REPRESENTASI PERGESERAN IDENTITAS BUDAYA JAWA DALAM FILM GOWOK: KAMASUTRA JAWA (KAJIAN SOSIAL DAN BUDAYA SASTRA JAWA)

LINTANG EKA PRASETYO, MOH BADRIH, KHOIRUL MUTTAQIN

Abstract


Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi pergeseran identitas budaya Jawa dalam film Gowok: Kamasutra Jawa melalui kajian sosial dan budaya sastra Jawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan kajian sosial dan budaya sastra Jawa. Data penelitian berupa dialog, adegan, dan unsur visual dalam film Gowok: Kamasutra Jawa. Data diperoleh melalui teknik observasi, simak catat, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi dengan menggunakan teori representasi Stuart Hall dan kajian sosial budaya sastra Jawa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi pergeseran identitas budaya Jawa dalam film Gowok: Kamasutra Jawa ditampilkan melalui perubahan pemaknaan tradisi gowok, perubahan posisi dan peran perempuan dalam relasi sosial budaya Jawa, serta konflik antara nilai budaya tradisional dengan perkembangan masyarakat modern. Pergeseran tersebut menunjukkan adanya perubahan cara pandang masyarakat terhadap budaya Jawa yang tidak lagi dipahami sebagai sesuatu yang tetap, tetapi mengalami proses negosiasi dan reinterpretasi makna sesuai dengan dinamika sosial budaya masyarakat. Representasi pergeseran identitas budaya tersebut memiliki makna sosial budaya bahwa budaya lokal terus mengalami perkembangan melalui proses adaptasi terhadap perubahan nilai, pandangan, dan kehidupan masyarakat.
Kata kunci: representasi budaya, identitas budaya Jawa, pergeseran budaya, film Gowok: Kamasutra Jawa.

Full Text:

PDF

References


Bramantyo, H. (Sutradara). (2025). Gowok: Kamasutra Jawa [Film]. MVP Pictures & Dapur Films.

Fadilah, A. (2022). Considering Gowok cultural traditions as prostitution is a logical fallacy. Jurnal Dinamika Hukum, 22(2), 299–321. doi:10.20884/1.jdh.2022.22.2.3238.

Halbwachs, M. (1992). On collective memory (L. A. Coser, Ed. & Trans.). University of Chicago Press.

Hall, S. (Ed.). (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. SAGE Publications.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi (Edisi revisi). Rineka Cipta.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.

Munawaroh, C., & Setyawan, J. (2024). “Andhap Asor” in a psychological perspective: A realist study of contemporary Javanese society. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 15(3), 284–293. doi:10.26740/jptt.v15n03.p284-293.

Perwita, R., Werdiningsih, Y. K., & Alfiah. (2024). The existence of Macapat songs in the era of modernization: A study of shifting functions and revitalization strategies. Kaloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, 3(2), 50–60. doi:10.26877/kaloka.v3i2.12352.

Putrihapsari, R., & Dimyati. (2021). Penanaman sikap sopan santun dalam budaya Jawa pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 2059–2070. doi:10.31004/obsesi.v5i2.1022.

Rahmawati, D. A., & Pinasti, V. I. S. (2020). Pergeseran budaya patrilokal pada masyarakat Jawa (Studi di Kecamatan Parakan, Temanggung, Jawa Tengah). E-Societas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 9(1). doi:10.21831/e-societas.v9i1.15772.

Setyawan, S. (2023). Shift in the meaning of kanca wingking in Javanese society. Javanologi: International Journal of Javanese Studies, 7(1), 65–73. doi:10.20961/javanologi.v7i1.84123.

Walby, S. (1990). Theorizing patriarchy. Basil Blackwell.

Yuhasnil. (2019). Perubahan nilai-nilai budaya dalam proses modernisasi di Indonesia. Menara Ilmu, 13(5), 222–230. doi:10.33559/mi.v13i5.1375.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.