KEMAMPUAN REPRESENTASI DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN EXPERIENTAL LEARNING PADA MATERI SPLDV KELAS VIII MTS AL-MAARIF 01 SINGOSARI

Siti Anita

Abstract


Siti Anita1, Surahmat2, Sikky El Walida3

1,2,3 Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Malang

Email: 1anitasiti499@gmail.com

 

Abstrak

Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan representasi dan pemecahan masalah matematis menggunakan model experiental learning dan model konvensional pada materi SPLDV kelas VIII MTs Al-Maarif 01 Singosari, untuk mendeskripsikan lebih detail kemampuan representasi dan pemecahan masalah matematis menggunakan model experiental learning dan model konvensional pada materi SPLDV kelas VIII MTs Al-Maarif 01 Singosari, dan untuk mengetahui bagaimana keterkaitan antara hasil analisis data kuantitatif dan hasil analisis data kualitatif pada kemampuan representasi dan pemecahan masalah matematis menggunakan model experiental learning dan model konvensional pada materi SPLDV kelas VIII MTs Al-Maarif 01 Singosari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kombinasi (mix method) dengan design sequential explanatory. Sampel yang digunakan oleh peneliti peserta didik kelas VIIIC sebagai kelas eksperimen dan VIIIF sebagai kelas kontrol. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis uji t menggunakan software SPSS 23. Subjek penelitian kualitatif pada masing-masing kelas sebanyak 6 peserta didik. Berdasarkan analisis data kuantitatif menggunakan software SPSS 23, masing-masing kemampuan representasi dan pemecahan masalah diperoleh nilai  dan  sehingga H0 ditolak, berarti dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan kemampuan representasi dan pemecahan masalah matematis kelas eksperimen dan kelas kontrol pada materi SPLDV kelas VIII MTs Al-Maarif 01 Singosari. Berdasarkan analisis data kualitatif yang diperoleh dari hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa pencapaian indikator subjek dengan kemampuan representasi dan pemecahan masalah matematis dengan kategori tinggi, sedang, dan rendah. Masing-masing peserta didik kelas eksperimen memenuhi pencapaian indikator yang lebih baik daripada kelas kontrol.

 

Kata kunci: kemampuan representasi, kemampuan pemecahan masalah, model pembelajaran experiental learning, sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV).


Full Text:

PDF

References


Arikunto, Suharsimi. 2006. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Goldin, G.A. 2002. Perspectives on Representation in Mathematical Learning and Problem Solving. Lyn D. English (Ed). Handbook of Internasional Research in Mathematics Education (2nd ed, pp. 208).

Irsyad, M.A. 2009. Penerapan Metode Experiental Learning pada Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, (Online), 5 (2009): 79-82.

Jatmiko, D. 2015. Peningkatan Prestasi Belajar IPA Materi Benda dan Sifatnya dengan Model Experiental Learning pada Siswa Kelas III B di MI Ma’arif Mangunsari Salatiga Tahun Pelajaran 2014/2015. Skripsi Pendidikan Guru Madrasah Ibtida’iyah STAIN Salatiga.

NCTM. 2000. Principles and Standards for School Mathematics. Reston: Library of Congress Cataloguing.

Polya, George. 1973. How To Solve It: A New Aspect of Mathematic Method. New York: Doubleday Anchor Books.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2003. Jakarta: Armas Duta Jaya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.