INTEGRASI NILAI BUDAYA “PETIK LAUT” DALAM PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DIGITAL BIPA TINGKAT PEMULA BAGI SISWA CHARIYATHAM SUKSA FOUNDATION SCHOOL THAILAND

Rizka Aulia Hidayah, Sri Wahyuni, Ari Ambarwati

Abstract


Abstrak: Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Thailand masih menghadapi keterbatasan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan pemelajar serta belum terintegrasi dengan budaya Indonesia. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan bahan ajar yang kontekstual dan inovatif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan buku bahan ajar digital BIPA tingkat pemula (A1) yang mengintegrasikan nilai budaya Petik Laut serta menguji kelayakan dan keefektifan buku tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang dibatasi hingga tahap implementasi melalui uji coba terbatas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku bahan ajar digital yang dikembangkan dinyatakan layak, efektif, dan efisien. Keefektifan buku ditunjukkan oleh tingkat ketertarikan dan respons pemelajar sebesar 82,75% serta keterbacaan sebesar 82,13%. Selain itu, penilaian efisiensi oleh ahli materi memperoleh nilai rata-rata 85%, ahli bahasa 76%, dan ahli penyajian desain 80%, yang seluruhnya termasuk dalam kategori efisien. Dengan demikian, buku bahan ajar digital BIPA berbasis budaya Petik Laut mampu meningkatkan minat belajar, pemahaman bahasa Indonesia, serta pemahaman budaya Indonesia.

Kata kunci: bahan ajar digital, budaya Petik Laut, pemelajar tingkat pemul, BIPA


Full Text:

PDF

References


Andriana, W. D., Suyatno, & Mulyono. (2024). Pengenalan Budaya Indonesia Melalui Buku Dongeng Cinta BudayaSebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 7(1), 53–71.http://dx.doi.org/10.30998/diskursus.v7i1.23481

Audrey Zhafira Salma, Gita Hapsari, Laksmita Dwi Alea Casta, Retno Kurnianingsih, & Kundharu Saddhono. (2024). Budaya Jawa “Reog Ponorogo” sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing dalam Mendukung Internasionalisasi Bahasa Indonesia. Jurnal Yudistira : Publikasi Riset Ilmu Pendidikan Dan Bahasa, 3(1), 185–198. https://doi.org/10.61132/yudistira.v3i1.1483

BK, M. K. U., Pontoh, A. F., Sinyor, R., & Rusdin, M. F. (2024). Peran Strategis Bahasa Indonesia dalam Membangun Identitas Budaya dan Masyarakat Berdaya Saing. Jurnal Ragam Pengabdian, 1(2), 60–69.

https://doi.org/10.36989/didaktik.v11i01.5695

Dwiputra, Anis., Azis., & Haliq, A. (2017). Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra. Analisis Kesalahan Berbahasa Pada Penulisan Media Luar Ruangan Di Kabupaten Bojonegoro, 17(April), 117–126.https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v17i1.6963

Gay, L. R. (1987). Educational Research: Competencies for Analysis and Application. Merrill Publishing Company. https://books.google.co.id/books?id=U_wlAQAAIAAJ

Ilawati, I., & Nurlina, L. (2025). Pemanfaatan Integrasi Nilai Budaya: Analisis Bahan Ajar Bipa Terbuka. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra Dan Budaya, 3(1), 259–273.https://doi.org/10.61132/morfologi.v3i1.1362

Irma Juliana, Nindi Laili Safitri, & Wulan Fadillah. (2023). Interaksionisme Simbolik Masyarakat Pesisir Dalam Tradisi Petik Laut. TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial Dan Humaniora, 1(2), 218–232.prefix 10.23887/jish-undiksha

J.Juangsih. (2017). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keterampilan Menyimak Bahasa Jepang dan Pengajarannya. Journal of Chemical Information and Modeling, 15(2), 56.https://doi.org/10.31851/WAHANADIDAKTIKA.V15I2.1244

Khadavi. (2024). Morfologi+-+Volume.+2+No.+4+Agustus+2024+Hal+22-28. 4.

Kosasih, E. (2021). Pengembangan bahan ajar. Bumi Aksara.

Laksono, P. T. (2020). Pengembangan Desain Pembelajaran Bipa Darmasiswa Pada Pembelajar Tingkat Mahir Rendah. Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, Dan Sosial Budaya, 26(2), 106–119. https://doi.org/10.33503/paradigma.v26i2.797

Maharany, E. R., Laksono, P. T., & Basori, B. (2021). Teaching Bipa: Conditions, Opportunities, and Challenges During the Pandemic. SeBaSa, 4(2), 58–72. https://doi.org/10.29408/sbs.v4i2.3856

Melayu, B., & Maimun, I. (2025). ajar ini tidak hanya meningkatkan kompetensi linguistik pembelajar, tetapi juga memperkaya wawasan mereka tentang budaya Indonesia, khususnya budaya Melayu Deli. Dengan demikian, bahan ajar ini berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal, mendukung diplo. 14(1), 319–331.

https://jurnal.umt.ac.id/index.php/lgrm/article/view/13015/6047

Naila Muna, K., & Wardhana, S. (2022). Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi dengan Model ADDIE pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Materi Perkenalan Diri dan Keluarga untuk Kelas 1 SD. EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar, 5(2), 175–183. https://doi.org/10.26740/eds.v5n2.p175-183

Nurfitri, R., Yulianti, U. H., & Riyanton, M. (2024). Pengembangan Bahan Ajar Digital Berbasis Budaya Banyumas untuk Pemelajar BIPA 1 di Unsoed. Jurnal Pendidikan Dan Teknologi Indonesia, 4(4), 137–151. https://doi.org/10.52436/1.jpti.452

Rahma, F. C. Z. (n.d.). Penerapan Modul Kearifan Lokal Banten pada Pembelajaran BIPA 1 di Kabupaten Tangerang Tahun Pembelajaran 2023/2024. Jakarta: FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sayant, T. F. P., & Asteria, P. V. (2025). Pengembangan Modul Pembelajaran Digital Tema Wisata Mojokerto Bermuatan Plurikultural Bagi Pemelajar Bipa Level 1. Bapala, 12(1), 254–270. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/view/66268

Setiani, H. (2025). Media Digital Youtube Dalam Pembelajaran Budaya Indonesia Bagi Pemelajar Bipa a1 Thammasat University Thailand. Jurnal Bastra, 10(2), 2025. https://bastra.uho.ac.id/index.php/journal

Suarjaya, I. D. A., Rahardi, R. K., & Widharyanto, B. (2025). URGENSI PENGGUNAAN MEDIA TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN BIPA BERBASIS BUDAYA YOGYAKARTA BAGI TINGKAT PEMULA USIA ANAK. Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 10(1), 115–125.

Sugiyono, P. D. (2019). metode penelitian pendidikan (kuantitatif, kualitatif, kombinasi, R&D dan penelitian pendidikan). Metode Penelitian Pendidikan, 67, 18.

Syafruddina, Sri Wahyuni, R. A. & D. M. R. (2025). Students’ perceptions of the indonesian language courseand their correlation with the need for culturally responsive digital learning materials. Sawerigading, 31(Persepsi Mahasiswa terhadap Mata Kuliah Bahasa Indonesia dan Korelasinya dengan Kebutuhan Bahan Ajar Digital Responsif Budaya)), 282. https://doi.org/https://doi.org/10.26499/sawer.v31i1.1564

Syahfitri, D., Putrayasa, I. B., Made, N., Wisudariani, R., & Sudiana, N. (2025). Pemanfaatan Nilai Budaya Putri Pukes sebagai Bahan Ajar BIPA Tingkat Menengah. Jurnal Educatio, 11(1), 71–77. https://doi.org/10.31949/educatio.v11i1.11995

Tiawati, R. (2015). Bahasa Indonesia Di Thailand Menjadi Media Diplomasi Kebahasaan Dan Budayadi Asean Melalui Pengajaran Bipa. Gramatika STKIP PGRI Sumatera Barat, 1(1). https://doi.org/10.22202/jg.2015.v1i1.1159

Uki Hares Yulianti, Lalita Melasarianti, N. I. S. (2024). Analisis kebutuhan perangkat pembelajaran digitalisasi bahasa indonesia bagi penutur asing tingkat pemula. 7(1), 61–86. https://doi.org/http://doi.org/10.29240/estetik.v7i1.8473 Analisis

Utama, A. W., Rohim, F. N., Tiranita, G., Prihartanti, N., & Saddhono, K. (2024). Inovasi dalam Pembelajaran BIPA: Pemanfaatan Dodol Garut sebagai Pengajaran Kuliner yang Menarik. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 12(1), 20–31.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.