PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PBL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATERI SPLDV KELAS VIII SMP PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PBL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATERI SPLDV KELAS VIII SMP
Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran PBL untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika dan keaktifan belajar siswa pada materi SPLDV kelas VIII SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas partisipan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A SMP Wahid Hasyim Malang yang berjumlah 33 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari: (1) tes, (2) observasi, (3) wawancara, dan (4) catatan lapangan. Data dalam penelitian ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif dianalisis dengan tiga tahap, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan deskriptif, yaitu dengan mencari nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan model PBL terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika dan keaktifan belajar siswa. Adapun hasil peningkatannya adalah hasil akhir siklus yang dilihat dari: (1) persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I mencapai 63,63% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 70,63, sedangkan persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus II mencapai 87,87% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 82,30. Terlihat bahwa terjadi peningkatan sebesar 24,24%; (2) persentase hasil observasi kegiatan guru pada siklus I mencapai 71,76%, sedangkan pada siklus II mencapai 89,9%. Terlihat bahwa terjadi peningkatan sebesar 18,14%; (3) persentase hasil observasi kegiatan siswa pada siklus I mencapai 68,23%, sedangkan pada siklus II mencapai 87,64%. Terlihat bahwa terjadi peningkatan sebesar 19,41%; (4) persentase hasil observasi keaktifan siswa pada siklus I mencapai 70%, sedangkan pada siklus II mencapai 87%. Terlihat bahwa terjadi peningkatan sebesar 17%; (5) persentase hasil wawancara siswa pada siklus I mencapai 50%, sedangkan pada siklus II hasil wawancara siswa mencapai 83,33%. Terlihat bahwa terjadi peningkatan sebesar 33,33%.
Â
Kata Kunci: model PBL, kemampuan pemecahan masalah matematika, keaktifan belajar.
Full Text:
PDFReferences
Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Hendriana, H., Rohaeti, E. E. & Sumarmo, U. 2017. Hard Skills dan Soft Skills Matematik Siswa. Bandung: PT Refika Aditama.
Rusman. 2015. Pembelajaran Tematik Terpadu: Teori, Praktik dan Penilaian. Jakarta: Rajawali Pers.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suherman, Erman dkk. 2001. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: JICA UPI.
Refbacks
- There are currently no refbacks.