PERSPEKTIF PENDIDIKAN KARAKTER PADA NOVEL 9 MATAHARI KARYA ADENITA
Abstract
Abstrak: Novel 9 Matahari karya Adenita mengangkat kisah perjuangan tokoh utama dalam menempuh pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi dan tekanan sosial. Kondisi tersebut menjadi ruang representasi nilai-nilai pendidikan karakter yang terbentuk melalui pengalaman hidup tokoh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perspektif pendidikan karakter yang direpresentasikan dalam novel 9 Matahari, serta mengidentifikasi perspektif yang paling dominan, khususnya yang berkaitan dengan resiliensi sosial dan kreativitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Sumber data utama berupa teks novel 9 Matahari karya Adenita, sedangkan data pendukung diperoleh dari buku dan artikel ilmiah yang relevan dengan kajian pendidikan karakter. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik pembacaan cermat dan pencatatan, kemudian dianalisis menggunakan kerangka teori pendidikan karakter Thomas Lickona, teori resiliensi sosial Ann S. Masten, dan teori kreativitas Utami Munandar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter dalam novel 9 Matahari direpresentasikan melalui proses pembentukan karakter tokoh yang berlangsung secara dinamis seiring dengan pengalaman akademik dan sosial yang dihadapi. Ditemukan tujuh data yang merepresentasikan perspektif pendidikan karakter secara umum. Perspektif yang paling dominan adalah resiliensi sosial dengan sebelas data, disusul perspektif kreativitas dengan delapan data. Resiliensi sosial tampak melalui kemampuan tokoh utama dalam bertahan, bangkit, serta beradaptasi secara positif terhadap tekanan akademik, finansial, dan sosial. Sementara itu, perspektif kreativitas tercermin dalam kemampuan tokoh mengembangkan gagasan, bersikap fleksibel, dan merealisasikan ide sebagai bagian dari proses pembentukan karakter. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa novel 9 Matahari karya Adenita merepresentasikan pendidikan karakter secara konkret melalui pengalaman tokoh utama, dengan menempatkan resiliensi sosial dan kreativitas sebagai aspek utama dalam pembentukan karakter.
Kata Kunci: pendidikan karakter, resiliensi sosial, kreativitas, novel 9 Matahari.
Full Text:
PDFReferences
Arthur, J. (2010). Of good character: Exploration of virtues and values in 3–25 year-olds. Imprint Academic.
Desmita. (2015). Psikologi perkembangan peserta didik. PT Remaja Rosdakarya.
Haryadi, H., Supriatini, S., & Danto, D. (2022). Nilai pendidikan karakter dan pembelajaran bahasa Indonesia dalam novel Si Anak Cahaya karya Tere Liye. Jurnal Ilmiah Bina Bahasa, 15(2), 123–134.
Hudhiana, W. D., & Fitriyah, S. R. (2021). Nilai pendidikan karakter dalam novel Selena karya Tere Liye. Caraka: Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, dan Pendidikan, 8(1).
Ismawati, I. (2023). Nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Sang Juara karya Al Kadri Johan dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa. Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 19(2), 278–289. https://doi.org/10.54069/attaqwa.v19i2.633
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Masten, A. S. (2014). Ordinary magic: Resilience in development. Guilford Press.
Mirfakh, M. F., Supriyanto, T., & Setyaningsih, N. H. (2024). Character education in novel Dahlan by Haidar Musyafa: Religious value and curiosity value. Jurnal Sastra Indonesia, 13(2). https://doi.org/10.15294/jsi.v13i2.78993
Munandar, U. (1999). Kreativitas dan keberbakatan: Strategi mewujudkan potensi kreatif dan bakat. Gramedia Pustaka Utama.
Nurhidayati, D. A., Tindika, D., Wicaksana, M. F., & Sudiatmi, T. (2023). Nilai pendidikan karakter dalam novel Senja dan Pagi serta implementasinya sebagai bahan ajar SMA. Bastra: Jurnal Bahasa dan Sastra, 8(3), 234–244.
Sternberg, R. J. (2006). The nature of creativity. Cambridge University Press.
Zubaedi. (2015). Desain pendidikan karakter: Konsepsi dan aplikasinya dalam lembaga pendidikan. Kencana.
Refbacks
- There are currently no refbacks.