REPRESENTASI SIMBOL KEMANUSIAAN DAN KETIMPANGAN SOSIAL DALAM KUMPULAN CERPEN “SENYUM KARYAMIN” KARYA AHMAD TOHARI DALAM PERSPEKTIF SEMIOTIK PEIRCE

NAFRISA DAFA SAL SABILA, HASAN BUSRI, KHOIRUL MUTTAQIN

Abstract


Abstrak: Karya sastra memanfaatkan simbol untuk menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan sekaligus merepresentasikan realitas sosial dalam masyarakat. Dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari, simbol digunakan untuk menggambarkan kehidupan masyarakat kecil yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan menghadapi berbagai bentuk ketimpangan sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi simbol kemanusiaan dan ketimpangan sosial dalam kumpulan cerpen tersebut melalui perspektif semiotik Charles Sanders Peirce.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi dokumentasi. Data penelitian berupa teks cerpen dalam Senyum Karyamin. Pengumpulan data dilakukan melalui close reading, pencatatan data, dan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan model semiotik triadik Charles Sanders Peirce yang meliputi representamen, objek, dan interpretant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol kemanusiaan dan ketimpangan sosial dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin direpresentasikan melalui berbagai kategori yang menggambarkan nilai-nilai kemanusiaan dan ketimpangan sosial dalam kehidupan masyarakat marginal.

Kata kunci: simbol kemanusiaan, ketimpangan sosial, semiotika Charles Sanders Peirce, Senyum Karyamin


Full Text:

PDF

References


Al-Ma’ruf, A. I., & Nugrahani, F. 2018. Populisme Cerpen Mata yang Enak Dipandang: Ekspresi Estetika Tohari. Jurnal Abdi Ilmu, 2(3), 1–14.

Azizah, R. N., Setiawan, A., & Susanto, A. 2022. Kajian Novel Mata Penakluk Karya Abdullah Wong dalam Perspektif Psikologi Sastra. Jurnal Kridatama Sains Dan Teknologi, 4(01), 1–11. https://doi.org/10.53863/kst.v4i01.455

Chandler, D. 2017. Semiotics: The basics (3rd ed.). Routledge

Daniati, S. R., Sabhan, & Taqwiem, A. 2022. Konflik Sosial Pada Kumpulan Cerpen “Senyum Karyamin” Karya Ahmad Tohari. Locana, 5(1), 110–124.

Faruk. 2020. Pengantar Sosiologi Sastra. Pustaka Pelajar.

Febriani, I. 2021. Representasi Bahasa Perempuan dalam Novel Suluk Mu’tazilah Karya Hasnan Singodimayan. Jurnal Metabasa, 3(1), 10–17.

Fitriyah, I. R. 2022. Konflik Batin Tokoh Kartika dalam Naskah Drama Kartini Berdarah Karya Amanatia J. S. Linguista: Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, Dan Pembelajarannya, 6(2), 108–120. https://doi.org/10.25273/linguista.v6i2.8737

Ginting, Y. S., & Nucifera, P. 2025. Analisis Ketimpangan Sosial dalam Cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari: Sosiologi Sastra. Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia, 4(2), 55–64.

Muttaqin, K. 2021. Representasi Sejarah Pers Pada Masa Sebelum dan Setelah Kemerdakaan Indonesia Dalam Novel Mencari Sarang Angin. JENTERA: Jurnal Kajian Sastra, 10(1), 17. https://doi.org/10.26499/jentera.v10i1.2903

Nurgiyantoro, B. 2018. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Peirce, C. S. 1931–1958. Collected papers of Charles Sanders Peirce (Vols. 1–8). Harvard University Press.

Prasetyo, A., & Nugroho, B. 2021. Ketimpangan sosial-ekonomi dan dampaknya terhadap kelompok marginal di Indonesia. Jurnal Sosial Humaniora, 12(2), 145–158.

Rahmawati, C. D., Busri, H., & Badrih, M. 2024. Makna Denotasi dan Konotasi Meme Dalam Media Sosial Twitter: Kajian Semiotika Roland Barthes. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa Dan Sastra, 10(2), 1244–1256. https://e-journal.my.id/onoma

Sugiyono. 2022. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : Alphabeta.

Sumardjo, J. 2022. Apresiasi Kesusastraan. Gramedia Pustaka Utama.

Tohari, A. 2019. Senyum Karyamin. Gramedia Pustaka Utama.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.