MITOS LARANGAN MENDAKI PADA MALAM 1 SURO DALAM FILM SEKAWAN LIMO (KAJIAN SEMIOTIK ROLAND BARTHES)
Abstract
Abstrak: Film adalah bentuk karya sastra modern yang menyampaikan cerita melalui perpaduan gambar, suara, dialog, dan gerak. Selain sebagai media hiburan, film juga berfungsi sebagai media komunikasi budaya yang menyampaikan nilai-nilai sosial, moral, serta kepercayaan masyarakat. Film mampu mengangkat isu lokal seperti mitos dan tradisi, lalu mengemasnya dalam bentuk visual yang menarik dan relevan, sehingga efektif dalam memperkuat identitas budaya. Film Sekawan Limo karya Bayu Skak menjadi menarik untuk diteliti karena mengangkat mitos larangan mendaki gunung pada malam 1 Suro, suatu kepercayaan masyarakat Jawa yang sarat akan nilai spiritual, kearifan lokal, serta pandangan hidup mengenai hubungan manusia dengan alam dan dunia gaib.
Fokus penelitian ini terbagi menjadi dua: 1) makna denotasi dan konotasi larangan mendaki malam 1 Suro yang digambarkan dalam film Sekawan Limo 2) makna mitos dari mitos larangan mendaki malam 1 Suro yang mempresentasikan nilai, kepercayaan, dan kearifan lokal masyarakat Jawa. Sehingga dari fokus penelitian tersebut didapatkan tujuan penelitian sebagai berikut. 1) mendeskripsikan makna denotasi dan konotasi larangan mendaki sebagai representasi dari cerita dan pesan yang disampaikan. 2) menganalisis makna mitos dari larangan mendaki malam 1 Suro yang digambarkan dalam film Sekawan Limo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data yang dianalisis berupa dialog, narasi, adegan, dan simbol budaya dalam film Sekawan Limo karya Bayu Skak. Langkah-langkah penelitian meliputi:(1) menentukan topik dan objek penelitian, (2) melakukan studi pustaka,
(3) membuat rumusan masalah, (4) observasi film dan dokumentasi film, dan (5) menyimpulkan hasil analisis secara menyeluruh.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa film Sekawan Limo menampilkan mitos larangan mendaki malam 1 Suro sebagai bagian dari nilai budaya Jawa. Melalui narasi dan dialog, film menggambarkan keyakinan terhadap kekuatan gaib, dengan representasi berupa fenomena tersesat, kesurupan, dan dihantui sebagai simbol pelanggaran adat. Menggunakan teori semiotika Roland Barthes, mitos tersebut dipahami sebagai konstruksi sosial yang dianggap alamiah dan berfungsi dalam melestarikan kearifan lokal.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa film ini merupakan manifestasi artistik dari pergeseran makna historis, ketika ketakutan akan praktik pesugihan dan penculikan tumbal pada masa lalu bertransformasi menjadi mitos ancaman roh halus yang terus direproduksi dan dilestarikan dalam budaya populer kontemporer.
Kata Kunci: mitos, larangan mendaki, 1 Suro, film, semiotika, Roland Barthes
Full Text:
PDFReferences
Abdurrohman, M. (2015). Memahami makna-makna simbolik pada upacara adat sedekah laut di desa Tanjungan Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang. Jurnal The Messenger, 7(1), 27-34.
Adawiyah, R. (2019). Mitos "Kanca Wingking" Perempuan Jawa dalam Film Kartini (Analisis Semiotika Roland Barthes). Jurnal Budi Luhur.
Altiria, S. (2023). Dekonstruksi Derrida pada Kajian Linguistik Kognitif. Prosiding Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya, 270–280. Universitas Indonesia.
Anggraini, T., Nuraini, D., & Kusuma, R. (2025). Kearifan Lokal dalam Tradisi Jawa: Kajian Budaya dan Ekologi. Jurnal Budaya Nusantara.
Aprianti, R., Hastuti, A., & Hidayatullah, M. (2025). Representasi Pesan Moral pada Film Like & Share (Semiotika Roland Barthes). Jurnal Ilmu Komunikasi, 9(1), 15–26.
Asri, R. (2020). Membaca Film Sebagai Sebuah Teks: Analisis Isi Film “Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI)”. Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial, 1(2), 74–78.
Beatty, A. (2009). A Shadow Falls: In the Heart of Java. London: Faber and Faber.
Chandler, D. (2017). Semiotics: The Basics (3rd ed.). London: Routledge.
Corrigan, T., & White, P. (2021). The Film Experience: An Introduction (6th ed.). Boston: Bedford/St. Martin's.
Damayanti, A., Prasetyo, R., & Wibowo, T. (2024). Semiotik Lagu Cundamani dan Nilai Budaya Jawa. Jurnal Bahasa dan Budaya Nusantara.
Efendi, E., Siregar, I. M., & Harahap, R. R. (2024). Semiotika Tanda dan Makna. Dawatuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 4(1), 154–163. https://journal.laaroiba.ac.id/index.php/dawatuna/article/view/3329
Fatimah, F. (2020). Semiotika dalam Kajian Iklan Layanan Masyarakat (ILM). Gowa: TallasaMedia. ISBN: 978-623-94090-7-4
Hamandia, M. R., Ningsih, C. P. A., & Larasati, S. A. (2024). Analisis Pesan Moral dalam Film Sekawan Limo: (Analisis Semiotika Roland Barthes). Jurnal Desain Komunikasi Visual. https://doi.org/10.47134/dkv.v2i2.4080
Hapsari, K. (2024). Representasi Nilai Tradisi dalam Budaya Malam Satu Suro. Compe: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam, 11(1), 44–53.
Harun, S., Kasman, N., Yusmah, & Kamal. (2025). Analisis Alih Kode dan Campur Kode Percakapan Tokoh-Tokoh dalam Film ‘Sekawan Limo’. JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan), 8(6), 5711–5718. http://jiip.stkipyapisdompu.ac.id
Heryanto, A. (2008). State Terrorism and Political Identity in Indonesia: Fatally Belonging. London: Routledge.
Johnson, E. (2024). Mitos dalam Media dan Pengaruhnya terhadap Persepsi Sosial. Journal of Cultural Media Studies, 10(1), 33–47.
Juliant, T. A. (2024). Representasi Mitos dan Kepercayaan Lokal dalam Film Sekawan Limo: Kajian Semiotika Rolland Barthes. Al-Furqan: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 3(6), 2704–2707. https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan
Khotimah, Khusnul., Setyawan, Katon Galih., Prasetya, Sukma Pradana dan Segara, Nuansa Bayu. 2021. Upaya Perwujudan Nilai – Nilai Pada Siswa Melalui Upacara Grebeg Pancasila Di Kota Blitar. PACIVIC (Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan), 1(2).
Knott, K. (2005). The Location of Religion: A Spatial Analysis. London: Equinox Publishing.
Kurniawan, B. (2022). Sastra Lisan Jawa dan Nilai Simbolisme Tradisional dalam Mitos Gunung. Jurnal Budaya Jawa, 4(1), 22–34.
Kurniawati, N., Fathurrohman, I., & Roysa, M. (2022). Analisis Semiotika Budaya Jawa Tengah pada Film Mangkujiwo Karya Azhar Kinoi Lubis. Buletin Ilmiah Pendidikan, 1(1), 45–54. https://doi.org/10.56916/bip.v1i1.217
Lombard, D. (2008). Nusa Jawa: Silang Budaya, Bagian II: Jaringan Asia. Diterjemahkan oleh Winarsih Arifin, dkk. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Lustyantie, N. (2012). Pendekatan Semiotik Model Roland Barthes dalam Karya Sastra Prancis. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional FIB UI, 19 Desember 2012. Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta.
Maisaroh, S., & Sugiarti, D. N. (2017). Teater Rakyat Gambus Misri: Sebuah Kajian Struktur dan Fungsi. Jurnal Sastranesia, 5(4), 1–3. STKIP PGRI Jombang. http://ejournal.stkipjb.ac.id/index.php/sastra
Milliana, Tabrani, A., & Jazuli, A. (2023). Penyimpangan Seksual Tokoh Mubarak dalam Novel Pendosa yang Saleh Karya Royyan Julian: Kajian Sigmund Freud. Ghâncaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(1), 122–135. https://ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/ghancaran
Muttaqin, K., & Wicaksono, H. (2023). Representasi Kenyamanan dalam Iklan Semen Gresik "Kenyamanan untuk Selamanya". Journal of Multidisciplinary Research and Innovation (JMRI), 1(2), 59-68. Doi: https://doi.org/10.61240/jmri.v1i2.26
Natasari, N. (2023). Analisis Semiotika Roland Barthes pada Representasi Simbolis dalam Film Kembang Api: Kajian terhadap Bahasa Visual dan Makna. Jurnal STARS, 2(1), Mei 2023.
Nofia, A. N. (2023). Analisis Semiotika Roland Barthes pada Representasi Simbolis dalam Film Kembang Api. [Publikasi]. Diakses dari https://osf.io/preprints/inarxiv/vk7q5/
Nugraha, R. (2024). Tren Film Indonesia 2024: Antara Horor dan Budaya Lokal. Media dan Masyarakat, 3(2), 45–58.
Pramitha Sari, A. D., & Setiawan, B. W. (2025). Tradisi Malam Satu Suro sebagai Wujud Implementasi Kerukunan Masyarakat Desa Tambibendo Kabupaten Kediri. Haluan Sastra Budaya, 9(1), 31–34. https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/
Pramono, S. (2019). Makna Waktu dan Ruang dalam Kosmologi Jawa: Kajian Filosofis-Antropologis. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Prasetyaningrum, D. I. (2018). ESP Students’ Responses to Task-Based Language Teaching (TBLT) Implementation. In The First International Conference on Teacher Training and Education (ICOTTE 2018) (pp. 119–126). Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Malang. https://www.researchgate.net/publication/349195040
Prasetyo, A. (2023). Kearifan Ekologis dalam Mitos Larangan Mendaki Gunung di Jawa. Jurnal Lingkungan dan Budaya, 8(2), 103–112.
Prasetyo, H. (2021). Refleksi Sosial dalam Tradisi Malam 1 Suro. Jurnal Tradisi dan Budaya, 6(2), 100–110.
Pratiwi, A. F., & Afidah, N. (2022). Makna Simbolik dalam Ritual Budaya Jawa. Jurnal Ilmu Budaya, 8(1), 33–41.
Rahmawati, L., Munandar, A., & Widodo, R. (2022). Spiritualitas dan Tradisi Jawa pada Malam 1 Suro. Jurnal Kepercayaan dan Kearifan Lokal, 5(2), 25–37.
Rahmawati, S., dkk. (2022). Makna Spiritual Malam 1 Suro dalam Tradisi Jawa. Jurnal Kepercayaan dan Budaya Nusantara, 3(2), 45–57.
Rohman, I. M. F. (2024). Fetisisme Samurai Dalam Novel Tokaido Inn Karya Dorothy dan Thomas Hoobler. Skripsi. Universitas Islam Malang.
Santoso, M. (2024). Representasi Tradisi dalam Film Indonesia Modern: Kajian Sastra Visual. Jurnal Kajian Film dan Budaya, 5(1), 67–79.
Sari, D. A. (2023). Mitos sebagai Identitas Budaya dalam Tradisi Jawa. Jurnal Penelitian Budaya, 9(1), 20–30.
Sekar Ayu, S. (2022). Representasi Konstruksi Sosial Kepercayaan terhadap
Setiawan, D. (2021). Gunung sebagai Ruang Sakral dalam Tradisi Jawa. Jurnal Antropologi Budaya, 2(3), 88–99.
Simanungkalit, T., Putri, A., & Rahayu, N. (2025). Roh Gaib dan Ritual Gunung dalam Representasi Film. Jurnal Mistika Nusantara, 6(1), 41–53.
Suryawan, I. (2021). Tradisi dan Modernitas dalam Film Horor Indonesia. Jurnal Seni dan Media, 7(2), 141–153.
Suryo, D. (2018). Spiritualitas Jawa di Era Digital: Transformasi, Negosiasi, dan Kontinuitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sutanto, D. (2020). Humor dalam Film Horor Komedi Indonesia. Jurnal Film dan Televisi, 4(2), 56–67.
Tabrani, Akhmad, and Ach Jazuli. “Penyimpangan Seksual Tokoh Mubarak dalam Novel Pendosa yang Saleh Karya Royyan Julian: Kajian Sigmund Freud.” GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 5.1 (2023): 122-135.
Tabrani, Akhmad. “Menyoal Sastra dan Nonsastra dalam Khazanah Sastra Indonesia.” The First International Conference on Teacher Training and Education. 2018.
Ubaidillah, A., & Mukhsin, M. (2024). Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Film “Agak Laen”. Jurnal Ilmu Komunikasi Visual, 4(1), 25–38.
Ubaidillah, A., & Mukhsin, M. (2024). Analisis Semiotika Roland Barthes pada Film Agak Laen. Jurnal Komunikasi Visual, 5(1), 12–23.
Ubaidillah, M., & Patriansah, M. (2024). Analisis Semiotika Roland Barthes pada Film "Agak Laen" Produser Studio Imajinari. VisART: Jurnal Seni Rupa dan Desain, 02(01), 49-65. Doi: https://doi.org/10.61930/visart.v2i1.664
Wibisono, P., & Sari, Y. (2021). Analisis Semiotika Roland Barthes dalam Film Bintang Ketjil Karya Wim Umboh dan Misbach Yusa Biran. Jurnal Dinamika Ilmu Komunikasi, 1(1), 30-43. Doi: https://doi.org/10.32509/dinamika.v7i1.1406
Widiastuti, M. (2022). Pantangan dalam Tradisi Malam 1 Suro. Jurnal Kearifan Lokal Indonesia, 6(1), 78–86.
Refbacks
- There are currently no refbacks.