REPRESENTASI PERSELINGKUHAN DALAM FILM LA TAHZAN: CINTA, DOSA, LUKA: KAJIAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
Abstract
Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi perselingkuhan dalam film La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka melalui makna denotatif, konotatif, dan mitos berdasarkan semiotika Roland Barthes. Data penelitian berupa adegan visual dan dialog yang menampilkan kedekatan emosional, interaksi afektif, konflik rumah tangga, serta penyesalan religius, dianalisis secara kualitatif menggunakan teknik simak dan catat. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi makna denotatif, menafsirkan makna konotatif sesuai konteks emosional dan sosial, serta mengungkap mitos sebagai sistem ideologis dalam narasi film. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Secara denotatif, perselingkuhan direpresentasikan melalui pola kedekatan emosional dan percakapan intim; secara konotatif, film membingkai perselingkuhan sebagai respons terhadap ketidakharmonisan domestik, sehingga pelaku berada dalam situasi dilematik; secara mitos, film membangun wacana religius, menekankan penyesalan, simbol keagamaan, dan oposisi antara istri sabar dengan perempuan lain sebagai ruang afeksi alternatif. Temuan ini memperlihatkan bahwa film tidak hanya menyajikan perselingkuhan sebagai konflik naratif, tetapi juga mereproduksi konstruksi makna religius dan relasional yang berkaitan dengan pernikahan dan moralitas dalam kehidupan sosial.
Kata Kunci: Perselingkuhan, Religius, Representasi, Semiotika Roland Barthes, Film La Tahzan: Cinta, Dosa, Luka
Full Text:
PDFReferences
DAFTAR RUJUKAN
Barthes, R. (1967). Elements of semiology. New York, NY: Hill and Wang.
Bordwell, D., & Thompson, K. (2010). Film art: An introduction (9th ed.). New York, NY: McGraw-Hill.
Elsaesser, T., & Hagener, M. (2015). Film theory: An introduction through the senses (2nd ed.). Routledge.
Febriyanthy, A. (2023). Representasi perselingkuhan dalam film series “Layangan Putus” (Analisis semiotika Roland Barthes). Skripsi. Universitas Nasional.
Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. London, UK: Sage Publications.
Hasanah, A. H., & Ismail, O. A. (2023). Analisis semiotika Roland Barthes mengenai ketidakadilan gender dalam film Yuni. Jurnal Ilmiah Global Education, 4(2), 1000–1010.
Rahmawati, C. D., Busri, H., & Badrih, M. (2024). Makna denotasi dan konotasi meme dalam media sosial Twitter: Kajian semiotika Roland Barthes. Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(1), 55–72.
Sa’adah, I. I., Mawarni, R. I., Rahmadaniati, R., Rahman, T. N., & Siregar, Y. E. (2024). Penyebab perselingkuhan suami istri dan upaya penanganannya dalam Islam. Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia, 3(1), 7–13.
Simatupang, Y. (2023). Representasi pelaku perselingkuhan dalam serial Layangan Putus. Jurnal Komunikasi dan Media, 4(1), 39–53.
Utami, D., & Kirana, R. S. (2024). Representasi perselingkuhan dalam serial drama Indonesia: Analisis semiotika Roland Barthes. Jurnal Komunikasi dan Media Indonesia, 5(2), 112–128.
Wahyuni, T. P. (2023). Representasi perselingkuhan dalam pernikahan pada film Noktah Merah Perkawinan: Kajian semiotika Roland Barthes. Jurnal Komunikasi dan Kajian Media, 7(1), 25–39.
Refbacks
- There are currently no refbacks.