DEKONSTRUKSO TOKOH DIMAS SURYO DAN LINTANG UTARA PADA NOVEL PULANG KARYA LEILA S. CHUDORI

Hilmi Shofa Khoiru Sabila, Moh. Badrih, Helmi Wicaksono

Abstract


Abstrak: Karya sastra, khususnya novel, merupakan media reflektif yang merepresentasikan dinamika kehidupan manusia melalui bahasa yang imajinatif dan emosional. Novel Pulang karya Leila S. Chudori menampilkan kompleksitas identitas dan pengalaman eksil politik melalui tokoh Dimas Suryo dan Lintang Utara yang terperangkap antara ingatan, keterasingan, dan pencarian makna diri. Melalui pendekatan dekonstruksi, penelitian ini memandang bahwa makna dalam teks tidak bersifat tetap, melainkan terus bergeser melalui ketegangan antara logosentrisme, oposisi biner, differance, dan trace. Penelitian ini menyoroti bagaimana konsep “pulang” dalam novel tersebut tidak hanya dimaknai sebagai kembalinya seseorang ke tanah air secara fisik, tetapi juga sebagai proses dekonstruktif dalam menelusuri identitas dan sejarah yang senantiasa berubah dan terbuka terhadap berbagai tafsir.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses dekonstruksi terhadap tokoh Dimas Suryo dan Lintang Utara dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori dengan menggunakan pendekatan teori dekonstruksi Jacques Derrida. Fokus utama penelitian mencakup: (1) dekonstruksi tokoh Dimas Suryo sebagai eksil politik Indonesia, (2) dekonstruksi identitas budaya dan politik Lintang Utara sebagai anak eksil, dan (3) hubungan keduanya sebagai representasi dekonstruksi terhadap novel historis tentang eksil politik dan trauma generasi.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif serta menganalisis kutipan yang mencerminkan karakteristik dekonstruksi dan jejak trauma sejarah. Data yang digunakan berupa dialog dan narasi yang mengungkap bagaimana konsep-konsep seperti identitas, kterasingan, eksil politik, trauma generasi, ideologi dan makna kepulangan dibangun dan dijadikan tidak stabil dalam narasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas para tokoh tidak bersifat tetap, melainkan bersifat cair, tumpang tindih, dan dinegosiasikan secara terus-menerus. Konsep-konsep seperti nasionalisme, rumah, tanah air, dan legalitas ditampilkan sebagai konstruksi simbolik yang penuh ketegangan. Makna ‘pulang’ tidak lagi diartikan sebagai kembali secara fisik, tetapi sebagai pencarian makna individu yang belum selesai. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman identitas eksil dan keterasingan melalui pendekatan sastra dekonstruktif.

Kata Kunci: Dekonstruksi, identitas, eksil, oposisi biner, trauma generasi, Pulang


Full Text:

PDF

References


Aditama, A. S., Werdiningsih, D., & Badrih, M. (2022). Analisis konflik tokoh utama dalam novel “Ours” karya Adrindia Ryandisza. NOSI: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 10(2), 1–10.

Ambarwati, A., Hidayah, L., Murniatie, I. U., Ahmadi, A., & Funada, K. (2023). Exploring memory, spice aromas, and Indonesian heritage food in Leila S. Chudori’s Pulang novel. Dalam A. Ambarwati, L. Hidayah, F. Siswiyanti, P. T. Laksono, & H. Wicaksono (Ed.), Proceedings of the 3rd International Conference on Language, Literature, and Cultural Education (ICON-LLCE 2023) (Vol. 796, hlm. 23–31). Atlantis Press SARL. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-144-9_4.

Anantama, M. D., & Suryanto, S. (2020). Kuliner dan identitas keindonesiaan dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori. Atavisme, 23(2), 206–219. https://doi.org/10.24257/atavisme.v23i2.688.206-219.

Anggreni Agustina Tamba, & Rosmawaty Harahap. (2024). Reconciling post-exile identities in Leila S. Chudori’s novel Pulang. https://doi.org/10.5281/ZENODO.12798290.

Ariwidodo, E. (2013). Logosentrisme Jacques Derrida dalam filsafat bahasa. KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman, 21(2), 341–349. http://dx.doi.org/10.19105/karsa.v21i2.38.

Ardiono, A., Ana, H., & Harijaty, E. (2019). Ketidakadilan sosial dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori (Tinjauan sosiologi sastra). Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 4(1), 90–99. https://doi.org/10.36709/jb.v4i1.10722.

Asrarudin, F. A., Putri, M., Wulandari, S. R., & Putri, S. Q. D. (2025). Status kewarganegaraan ganda dan nasib eksil 1965: Antara penolakan negara dan pengakuan hak sipil. Jurnal Ilmu Pendidikan Pancasila, Kewarganegaraan, dan Hukum, 2(2), 7-12. https://doi.org/10.70134/pakehum.v2i2.557

Assa, A. E. P. (2019). Postmemory dalam novel Tapol karya Ngarto Februana. Poetika, 7(1), 17–27. https://doi.org/10.22146/poetika.v7i1.43130.

Burhanuddin, A., Rengganis, R., & Tjahjono, T. (2023). Dekonstruksi citra perempuan dalam kumpulan cerpen “Jangan Pulang Jika Kamu Perempuan” karya Riyana Rizki. Haluan Sastra Budaya, 7(2), 119–125. https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/

Derrida, J. (1995). Of grammatology (16th pr). Johns Hopkins University Press.

Fadilah, Y., & Marcaida, A. A. P. (2024). Postmemory: Trauma inheritance and testimonial objects in the novel Namaku Alam by Leila S. Chudori. Dalam G. Nur Pramudyo, I. Khumairoh, & M. Widyawati (Ed.), Proceedings of the 2nd International Conference on Culture and Sustainable Development (ICOCAS 2024) (Vol. 872, hlm. 103–110). Atlantis Press SARL. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-313-9_16.

Farida, P. D., & Dienaputra, R. D. (2021). Multikulturalisme dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 21(1), 137–146. https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v21i1.36666.

Fauziah, L. N., Kartika, P. C., & Mubarok, I. W. (2024). Dekonstruksi dalam Novel Si Anak Savana karya Tere Liye. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Satra Indonesia, 13(3), 299-301. Universitas Muhammadiyah Surabaya. http://jurnal.umt.ac.id/index.php/lgrm.

Furqan, R. A. (2022). Returning journey dalam novel Pulang: Postmemory and trauma. Jurnal Bébasan, 9(2). https://doi.org/10.5281/zenodo.7498502

Hanifah, A., & Robet, R. (2022). Kekerasan budaya pasca 1965 dalam novel Pulang dan Dari Dalam Kubur. Saskara: Indonesian Journal of Society Studies, 2(1), 1–19. https://doi.org/10.21009/Saskara.021.01.

Harjanti, F. D. (2021). Kajian dekonstruksi dalam novel The Namesake karya Jhumpa Lahiri. Sarasvati, 3(1), 101–115. https://doi.org/10.30742/sv.v3i1.1500

Hermawan, D., & S., S. (2019). Pemanfaatan hasil analisis novel Seruni karya Almas Sufeeya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Metamorfosis: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia dan Pengajarannya, 12(1), 11–20. https://doi.org/10.55222/metamorfosis.v12i1.125.

Hinda, N. (2023). Resiliensi kreatif tokoh Dimas Suryo dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori.

Lesmana, F. (2023). Representasi kebangsaan dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori. (Doctoral dissertation, Petra Christian University). https://repository.petra.ac.id/20941/1/Publikasi1_09025_10034.pdf

Lutfiana, E., & Badri, M. (2018). Analisis wacana kritis tokoh utama dalam novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal el-Saadawi (Sara Mills). Sastranesia: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia. https://doi.org/10.32682/sastranesia.v6i2

Mansyur, A. H. (2024). Dilema Eksil: Tetap di Luar negeri atau pulang ke tanah air. Pusat Studi Indonesia Kawasan Global (PSIKG).

Mardhiah, A., Hariadi, J., & Nucifera, P. (2020). Analisis tokoh dan penokohan dalam novel Keajaiban Adam karya Gusti M Fabiano tahun 2019. Jurnal Samudra Bahasa, 3(1), 35–44. https://doi.org/10.33059/jsb.v3i1.2207.

Maulana, F. E., & Akbar, V. K. (2025). Kajian intertekstual: Pembacaan dekonstruksi pada novel Panah Patah Sangkuriang karya Femmy Syahrani. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(1), 7770-7777. ISSN 26-6764.

Mubarok, A. S., Pratama, Y., & Liansi, T. (2024). Analisis dekonstruksi Jacques Derrida dalam pergeseran makna pakaian. Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy, 6(2), 139–150. https://doi.org/10.24042/ijitp.v6i2.24351.

Nabilah, N. R. (2023). Denasionalisasi eksil 1965 dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori: Perspektif Giorgio Agamben. Pujangga, 9(2), 197–206. https://doi.org/10.47313/pujangga.v9i2.2841.

Nensilianti, N., Ridwan, R., & Ramadani, A. S. (2025). Relasi kuasa dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori: Perspektif Michel Foucault. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(3), 1682-1693. https://doi.org/10.53769/deiktis.v5i3.1781

Ningrum, A. N. A., Sutopo, B., & Widoyoko, R. D. T. (2020). Dekonstruksi dalam novel Aurora di Langit Alengka karya Agus Andoko (Kajian dekonstruksi Derrida). Jurnal Penelitian Pendidikan, 12(2), 74–80. https://doi.org/10.21137/jpp.2020.12.2.3.

Nugraha, F. I., Saraswati, E., & Widodo, J. (2020). Dekonstruksi Jacques Derrida dalam novel O karya Eka Kurniawan. Jurnal Ilmiah FONEMA, 3(1), 27–42. https://doi.org/10.25139/fn.v3i1.2394.

Nur Fajriani R., Anshari, A., & Juanda, J. (2024). Kajian sosiologi sastra novel karya Mahfud Ikhwan dan relevansinya terhadap pembelajaran sastra. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 10(1), 680–690. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i1.3007.

Nurgiyantoro, B., & Roberts, E. V. (n.d.). Literary Review. (Referensi teoretis dalam dokumen “LITERARY REVIEW.pdf”). Tidak diterbitkan.

Nurfitriani, S. (2017). Realitas sosial dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori: Kajian strukturalisme genetik. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 17(1), 102–113. https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v17i1.6961.

Prasetyawati, A. E., Aulia, L. A., & Agustini, A. (2025). Analisis teori dekonstruksi Jacques Derrida dalam film pendek Aphrodite Stereotype: Kajian sosiologi sastra. CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 1(3), 439-447. https://doi.org/10.62710/6mbrkt10

Rahman, F. (2021). Psikologi tokoh dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori (Kajian psikoanalisis Sigmund Freud). Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 176–194. https://doi.org/10.22236/imajeri.v3i2.6718.

Ramadhani, I., Ariyani, D., & Sugiarti. (2024). Penokohan dalam Cerpen Dua Wajah Ibu Karya Guntur Alam. Jurnal Medika Akademik (JMA), 2(1), 1098-1110. PT Media Akademik Publisher. e- ISSN 3031 - 5220

Sabila, A. (2024). Representasi sejarah dan pencarian identitas dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori: Analisis semiotika Charles Sanders Pierce. Al-Furqan: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 3(6), 2730-2744. https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/download/1535/1400

Salam, A. (2003). Identitas dan nasionalitas dalam sastra Indonesia. Humaniora, 15(1), 15-22. https://www.academia.edu/download/68461873/770-1036-2-PB.pdf

Santoso, J. (2024). Konsep dasar postmemory Marianne Hirsch untuk kajian sastra. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 20, 297–304. https://doi.org/10.30595/pssh.v20i.1380.

School of Humanities, Universiti Sains Malaysia, & Abdul Aziz, S. (2016). Political exiles and women in Pulang by Leila S. Chudori: The impact of the post-Suharto era. Malay Literature, 29(1), 100–105. https://doi.org/10.37052/ml.29(1)no5.

Setiaji, A. B. (2019). Kajian psikologi sastra dalam cerpen Perempuan Balian karya Sandi Firli. Lingue: Jurnal Bahasa, Budaya, dan Sastra, 1(1), 21-35. https://doi.org/10.33477/lingue.v1i1.1176

Setiawan, Y. (2019). Konflik tokoh utama dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 6(8). https://doi.org/10.26418/jppk.v6i8.21242

Setyawati, I. (2020). Dekonstruksi tokoh dalam novel SITAYANA karya Cok Sawitri (Kajian dekonstruksi Jacques Derrida). BAPALA, 7(1). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bapala/article/download/33423/29939

Susanto, D. (2023). Narasi sejarah kaum eksil 1965 dalam novel Pulang (2012) karya Leila S. Chudori: Kajian sosiologi sastra. Kandai, 19(2), 295–308. https://doi.org/10.26499/jk.v19i2.5145.

Sutisno, A. (2017). Kajian dekonstruksi Derrida dalam novel Sengsara Membawa Nikmat karya Sutan Sati. Bahtera Indonesia: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(2), 1–12. https://doi.org/10.31943/bi.v2i2.27.

Una, M. A. (2025). The trauma and collective memory analyses of a novel titled “Semua Untuk Hindia” by Iksaka Banu. Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 9(1). https://doi.org/10.31002/transformatika.v9i1.2169

Wengke, Lasmita. (2021). Analisis Tokoh dan Penokohan pada Novel Si Doel The Movie Karya Kinanti WP. Skripsi, Universitas Sam Ratulangi, Fakultas Ilmu Budaya.

Wolhuter, L., Olley, N., & Denham, D. (2008). Victimology (0 ed.). Routledge-Cavendish. https://doi.org/10.4324/9780203892695

Yohanes Victor Baro Bitan Lamatokan, & Robertus Wijanarko. Yohanes Victor Baro Bitan Lamatokan, & Robertus Wijanarko. https://doi.org/10.59581/jhsp-widyakarya.v2i2.1527.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.