CITRA PERUNDUNGAN DALAM FILM RUMAH UNTUK ALIE (2025): KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA

novita riski amanda, Khoirul Muttaqin, Helmi Wicaksono

Abstract


Abstrak: Perundungan merupakan fenomena sosial yang masih marak terjadi di kalangan remaja dan menimbulkan dampak psikologi yang serius bagi korban. Film sebagai karya sastra audiovisual memiliki kemampuan merepresentasikan fenomena tersebut secara visual, emosional, dan simbolik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Sumber data berupa film Rumah untuk Alie (2025), sedangkan data penelitian berupa adegan dan dialog yang mengandung unsur perundungan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini membangun citra perundungan melalui tiga aspek utama, yaitu (1) citra bentuk perundungan yang meliputi perundungan fisik, verbal, relasional, dan media sosial; (2) citra faktor penyebab perundungan yang berkaitan dengan karakter pelaku yang impulsif, agresif, kurang empati; dan (3) citra dampak perundungan yang tercermin dalam gangguan kesehatan, isolasi sosial, hingga risiko bunuh diri. Dengan demikian, film Rumah untuk Alie merepresentasikan perundungan sebagai fenomena kompleks yang melibatkan relasi antara individu, keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial.

Kata kunci: Citra Perundungan, Psikologi Sastra, Film, Remaja


Full Text:

PDF

References


DAFTAR RUJUKAN

Alfiyatun, A., Vanista, A., & Patmawati, I. (2023). Faktor penyebab perundungan pada remaja di Pangandaran. Jurnal Pendidikan Sosial dan Konseling, 7(2), 85–97.

Coloroso, B. (2007). The bully, the bullied, and the bystander. HarperCollins.

Hafidz, A., Fadhly, M., & Rahmah, N. (2023). Perundungan di lingkungan pendidikan dasar: Perspektif sosiologi, hukum, dan ajaran Islam. Jurnal Pendidikan Dasar, 8(2), 115–128.

Kurniawan, R., & Putri, D. A. (2021). Representasi perundungan dalam film remaja Indonesia. Jurnal Kajian Media dan Budaya, 5(1), 45–57.

Lestari, D., & Setiawan, A. (2021). Hubungan kontrol diri dengan perilaku agresif pada remaja. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 10(2), 123–132.

Muttaqin, K., & Wicaksono, H. (2021). Resepsi Penonton Alumni Pondok Pesantren terhadap Film “Negeri 5 Menara”. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, 7(3), 267-274.

Olweus, D. (2013). Bullying at school: What we know and what we can do. Blackwell.

Putri, A. R., & Ramdhani, N. (2021). Trauma psikologis pada remaja korban perundungan di lingkungan sekolah. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, 10(1), 45–56.

Rahmawati, I., & Hidayat, R. (2022). Perundungan dan kecenderungan bunuh diri pada remaja. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 10(2), 101–110.

Rahmawati, L. (2022). Film sebagai media refleksi kekerasan simbolik pada remaja. Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(2), 89–101.

Salsabila, N., & Nugroho, A. (2023). Media digital dan perilaku perundungan pada remaja. Jurnal Pendidikan Sosial, 7(3), 201–214.

Sari, M., & Nugroho, A. (2020). Dampak perundungan terhadap penyesuaian sosial remaja. Jurnal Psikologi Sosial, 18(2), 89–98.

Sobur, A. (2016). Semiotika komunikasi. Remaja Rosdakarya.

Wellek, R., & Warren, A. (2016). Theory of literature. Harcourt Brace.

Wicaksono, H., & Tabrani, A. (2020). Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi dengan Model Pembelajaran Telisik (Tentukan, Analisis, Tampilkan). Attractive: Innovative Education Journal, 2(2), 116-124.

Zummah, S., & Hikam, M. (2025). Analisis psikoanalisis tokoh Alie dalam novel Rumah untuk Alie. Jurnal Sastra dan Psikologi, 9(1), 55–68.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.