PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INDONESIA RESPONSIF BUDAYA BERBASIS LINGKUNGAN PADA MATERI TEKS REKON DI KELAS IX SMP NEGERI 3 DONGKO TRENGGALEK
Abstract
Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan bahan ajar yang relevan dengan lingkungan sosial dan budaya siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Bahan ajar yang kurang kontekstual menyebabkan siswa kurang tertarik dan kesulitan memahami materi pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Bahasa Indonesia responsif budaya berbasis lingkungan pada materi teks rekon di kelas IX SMP Negeri 3 Dongko Trenggalek. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, dan development. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, angket, lembar validasi, serta penilaian produk. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memperoleh tingkat kelayakan sangat tinggi berdasarkan hasil validasi ahli media sebesar 90,0%, ahli bahasa 92,0%, dan ahli materi 92,0%. Selain itu, penilaian guru praktisi memperoleh persentase 92,0% dengan kategori sangat layak. Hasil uji coba kepada siswa menunjukkan persentase 87,05% dengan kategori sangat efektif. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan dinyatakan valid, layak, dan efektif digunakan sebagai buku pengayaan pada pembelajaran teks rekon.
Kata kunci: bahan ajar, teks rekon, responsif budaya
Full Text:
PDFReferences
DAFTAR RUJUKAN
Al Reyva, M. D., Hutagaol, A. B., Tampubolon, D. H., Sinaga, J. N., & Batubara, A. (2024). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Literasi Budaya Pada Siswa SMP. Indonesian Culture and Religion Issues, 1(2), 8. https://doi.org/10.47134/diksima.v1i2.9
Audina, M. (2021). Pembelajaran Kontekstual: Mencapai Hasil Belajar yang Optimal.
Drajati, N. A., Rakerda, H., Kusuma, I. P. I., Sulistyaningrum, S. D., & Ilmi, M. (2023). Adopting digital storytelling in English classrooms: lessons learned from Indonesian EFL teachers’ reflective practice. Reflective Practice, 24(4), 496–508. https://doi.org/10.1080/14623943.2023.2210072
Erwanto, E., Roshayanti, F., Siswanto, J., & Hayat, M. S. (2020). Analisis kebutuhan bahan ajar berbasis kearifan lokal budidaya nanas madu belik. Jurnal Kualita Pendidikan, 1(3), 75–85. https://doi.org/10.51651/jkp.v1i3.12
Farahiba, A. S., Puspitasari, M., Khotimah, K., & Pramithasari, F. A. (2025). How Can Environmental Education be Incorporated into Indonesian Language Learning? A Critical Review of Teachers’ Perspectives. International Journal of Learning, Teaching and Educational Research, 24(1), 335–358. https://doi.org/10.26803/ijlter.24.1.17
Jocuns, K. F. (2021). Dialogic Teaching as a Way to Promote Students’ English Language Use in EFL classroom. PASAA, 62, 173–203. https://doi.org/10.58837/chula.pasaa.62.1.7
Kedang, M. K., & Yuwana, S. (2026). Project-based litera-ecopreneur teaching materials for Indonesian language learning in elementary schools: A development study. Multidisciplinary Reviews, 9(3). https://doi.org/10.31893/multirev.2026110
Kusumaningputri, R. (2024). Negotiating voices in English as a lingua franca: Indonesian multilingual identity in English digital interactions. Journal of Multilingual and Multicultural Development, 45(10), 4554–4571. https://doi.org/10.1080/01434632.2023.2173758
Lestari, I. (2022). Penggunaan bahan ajar digital dalam pembelajaran teks rekon. Bahasa dan Sastra, 8(2), 112–123.
Muzfirah, S. (t.t.). Wulang: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Analisis Peran Budaya Lokal dalam Materi Ajar pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di Tingkat SD/MI. 03(2), 57–71. Diambil https://ojs.staisdharma.ac.id/index.php/wjp/index
Muzfirah, S. (2025). Wulang: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Analisis Peran Budaya Lokal dalam Materi Ajar pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di Tingkat SD/MI. Wulang, 03(2), 57–71. https://ojs.staisdharma.ac.id/index.php/wjp/index
Nisa, K., Syafitri, E., & Simanungkalit, A. (2025). Integrating Culturally Responsive Teaching and TPACK Frameworks in the Design and Validation of Indonesian Language Learning Tools for Multicultural Schools. International Journal of Learning, Teaching and Educational Research, 24(12), 268–294. https://doi.org/10.26803/ijlter.24.12.12
Nukman Y, Kurniasari, A. F., & Nurhidayah, H. (2022). Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas IX. https://buku.kemdikbud.go.id
Ramadhan, S., Sukma, E., & Indriyani, V. (2021). Design of task-based digital language teaching materials with environmental education contents for middle school students. Journal of Physics: Conference Series. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1811/1/012060
Setya, H., Dwi, N., Wahyuni, S., & Murniatie, I. U. (2024). Pengembangan Modul Ajar Bahasa Indonesia Responsif Budaya Untuk Meningkatkan Litersi Baca Siswa Di MTsN Kota Batu.
Siregar, L. K., Mayuni, I., & Rahmawati, Y. (2023). Culturally responsive English teaching: Developing a model for primary school EFL teachers in Indonesia. Issues in Educational Research, 33(4), 1582–1600. https://www.scopus.com/inward/record.uri?eid=2-s2.0- 85179705643&partnerID=40&md5=4c34f2f0916d26638a5f7af3ee98f41a
St. Mislikhah, S. (2025). Cultural representation in primary school Indonesian language textbooks: an ecological perspective. Qualitative Research Journal, 1–17. https://doi.org/10.1108/QRJ-07-2025-0219
Wahyuni, R., & Mulyani, S. (2023). Tahapan penyusunan bahan ajar berbasis digital dalam pembelajaran abad 21. Jurnal Edukasi Modern, 5(2), 90–105.
Wahyuni, S., Ambarwati, A., Junaidi, N., Ghony, J., & Osman, Z. (2022). Model Authentic Assessment dalam Pembelajaran Sastra Terintegrasi Karakter Multikultural. JENTERA: Jurnal Kajian Sastra, 11(1), 134. https://doi.org/10.26499/jentera.v11i1.4668
Refbacks
- There are currently no refbacks.