PERSEPSI SISWA TERHADAP KEBOSANAN DALAM PEMBELAJARAN DENGAN MEDIA PPT DAN VIDEO PADA MATERI HIKAYAT: STUDI KASUS KELAS X SMAN 8 MALANG

Egi Sari Lestari, Elva Riezky Maharany, Helmi Wicaksono

Abstract


Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya kebosanan belajar siswa padapembelajaran hikayat yang dipengaruhi oleh penggunaan media pembelajaran. Materi hikayat sering dianggap sulit dan kurang menarik sehingga mempengaruhi perhatian serta keterlibatan siswa selama pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi siswa terhadap kebosanan belajar melalui penggunaan media PowerPoint (PPT) dan video pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada siswa kelas X SMAN 8 Malang. Data diperoleh melalui angket persepsi siswa, kuesioner, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media PPT cenderung menimbulkan kebosanan apabila penyajian materi teks terlalu padat dan berlangsung secara satu arah sehingga perhatian dan partisipasi siswa menurun. Sebaliknya, penggunaan media video mampu meningkatkan fokus, keterlibatan emosional, serta pemahaman siswa terhadap materi hikayat melalui visualisasi cerita yang konkret. Namun, kebosanan tetap muncul apabila siswa hanya menjadi penonton pasif tanpa aktivitas pembelajaran lanjutan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kebosanan belajar lebih mempengaruhi desain pengalaman belajar dibandingkan karakteristik materi hikayat itu sendiri.Kata Kunci: persepsi siswa, kebosanan belajar, media PowerPoint, video pembelajaran, hikayat

Full Text:

PDF

References


Arsyad, A. (2019). Media pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Daryanto. (2016). Media pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.

Djamarah, S. B. (2015). Psikologi belajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Djamarah, S. B., & Zain, A. (2018). Strategi belajar mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Hamalik, O. (2017). Proses belajar mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

Huda, M. (2014). Model-model pengajaran dan pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kemendikbud. (2017). Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Kementerian

Pendidikan dan Kebudayaan.

Kustandi, C., & Sutjipto, B. (2016). Media pembelajaran manual dan digital. Bogor: Ghalia

Indonesia.

Lisman, L., Zainab, K. S., & Wicaksono, H. 2022. Strategi Guru dalam Mengatasi Kejenuhan

Belajar Siswa di MTs Al-Maarif Banyorang. Jurnal Al-Qiyam, 3(2), 143–150.

Majid, A. (2014). Strategi pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods

sourcebook (3rd ed.). California: Sage Publications.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Munadi, Y. (2013). Media pembelajaran: Sebuah pendekatan baru. Jakarta: Gaung Persada

Press.

Nurgiyantoro, B. (2015). Teori pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Prastowo, A. (2015). Panduan kreatif membuat bahan ajar inovatif. Yogyakarta: Diva Press.

Rusman. (2017). Belajar dan pembelajaran berbasis komputer. Bandung: Alfabeta.

Sadiman, A. S., Rahardjo, R., Haryono, A., & Rahardjito. (2014). Media pendidikan: Pengertian,

pengembangan, dan pemanfaatannya. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Sanjaya, W. (2016). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta:

Kencana.

Sudjana, N., & Rivai, A. (2013). Media pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D.

Bandung: Alfabeta.

Suryaman, M. (2012). Metodologi pembelajaran bahasa. Yogyakarta: UNY Press.

Tarigan, H. G. (2015). Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa. Bandung: Angkasa.

Uno, H. B. (2016). Teori motivasi dan pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.

Wahyuni, S., Murniatie, I. U., Siswiyanti, F., & Maharani, E. R. (2021). Bahan ajar telaah materi.

CV Literasi Nusantara Abadi.

Winkel, W. S. (2012). Psikologi pengajaran. Jakarta: Gramedia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.