NARASI EKSISTENSIALISME DALAM NOVEL PUKUL SETENGAH LIMA KARYA RINTIK SEDU
Abstract
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kebebasan dan tanggug jawab yang terdapat dalam kutipan narasi pada novel Pukul Setengah Lima karya Rintik Sedu. Novel tersebut menggambarkan pengalaman eksistensial oleh tokoh Alina dalam pencariannya untuk mencari identitas diri serta pergulatan batin yang dialaminya Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif serta pendekatan eksistensialisme untuk mendeskripsikan kutipan narasi dalam novel yang mengandung konteks kebebasan dan tanggung jawab dengan perspektif Jean Paul Sartre. Data dalam penelitian dikumpulkan dengan melalui teknik simak catat, klasifikasi, interpretasi, serta disajikan dengan sistematis. Hasil penelitian kebebasan Alina tercermin melalui setiap pilihan dalam hidupnya dan terciptanya identitas palsu (Marni), sedangkan tanggung jawab tercermin melalui setiap konsekuensi yang didapatkan dari pilihan yang telah dijalaninya. Bentuk kebebasan dan tanggung jawab tersebut memenuhi indikator condemend to be free (dikutuk untuk bebas), existence precedes essence (eksistensi mendahului esensi), dan absolute responsibility (tanggung jawab mutlak) yang merupakan konsep eksistensialisme Sartre. Terpenuhinya tiga indikator ini menunjukkan bahwa makna dalam hidup terbentuk melalui setiap pilihan yang diambil setiap harinya, maka dalam memilih sesuatu harus selalu mempertimbangkan segala kemungkinan konsekuensi yang akan terjadi. Karena jika tidak diiringi dengan perasaan tanggung jawab dampak yang terjadi akan lebih kompleks dan universal.
Kata kunci : Filsafat Eksistensialisme, Narasi, Novel, Sastra
Full Text:
PDFReferences
Anjelita, S., Rai Laksmi, A., & Komang Widana Putra, I. (2023). Analisis Novel Refrain Karya Winna Efendi Dengan Menggunakan Pendekatan Psikologi Sastra. 6(1), 83-91. https://eprints.unmas.ac.id/id/eprint/2690/
Faiza, H. R. (2021). Eksistensi Religius Novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur Karya Muhidin M. Dahlan. Unisma Repository. http://repository.unisma.ac.id/bitstream/handle/123456789/4120/S1_FKIP_PENDIDIKAN%20BAHASA%20DAN%20SASTRA%20INDONESIA_21701071110_Hilda%20Rahma%20Faiza.pdf?sequence=1&isAllowed=y
Ginting, D. A., & Yuhdi, A. (2023). Eksistensi Perempuan dalam Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori: Kajian Feminisme Eksistensialis dan Relevansinya sebagai Materi Ajar Sastra Indonesia di SMA. Protasis: Jurnal Bahasa, Sastra, Budaya, Dan Pengajarannya, 2(1), 112–127. https://doi.org/10.55606/protasis.v2i1.79
Hairuddin, D., & Radmila, K. D. (2018). Hakikat Prosa dan Unsur-unsur Cerita Fiksi. Jurnal Bahasa, 1(1), 1–6. Retrieved from https://doi.org/10.31227/osf.io/5wt9f
Handoko, A., & Subandi. (2017). Peran Identifikasi Tokoh Wayang dalam Pembentukan Identitas Diri. Jurnal Psikologi, 44(2), 97. https://doi.org/10.22146/jpsi.22793
Ikranegara. D. D. (2021). Eksistensialisme Dalam Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Tour. Repository IAIN Bengkulu. http://repository.iainbengkulu.ac.id/6815/1/SKRIPSI%20DIAH%20DWI%20IKRANEGARA%20PDF.pdf
Lutfi, M. (2023). Eksistensi Manusia dalam Pandangan Jean Paul Sartre dan Sayyed Hossein Nasr. Jurnal Filsafat Indonesia, 6(2), 162–169. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JFI/article/view/56528
Lutfiana, E., & Badrih, M. (2018). Analisis Wacana Kritis Tokoh Utama Dalam Novel Perempuan Di Titik Nol Karya Nawal El-Saadawi (Sara Mills). SASTRANESIA: Jurnal Program Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, 6(2), 1–12. https://doi.org/10.32682/sastranesia.v6i2
Nana, H., Hairina, Y., & Imadduddin, I. (2022). Hubungan antara Self Disclosure dengan Trust pada Suami dan Istri dalam Hubungan Pernikahan di Kota Banjarmasin. Jurnal Al-Husna, 2(2), 147. https://doi.org/10.18592/jah.v2i2.5155
Nurhaeni. (2021). Eksistensi Semu sebagai Fenomena Syndrom Hiperrealitas. Ad-Dariyah: Jurnal Dialektika, Sosial Dan Budaya, 2(1), 64–78. https://doi.org/10.55623/ad.v2i1.63
Nurlatifah, A. S., Azzahra, K., Mulyadi, S.P., Apriani, D. D. T., & Rozak, R. W. A. (2025). Kesejahteraan Psikologis Pada Laki-Laki Yang Mengalami Toxic Relationship. Liberosis: Jurnal Psikologi Dan Bimbingan Konseling, 10(3), 51–60. https://doi.org/10.3287/liberosis.v10i3.10421
Recoba, A. M., & Aesthetika, N. M. (2022). Kebohongan Antarpribadi Di Era Self-Media. Komuniti: Jurnal Komunikasi Dan Teknologi Informasi, 14(2), 215–235. https://doi.org/10.23917/komuniti.v14i2.18340
Regita, E., Luthfiyyah, N., & Marsuki, N. R. (2024). Pengaruh Media Sosial Terhadap Persepsi Diri dan Pembentukan Identitas Remaja di Indonesia. Jurnal Kajian Dan Penelitian Umum, 2(1), 46–52. https://doi.org/10.47861/jkpu-nalanda.v2i1.830
Rofiah, C. (2024). Cyberfenomenologi dan Evolusi Identitas Manusia Dalam Dunia Media Sosial: Pendekatan Studi Kualitatif. Develop, 8(2), 136-160. https://doi.org/10.25139/dev.v8i2.9079
Sartre, J.-P. (1946). Existentialism is a humanism (P. Mairet, Trans.). Retrieved February 2005, from https://www.marxists.org/reference/archive/sartre/works/exist/sartre.htm
Sartre, J.-P. (1966). Being and nothingness: A phenomenological essay on ontology (H. E. Barnes, Trans.). Washington Square Press. (Original work published 1943)
Siswadi, G. A. (2023). Cinta Dalam Perspektif Filsafat Eksistensialisme Jean-Paul Sartre. Sanjiwani: Jurnal Filsafat, 14(1), 1–12. https://doi.org/10.25078/sjf.v14i1.160
Siswadi, G. A. (2024). Filsafat Manusia: Memahami Manusia Sebagai Homo Complexus 14(1), 1-12. https://www.researchgate.net/publication/377951590
Yusanto, Y. (2020). Ragam Pendekatan Penelitian Kualitatif. Journal of Scientific Communication (Jsc), 1(1), 1–13. https://doi.org/10.31506/jsc.v1i1.7764
Refbacks
- There are currently no refbacks.