REPRESENTASI DISKRIMINASI TOKOH UTAMA PEREMPUAN DALAM FILM GADIS KRETEK
Abstract
Abstrak: Film Gadis Kretek merepresentasikan realitas diskriminasi gender yang masih mengakar dalam struktur sosial patriarkal di Indonesia, khususnya dalam ranah kerja yang didominasi laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan makna representasi diskriminasi terhadap tokoh utama perempuan melalui sistem tanda visual dan naratif yang ditampilkan dalam film tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes terhadap enam adegan terpilih, yang dianalisis melalui tahapan denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Dasiyah mengalami diskriminasi berupa stereotip gender, kemandirian peran, pengabaian kompetensi, serta subordinasi simbolik dalam industri kretek. Namun demikian, film juga merepresentasikan perlawanan perempuan melalui karakter Dasiyah yang digambarkan berani, kompeten, dan konsisten dalam menantang dominasi patriarki. Disimpulkan bahwa Gadis Kretek tidak hanya sekedar merefleksikan ketidaksetaraan gender, namun juga menyampaikan kritik sosial terhadap sistem patriarki yang menormalisasi diskriminasi perempuan. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya film sebagai media reflektif dan edukatif dalam membangun kesadaran kritis mengenai keadilan gender.
Kata Kunci: representasi, diskriminasi, semiotika, gadis kretek
Full Text:
PDFReferences
Apriliandra, S., & Krisnani, H. (2021). Perilaku Diskriminatif pada Perempuan Akibat Kuatnya Budaya Patriarki di Indonesia Ditinjau dari Perspektif Konflik. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik.3(1).
https://jurnal.unpad.ac.id/jkrk/article/view/31968/14808
Ardiansyah, Risnita, & Jailani, M. S. (2023). Teknik Pengumpulan Data Dan Instrumen Penelitian Ilmiah Pendidikan Pada Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif. Jurnal IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 1–9. https://doi.org/10.61104/ihsan.v1i2.57
Danesi, Marcel, (2010). Pengantar Memahami Semiotika Media. Yogyakarta: Jalasutra. Defania, A., Komunikasi, F. I., & Kristanty, S. (2020). Representasi Perempuan pada Film
Dilan 1991 (Mode Semiotika Roland Barthes). Pantarei, 4(3), 1–8.
Diani, A., Lestari, M. T., & Maulana, S. (2017). Representasi Feminisme dalam Film Maleficent. ProTVF, 1(2), 139–150. http://jurnal.unpad.ac.id/protvf
Fauzia, R. (2022). Sejarah Perjuangan Perempuan Indonesia Mengupayakan Kesetaraan dalam Teori Feminisme. Journal of Comprehensive Science, 1(4), 861–881.
Gunadi, S. S. (2022). Representasi Kesetaraan Gender dalam Film Mulan. Kiwari, 613-619. Hastim, Ayu Purwati, (2014). Skripsi: Representasi Makna Film Surat Kecil Untuk
Tuhan(Pendekatan Analisis Semiotika). UIN Alauddin Makassar.
H. Dinda Pratiwi, S. Sunarto, and T. Lukmantoro. (2021). "Diskriminasi Gender terhadap Jurnalis Perempuan di Media," Interaksi Online, vol. 9, no. 3, pp. 111-125, [Online]. Retrieved from : https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/interaksi-
online/article/view/31414
Irawan, A. S. (2022). Peran Gender dalam Film Ku Cumbu Tubuh Indahku (Analisis Semiotika Roland Barthes). Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial.
Israpil, I. (2017). Budaya Patriarki dan Kekerasan Terhadap Perempuan (Sejarah dan Perkembangannya). Pusaka, 5(2), 141– 150. https://doi.org/10.31969/pusaka.v5i2.176
Kemalasari, R. D., Azizah, A., Ansas, V. N., & Haristiani, N. (2021). Representasi Sosial Masyarakat Dalam Film Parasite: Kajian Semiotika Roland Barthes. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 21(1), 123–136. Https://Doi.Org/10.17509/Bs_Jpbsp.V21i1.36665
Kewilaa, J. P. (2024). Representasi Ketidakadilan Gender Pada Perempuan Dalam Serial Netflix “Gadis Kretek” (2023) (Analisis Semiotika John Fiske).
Maghfiroh, Ulu’il, (2013). Skripsi: Representasi Sabar Dalam Film Hafalan Sholat Delisa.
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Pembayun, J. G. (2023). Analisis Semiotika: Representasi Perlawanan Perempuan Terhadap Ketidakadilan Gender dalam Film “Yuni”. Ilmu Komunikasi, 101.
Prasety, E. J. (2022). Wasita Rini: Pemikiran Ki Hajar Dewantara Dalam Pendidikan Perempuan. Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa, 10(2), 186–196.
Https://Doi.Org/10.15294/Sutasoma.V10i2.61907
Puspito, P., Widharyanto, B., & Herujiyanto, A. (2023). Perlawanan Perempuan Terhadap Diskriminasi Dalam Novel ‘Lusi Lindri’ Karya Y.B. Mangunwijaya. Fon: Jurnal
Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 19(2), 211–225. https://doi.org/10.25134/fon.v19i2.7446
Putri, E. R. W. E. (2021). Diskriminasi Gender dan Budaya Patriarki (Analisis Semiotik Roland Barther dalam Film Hollywood “Lipstick Under My Burkha.”
Putri, Nurhayati Sugiyarno, (2017). Skripsi: Representasi Ikhlas Dalam Film Air Mata Surga (Analisis Semiotik Terhadap Tokoh Fisha). UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Qorry, Sujarwo, Desy Safitri. (2025). Marginalisasi Perempuan dalam Sistem Patriarki. JIIC: Jurnal Intelek Insan Cendikia.
https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/3254/3358
Rabbaniyah, S., & Salsabila, S. (2022). Patriarki Dalam Budaya Jawa; Membangun Perilaku Pembungkaman Diri Pada Perempuan Korban Seksual Dalam Kampus. Community : Pengawas Dinamika Sosial, 8(1), 113. https://doi.org/10.35308/jcpds.v8i1.4586
Rahayu, U., Maharani, D., & Andalas, I. (2020). Diskriminasi Terhadap Perempuan Dalam Novel Sunyi Di Dada Sumirah Karya Artie Ahmad.
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jsi
Rahma Rani, A., Novitasari, D., & Auli, M. (2020). Diskriminasi Perempuan Dalam Film Pendek Tilik (Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Film Pendek Tilik).
http://journal.unbara.ac.id/index.php/JKB
Rahmawati, A. (2018). Ketidakadilan Gender dalam Film Kartini. Ilmu Komunikasi. Rahmayati, R., Ramadhan, S., & Afnita, A. (2021). Diskriminasi Gender dalam Novel
Perempuan Terpasung Karya Hani Naqshabandi: Kajian Feminisme Sastra. Kajian Linguistik Dan Sastra, 6(1), 84–95. https://doi.org/10.23917/kls.v6i1.7188
Sazali, H., Alfanny, A., & Pratama, R. (2024). Representasi Budaya Patriarki yang Dialami Perempuan dalam Film Yuni Karya Kamila Andini. El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 253–263. https://doi.org/10.47467/elmujtama.v4i2.809
Wulandari, R. (2022). Diskriminasi Perempuan di Tempat Kerja. Jurnal Idea Hukum, 8(1).
Refbacks
- There are currently no refbacks.