains terhadap karya sastra modern yang terdapat dalam novel Distilasi Alkena Karya wira Negara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif karena data memerlukan penjelasan secara deskriptif. Teknik pendiskripsian dipergunakan untuk mengetahui semua tujuan diadakan penelitian, langkah-langkah yang digunakan dengan menggunakan metode sebagai berikut. Pertama, membandingkan antara data yang satu dengan yang lain, kemudian yang kedua adalah pengelompokan data sesuai dengan kategori yang ada untuk memudahkan analisis data selanjutnya.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan peristilahan dalam novel ini dibentuk melalui adopsi dan adaptasi, bagaimana hal ini sesuai dengan teori dalam wujud teks permbentukan istilah baru dengan kosa kata bahasa asing seringkali disebut dengan pengindonesiaan istilah. Ada banyak cara yang dapat yang ditempuh. Cara yang pertama ialah dengan pemungutan yang dibedakan antara pemungutan utuh (adopsi) dan pemungutan sengan penyesuaian (adaptasi). Pada penelitian ini peneliti menemukan 21 wujud (bentuk) istilah sains yaitu: (1) Presetasi Koalesensi , (2) Fraktal Gehenna, (3) Residu, (4) Koefisien Etiolasi, (5) Residu Saliva, (6) Katalis Koagulasi, (7) Distilasi Alkena, (8) Pandemi Hepatomegali, (9) Difraksi Kapsaisin, (10) Elegi Hemostasis, (11) Citrus Insivum, (12) Deteorisasi Hepatalgia, (13) Adhesi Korosif, (14) Dispersi Kardiomiopati, (15) Sinergi Anjani, (16) Dialisis Polimerisasi, (17) Ultimatum Vulnus Contussum, (18) Adisi Eradikasi, (19) Sentrifugal Bifurkasi, (20) Sakarin Sirkuler, (21) Septum Vasopressin. Dan setiap wujud peristilahan tersebut terdapat makna melalui makna umum dan makna dalam sastra.
           Berdasarkan temuan tersebut, saran yang penulis sampaikan adalah agar para mahasiswa dan melakukan penelitian lanjutan dari unsur pendekatan dan pendekatan yang berbeda untuk menambah pengetahuan dan keanekaragaman karya sastra.
Â
Kata Kunci: Wujud Peristilahan Sains Melalui Adopsi dan Adaptasi, Makna Peristilahan Sains.
Full Text:
PDFReferences
Aminuddin. 2016. Semantik : Pengantar Studi Tentang Makna. Bandung : Penerbit Sinar Baru Algesindo
Aminuddin. 2004. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru Algensindo
Chaer, Abdul. 2013. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta
Ensiklopedia Global (Kamus Online Ensiklopedia)
Jurnal Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Pedoman Umum Pembentukan Istilah
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Muslich. 2012. Bahasa Indonesia Pada Era Globalisi. Jakarta : Bumi Aksara
Nagara, 2018. Distilasi Alkena. Jakarta : Media Kita
Nagara, 2018. Disforia Inersia. Jakarta : Media Kita
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Aifabeta
Refbacks
- There are currently no refbacks.