PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS MAKNA SIMBOLIK SATIR DARI NOVEL MERASA PINTAR, BODOH SAJA TAK PUNYA KARYA RUSDI MATHARI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI KELAS XI MA MIFTAHUL QULUB

Ibnu Faizun, Helmi Wicaksono, Prayitno Tri Laksono

Abstract


Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar menulis puisi berbasis makna simbolik satir dari novel Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya karya Rusdi Mathari bagi peserta didik kelas XI MA Miftahul Qulub serta mengetahui tingkat kelayakannya berdasarkan validasi ahli dan respons peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan dengan model Borg & Gall yang disederhanakan menjadi empat tahapan, yaitu: 1) analisis kebutuhan dan studi pendahuluan, 2) perancangan produk awal, 3) validasi ahli dan revisi awal, 4) serta uji coba terbatas dan penyempurnaan produk. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket validasi ahli materi, ahli media, ahli bahasa, dan angket respons peserta didik, data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Produk yang dihasilkan berupa bahan ajar digital berbentuk flipbook yang memuat materi makna simbolik satir berdasarkan teori Roland Barthes, analisis nilai kritik dalam novel, langkah-langkah menulis puisi, kuis interaktif, dan evaluasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memperoleh kategori layak berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa setelah dilakukan revisi sesuai saran para ahli, serta memperoleh respons dengan kategori layak dari peserta didik yang menandakan bahwa bahan ajar dapat diterima dan digunakan dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, bahan ajar menulis puisi berbasis makna simbolik satir dari novel Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya layak digunakan sebagai alternatif sumber belajar pada pembelajaran menulis puisi di kelas XI MA serta dapat menjadi alternatif pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan.
Kata kunci: bahan ajar, menulis puisi, makna simbolik satir, novel Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya

Full Text:

PDF

References


Laksono, P, T., Romadhan, S., Sugerman. (2023). Pertentangan Kelas Sosial dalam Masyarakat Belitong pada Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata: Analisis Teori Marxisme. Atavisme, 26 (2), 2023, 117-128

Prastowo, A. (2018). Sumber Belajar dan Pusat Sumber Belajar: Teori dan Aplikasinya di Sekolah/Madrasah. Jakarta: Kencana.

Sri Rahayu, Rika Ningsih, Zaldi Aldika, R. S. (2023). Developing Teaching Materials for Poetry Appreciation Based on Character Education in the Malay Fate Poem By Tenas Effendy Pengembangan Bahan Ajar Apresiasi Puisi Berbasis Pendidikan Karakter Dalam Syair Nasib Melayu Karya Tenas Effendy. Jurnal Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 11(1), 146–150.

Sugiyono, E, I. (2014). Pengembangan Bahan Ajar Menyimak Berbasis Multimedia Interaktif Dalam Model Belajar Mandiri Untuk Sekolah Menengah Pertama. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Tarigan, H. G. (2013). Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Wicaksono, H., Tabrani, A. (2020). Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi dengan Model Pembelajaran Telisik (Tentukan, Analisis, Tampilkan). Attractive : Innovative Education Journal Vol. 2, No. 2, July 2020

Zahron, M. A. (2025). Eksplorasi Epistemik Ilmu Hikmah dan Kritik Psikospiritual dalam Novel Merasa Pintar Bodoh Saja Tak Punya Karya Rusdi Mathari. February.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.