TINDAK TUTUR EKSPRESIF DAN KOMISIF DALAM DEBAT CALON PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA 2019 (ANALISIS PRAGMATIK)

nila fikri azizah

Abstract


ABSTRAK: Forum debat atau dialog capres merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas capres, hal ini dikarenakan dalam debat atau dialog capres akan mengemukakan latar belakang pencalonannya dan agenda yang dilakukannya apabila terpilih. Forum debat capres, menuntut para kandidat haruslah berbahasa dengan baik dan lugas. Bahasa sangat diperhitungakan agar capres dapat merebut hati rakyat dan menarik simpati masyarakat agar memilihnya dengan melakukan tindak tutur.

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tindak tutur ekspresif (bentuk, fungsi dan strategi) yang disampaikan dalam debat capres, dan mendeskripsikan tindak tutur komisif (bentuk, fungsi dan strategi) yang disampaikan dalam debat capres. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode analisis isi, yaitu penelitian yang mendeskripsikan data untuk mendapatkan kesimpulan secara umum dalam bentuk kata-kata tertulis dari teks yang dapat ditiru dan sahih dengan memperhatikan konteksnya. Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti mencakup tiga langkah yaitu reduksi data dalam bentuk rekaman audio-video yang ditranskripsikan kemudian direduksi dengan cara memilah percakapan yang mengandung tindak tutur ekspresif dan komisif, penyajian data dalam bentuk teks naratif sebagai bentuk analisis dan interpretasi pengungkapan tindak tutur ditinjau dari kategori tindak tutur dalam debat capres, dan penarikan kesimpulan yaitu merumuskan suatu simpulan berdasarkan tahapan reduksi data dan penyajian data.

Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk tuturan ekspresif dalam debat capres terbagi menjadi dua yaitu bentuk langsung literal dan bentuk tidak langsung tidak literal; fungsi tuturan ekspresif yang ditemukan dalam debat capres terbagi kedalam fungsi berterima kasih, ucapan selamat, permintaan maaf, dan kemarahan; strategi tuturan ekspresif terdiri dari bentuk strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi, dan strategi bertutur dengan basa-basi kesantunan positif. Bentuk tuturan komisif dalam debat capres terbagi menjadi enam yaitu kalimat kondisional, modalitas kata “inginâ€,  modalitas kata “harusâ€, modalitas kata “akanâ€, subjek kata “kami†dan “kitaâ€, dan disampaikan dengan IFID berjanji secara implisit; fungsi tuturan komisif yang ditemukan dalam debat capres terbagi kedalam fungsi janji untuk meningkatkan infrastruktur, janji untuk mengurangi pemakaian energi fosil, janji untuk mengatasi akar masalah pencemaran lingkungan, janji untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, janji untuk membangun kesejahteraan sosial, dan janji untuk meningkatkan pangan; strategi tindak tutur komisif dalam penelitian ini ditemukan dua strategi yaitu tuturan perintah atau imperatif, dan tuturan berita atau deklaratif

Kata Kunci : tindak tutur, ekspresif, komisif, debat capres


Full Text:

PDF

References


Juwita, Silvia Ratna. 2017. Tindak Tutur Ekspresif dan Komisif Dalam Debat Calon Presiden Republik Indonesia 2014: Studi Analisis Wacana. Jurnal Eduscience, Bol. 3, No. 1, hal 37-48, diunduh dari https://ejurnal.esaunggul. ac.id/index.php/EDU/article/view/1977, tanggal 25 Juni 2019

Kesuma, Jati Mastoyo Tri. 2010. Pengantar (Metode) Penelitian Bahasa. Yogyakarta: Carasvatibooks

Kirana, Candra., Sumarlam., & Sulistyo, Edy Tri. 2018. Tuturan Ekspresif dalam Humor Politik Republik Sentilan Sentilun di Metro TV (Tinjauan Pragmatik). KEMBARA: (Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya), Vol. 4, No. 1, hal 1-11, diunduh dari http://ejournal.umm. ac.id/index.php/kembara/article/view/5324, tanggal 25 Juni 2019

Rohmadi, Muhammad., & Wijana, I Dewa Putu. 2011. Analisis Wacana Pragmatik: Kajian Teori dan Analisis. Surakarta: Yama Pustaka.

Sumarlam, Sri Pamungkas., & Susanti, Ratna. 2017. Pemahaman dan Kajian Pragmatik. Surakarta: Bukukata

Yule, George. 2014. Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar


Refbacks

  • There are currently no refbacks.