INTERPRETASI BAHASA KIAS PADA LIRIK LAGU ALBUM “DUNIA BATAS”: PRESPEKTIF SEMIOTIKA ROLAND BARTHES
Abstract
Abstrak: Lirik lagu merupakan karya sastra yang memanfaatkan bahasa secara indah dan simbolis untuk menyampaikan makna. Penggunaan bahasa kias dalam lagu sering menimbulkan penafsiran beragam. Penelitian ini di latar belakangi oleh kecenderungan lirik lagu sebagai teks sastra yang sering memuat bahasa kias sebagai makna yang mengandung kultural simbolik. Album “Dunia Batas” merupakan objek penelitian ini menampilkan lirik-lirik puitis dan kaya akan bahasa kias, sehingga menarik untuk dikaji dari sudut pandang semiotika yang mengulik tentang tanda. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk bentuk bahasa kias serta menganalisis makna berdasarkan prespektif semitoika Roland Barthes dengan tingkatan denotasi, konotasi, serta mitos. Penelitian menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer berupa kutipan lirik lagu dari tiga lagu utama, dikumpulkan melalui dokumentasi, pencatatan dan studi pustaka. Setelah pengumpulan data dianalisislah dengan mengklasifikasi bentuk bahasa kias dan merepresentasikan makna sesuai dengan semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bentuk bahasa kias berupa personifikasi, matafora, simile, hiperbola, dan litotes. Makna bahasa kias dalam lagu-lagu tersebut dapat diklasifikasikan sesuai tiga kategori utama yaitu rasa cemas dan kekhawatiran, harapan, serta luka batin. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini menunjukkan penggunaan bahasa kias dalam album “Dunia Batas” berperan penting dalam membangun makna simbolik dan emosional melalui sistem tanda berlapis.
Kata Kunci: Bahasa kias, lirik lagu, semiotika Roland Barthes, Dunia Batas
Full Text:
PDFReferences
Achsani, F. (2019). Sastra dan masyarakat: Fenomena ambyar pada lirik lagu didi kempot. Estetik: Jurnal bahasa indonesia, 2(2), 153.
Afifudin, R., & Al-Ma’Ruf, A. I. (2023).Majas dan pesan moral dari album Lagu Dunia Batas karya Payung Teduh dan Relevansinya sebagai bahan ajar sastra di SMA (Disertasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
An Nisaa, F. (2017). Nilai moral dalam lirik lagu karya Katon Bagaskara (Kajian sosiologi sastra) (Disertasi, Universitas Diponegoro).
Annisa, D. K. N. (2024). Analisis ekspresif lirik lagu “Untuk perempuan yang sedang dalam pelukan” karya Payung Teduh: Pendekatan pragmatik. Pustaka: Jurnal Bahasa dan Pendidikan, 5(1), 63–71.
Ardiningsih, N. N. A. D., & Widiastika, I. W. W. C. (2024). Analisis lirik lagu “Seventeen” dan “Smile Flower”: Kajian semiotika Riffaterre. Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra, dan Budaya Jepang, 4(2), 63–73.
Azizah, R. N., & Marfina, E. (2023). Analisis bahasa kias dalam kumpulan puisi Ketika Rakyat Pergi karya Wiji Thukul. Suara Bahasa, 1(2), 103–116.
Barthes, R. (2006). Mitologi (Nurhadi & A. S. Millah, Terj.). Kreasi Wacana.
Bastomi, M. H. A. (2018). Pemikiran Roland Barthes tentang mitos: Studi kasus sumpah pati di Desa Kedondong, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo (Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel)..
Busri, H., Badrih, M., Putra, S. I. P. D. A., Anisa, L. I. F., Sofiah, U., Istiqomah, F., & Dwiningrum, M. (2021). Linguistik terapan: Konsep pembelajaran dan penelitian linguistik mutakhir. Literasi Nusantara.
Edisti, F. D. (2024). Analisis ekspresif lirik lagu “Jiwa yang bersedih” karya Ghea Indrasari: Pendekatan pragmatik. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 1(7), 744–753.
Fauziana, F. (2024). Analisis lagu “Rayuan perempuan gila” karya Nadin Amizah menggunakan pendekatan mimetik. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 1(4), 215–226.
Firdaus, A. C., & Ahmadi, A. (2025). Anxiety and love in the album Dunia Batas by Payung Teduh: A hermeneutical review. Wacana: Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 9(1), 71–82.
Fitri, S. (2017). Analisis semiotik makna motivasi lirik lagu “Cerita tentang gunung dan laut” karya Payung Teduh. Jurnal Komunikasi, 8(3).
Geertz, C. (1976). The religion of Java. University of Chicago Press.
Khoirunissa, R. R. R. P., & Sabardila, A. (2024). Variasi majas dan citraan dalam lirik lagu Payung Teduh album Ruang Tunggu dan relevansinya sebagai bahan ajar menulis puisi di SMA. Jurnal Onoma: Pendidikan, 10(2).
Kusumawati, H. S., Rahayu, N. T., & Fitriana, D. (2019). Analisis semiotika Roland Barthes pada makna lagu “Rembulan” karya Ipha Hadi Sasono. Klitika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2).
Maulana, M. I., Zaini, H., & Ridwan, R. (2024). Signifikasi lirik lagu “Asmalibrasi” karya Soegi Bornean dalam perspektif semiotika Roland Barthes. Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 5(1), 282–291.
Maylia, R. (2018). Simbol alam dalam lirik lagu Banda Neira (Kajian semiotika) (Disertasi, Universitas Diponegoro).
Mukminin, A. (2021). Representasi kearifan lokal masyarakat Madura dalam bentuk metafora pada lagu-lagu daerah Madura. Nosi, 10(1).
Nofia, V. S. S., & Bustam, M. R. (2022). Analisis semiotika Roland Barthes pada sampul buku Lima Babi Kecil karya Agatha Christie. Mahadaya: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 2(2), 143–156.
Nurdiansyah, C. (2018). Analisis semiotik makna motivasi berkarya lirik lagu “Zona nyaman” karya Fourtwnty. Jurnal Komunikasi, 9(2), 161–167.
Putri, R. A. S. (2023). Analisis gaya bahasa dan makna lagu “Amin paling serius” karya Sal Priadi dan Nadin Amizah. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Bahasa, 2(1), 88–96.
Rahmawati, C. D., Busri, H., & Badrih, M. (2024). Makna denotasi dan konotasi meme dalam media sosial Twitter: Kajian semiotika Roland Barthes. Pendidikan Bahasa dan Sastra, 10(2).
Risnawati, E., & Al-Ma’ruf, A. I. (2016). Majas dan citraan dalam lirik lagu album Dunia Batas karya Payung Teduh dan implementasinya sebagai bahan ajar sastra di SMK (Disertasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Saadah, K. (2018). Makna lirik lagu dalam album Ruang Tunggu karya Payung Teduh: Kajian Michael Riffaterre. Jurnal Sapala, 5(1).
Septiyana, H. A., Nurhayati, E., & Sukawati, S. (2022). Analisis makna lagu “Di atas meja” karya Payung Teduh menggunakan pendekatan semiotika. Parole: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(5), 323–332.
Setiawati, A. M., Ayu, D. M., Wulandari, S., & Putri, V. A. (2021). Analisis gaya bahasa dalam lirik lagu “Bertaut” karya Nadin Amizah: Kajian stilistika. Jurnal Penelitian Humaniora, 26(1), 26–37.
Sinaga, R. N. (2025). Gaya bahasa lirik lagu Tulus pada album Manusia: Kajian stilistika. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 4(1).
Suparman, S. (2024). Analisis lagu Iwan Fals menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Jurnal Vokatif: Pendidikan Bahasa, Kebahasaan, dan Sastra, 1(1), 21–32.
Wulandari, T. (2025). Analisis semiotika Roland Barthes pada lirik lagu album Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya karya Nadin Amizah (Disertasi, Universitas Malikussaleh).
Yanti, L., Rinita, D. A., & Susanto, H. (2022). Penggunaan majas dalam kumpulan puisi Konde Penyair Han karya Hanna Fransisca. JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), 7(2), 126–131.
Yosiana, M., & Wulandari, R. (2022). Majas dan citraan dalam lirik lagu Tulus pada album Manusia. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(4), 24–32
Refbacks
- There are currently no refbacks.