Representasi Ekosistem Air Sungai Dan Laut Dalam Novel Anak-Anak Sungai Sondong Dan Layur Tetaplah Berlayar: Implikasi Untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia Berperspektif Lingkungan
Abstract
Abstrak: Keberadaan ekosistem perairan semakin terancam oleh tindakan manusia seperti pencemaran, pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan, dan pengelolaan lingkungan yang tidak ramah lingkungan. Karya sastra berfungsi sebagai alat untuk merefleksikan dan mengkritik keadaan ekologis yang sedang berlangsung, serta menjadi sarana untuk mengungkapkan kesadaran dan tanggung jawab manusia terhadap pelestarian lingkungan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan ekosistem air sungai dan laut dalam novel Anak-Anak Sungai Sondong Karya Ramajani Sinaga dan Layur Tetaplah Berlayar Karya Anang YB serta implikasi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia berperspektif lingkungan khusunya dalam materi teks cerpen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif analisis teks. Hasil penelitian menjelaskan bahwa kedua novel menggambarkan ekosistem sungai dan laut sebagai ruang yang penting untuk keberlanjutan kehidupan manusia, namun juga rentan terhadap pencemaran dan eksploitasi. Gambaran ini terlihat melalui konflik lingkungan, hubungan karakter dengan alam, serta pengaruh kerusakan ekosistem air terhadap kehidupan sosial masyarakat. Kedua novel ini mengandung nilai-nilai ekologis seperti kepedulian, tanggung jawab, dan kesadaran terhadap lingkungan yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan Sustainable Development Goals (SDG) 6, yaitu air bersih dan sanitasi layak bagi semua orang. temuan ini menunjukkan bahwa karya sastra relevan untuk digunakan sebagai bahan ajar kontekstual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai bahan ajar berperspektif lingkungan dari laman resmi kemendikdasmen yaitu SIBI dan BUDI.
Kata kunci: Ekosistem air, ekokritik sastra, pembelajaran Bahasa Indonesia
Full Text:
PDFReferences
Ambarwati, A., Trisdianti, V. L., Putra, A. P., & Prasetyo, H. D. (2025). Junior High School Students ’ Ecoliteracy Knowledge Profile : Implications for Environmental Literature Integration. 148–151.
Dan, B., Indonesia, S., Faruq, U., & Ambarwati, A. (2025). Ekokritik dalam Puisi-Puisi Madura Modern Semerbak Mayang Karya D . Zawawi Imron. 233–249. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.21740
Dan, B., Indonesia, S., Perdani, A. S., & Ambarwati, A. (n.d.). Isu Lingkungan dalam Cerita Terdampar di Dunia Plastik : Implikasi Untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia Responsif Lingkungan. 582–598. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.12045
Hidayati, B. R., & Rodiyah, H. (2024). Pendidikan Karakter Berbasis Ekologis dalam Novel Anak-Anak Sungai Sondong Karya Ramajani Sinaga dan Implikasinya pada Pembelajaran Sastra di Sekolah. Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan Dan Inovator Pendidikan, 10(4), 680–692. https://doi.org/10.29408/jhm.v10i4.27471
Miranda, M., Ambarwati, A., & Badrih, M. (2025). Children ’ s Character Education through Local Wisdom-Based Stories in Indonesia. 9(1), 207–217. https://doi.org/10.31004/obsesi.v9i1.6447
Pendidikan, K., Teknologi, D. A. N., & Indonesia, R. (2023). Anang YB.
Permata, C., Ayu Larasati, Meira Lalia Ayuningtyas, Azzahra Aulia Kresna Putri, & Aurell Valentdava Wahyudi. (2024). Analisis Potensi dan Kemajuan dalam Pengelolaan Air Bersih dan Sanitasi Berkelanjutan (SDGs 6) di Indonesia. Jurnal Ilmiah Pendidikan Lingkungan Dan Pembangunan, 25(01), 16–24. https://doi.org/10.21009/plpb.v25i01.40440
Sinaga, R. (2023). Anak-Anak Sungai Sondong.
Studies, M. (2026). Sage Research Methods Content Analysis : An Introduction to Its Methodology.
Refbacks
- There are currently no refbacks.