ABSURDITAS TOKOH-TOKOH DALAM NASKAH DRAMA ”SEBUAH SALAH PAHAM” (TERJEMAHAN ROUGH FOR THEATRE I KARYA SAMUEL BECKETT)
Abstract
Abstrak: Latar belakang penelitian ini didasari oleh karakteristik drama absurd yang menghadirkan ketidakpastian makna melalui unsur-unsur dramatik non-konvensional. Penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk absurditas sebagai sistem tanda, konstruksi tokoh-tokoh absurd yang ditampilkan melalui bahasa dan tindakan, serta makna dan fungsi absurditas dalam naskah drama Sebuah Salah Paham menurut prinsip-prinsip dekonstruksi Jacques Derrida.Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif metode analisis tekstual. Sumber data penelitian berupa naskah drama Sebuah Salah Paham dengan data berupa dialog tokoh, tindakan tokoh, karakterisasi tokoh, logika peristiwa, dan unsur panggung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa absurditas dalam naskah Sebuah Salah Paham hadir melalui dialog yang tidak komunikatif, tindakan tokoh yang tidak berorientasi pada tujuan, serta unsur panggung yang bersifat ambigu. Konstruksi tokoh menunjukkan ketidakstabilan identitas dan ketiadaan perkembangan karakter yang jelas. Berdasarkan perspektif dekonstruksi Jacques Derrida, absurditas tidak hanya merepresentasikan kondisi eksistensial manusia, tetapi juga berfungsi sebagai strategi tekstual yang membongkar kestabilan makna sehingga makna dalam teks selalu terbuka dan mengalami pergeseran yang tidak pernah bersifat final.
Kata kunci: absurditas, tokoh, drama absurd, dekonstruksi, ketidakstabilan makna
Full Text:
PDFReferences
Arinze, A. T., Okafor, C., & Eze, J. (2020). The notion of absurdity and the meaning of
life in Albert Camus. Open Journal of Philosophy, 10(2), 35–48.
Beckett, S. (1984). Rough for Theatre I. London: Faber & Faber.
Bennett, M. Y. (2011). Reassessing the Theatre of the Absurd: Camus, Beckett,
Ionesco, Genet, and Pinter. New York: Palgrave Macmillan.
Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. (2018). Qualitative Research for Education: An
Introduction to Theory and Methods. Boston: Pearson.
Camus, A. (1942). The Myth of Sisyphus. New York: Vintage Books.
Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed
Methods Approaches. Thousand Oaks: SAGE Publications.
Derrida, J. (1976). Of Grammatology. Baltimore: Johns Hopkins University Press.
Esslin, M. (1961). The Theatre of the Absurd. London: Penguin Books.
Gontarski, S. E. (2019). Beckett Studies Today. Edinburgh: Edinburgh University
Press.
Lestari, R. (2021). Dialog sebagai pembentuk karakter dalam drama modern. Jurnal
Retorika, 14(2), 115–124.
Maharsyah, T., & Irawati, A. E. (2024). Absurditas dalam naskah drama modern:
Kajian struktural dan tematik. Language: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan
Sastra, 5(2), 125–133.
McMullan, A. (2020). Performing Beckett in the Twenty-First Century. London:
Bloomsbury Methuen Drama.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative Data Analysis: A
Methods Sourcebook (4th ed.). Thousand Oaks: SAGE Publications.
Nurgiyantoro, B. (2018). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press.
Prameswari, D. (2020). Tindakan tokoh sebagai representasi absurditas dalam drama
modern. Jurnal Kawruh, 12(1), 41–52.
Rahman, F. (2020). Tokoh sebagai representasi krisis eksistensial dalam drama absurd.
Jurnal Poetika, 8(2), 145–156.
Rahmawati, S. (2021). Tokoh sebagai simbol keterasingan dalam drama absurd. Jurnal
Poetika, 9(1), 23–34.
Revermann, M. (2019). Beckett and the theatrical sign: The need for semiotics.
Theatralia.
Susandro, S. (2022). Kajian absurditas pada drama Permainan Akhir karya Samuel
Beckett. Gestus Journal: Penciptaan dan Pengkajian Seni, 2(1), 43–57
Refbacks
- There are currently no refbacks.