Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Pada Materi Persamaan Linier Satu Variabel Ditinjau Dari Gaya Belajar Peserta Didik Kelas Vii Di Smp Putri Al Irsyad Al Islamiyyah Malang
Abstract
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik pada materi Persamaan Linier Satu Variabel (PLSV) ditinjau dari gaya belajar, yaitu visual, auditorial, dan kinestetik. Penelitian dilaksanakan di SMP Putri Al Irsyad Al Islamiyyah Malang dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tiga peserta didik kelas VII yang dipilih berdasarkan hasil angket gaya belajar dan kemampuan dalam menyelesaikan soal PLSV. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, tes pemecahan masalah, dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data mengacu pada tahapan pemecahan masalah menurut Polya, yaitu: memahami masalah, merencanakan pemecahan, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peserta didik dengan gaya belajar visual hanya memenuhi satu indikator dari empat indikator yaitu merencanakan pemecahan masalah. Peserta didik dengan gaya belajar visual cenderung mampu memvisualisasikan informasi dan menyelesaikan masalah secara sistematis; (2) peserta didik dengan gaya belajar auditorial memenuhi dua indikator pada soal nomor 1 yaitu memahami masalah dan melaksanakan rencana pemecahan masalah dan memenuhi empat indicator pada soal nomor 2. Peserta didik dengan gaya belajar auditorial memahami masalah melalui penjelasan lisan dan mampu berdiskusi untuk menemukan solusi; dan (3) peserta didik dengan gaya belajar kinestetik memenuhi semua indikator kemampuan pemecahan masalah matematis yaitu memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah, serta memeriksa kembali kebenaran jawaban. peserta didik dengan gaya belajar kinestetik lebih memahami materi melalui praktik langsung, namun mengalami kesulitan dalam tahapan perhitungan dan evaluasi akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan gaya belajar visual mampu memahami masalah dengan cara memvisualisasikan informasi ke dalam bentuk gambar atau simbol matematika dan mampu menyusun strategi penyelesaian secara sistematis. Peserta didik dengan gaya belajar auditorial cenderung memahami informasi melalui penjelasan verbal, memiliki kemampuan berdiskusi, dan mampu mengembangkan solusi melalui komunikasi dua arah, meskipun terkadang kurang teliti dalam perhitungan. Sementara itu, peserta didik dengan gaya belajar kinestetik menunjukkan pemahaman yang baik melalui aktivitas langsung dan praktik, namun mengalami kesulitan pada tahap perhitungan dan evaluasi akhir karena kurang mampu melakukan refleksi atas solusi yang diperoleh. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa gaya belajar memberikan pengaruh terhadap strategi dan tingkat keberhasilan peserta didik dalam memecahkan masalah matematika. Oleh karena itu, guru disarankan untuk memahami gaya belajar peserta didik guna mengoptimalkan proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis.
Kata kunci: Kemampuan pemecahan masalah, gaya belajar, persamaan linier satu variabel, visual, auditorial, kinestetik.
Full Text:
PDFReferences
Aleyda, V. (2019). Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Pada Siswa. Jurnal Pendidikan Matematika, 5(1), 1-7.
Aliah, S. N. (2020). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Dan Disposisi Matematika Siswa Pada Materi SPLDV. JPMI (Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif) (Online). Vol 3 (2), 91-98.
Anggraini, R. R. (2021). Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VIII ditinjau dari Gaya Belajar. AKSIOMA: Jurnal Matematika dan endidikan Matematika, Vol. 12, No. 1, 31-41.
Asri, F. M. (2019). Deskripsi Pemahaman Konsep Matematika Siswa Ditinjau dari Intensitas Penggunaan E-Learning Quipper Video. Issues in Mathematics Education, Vol. 3, No. 2, 148-161.
Astutiani, R. I. (2019). Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika dalam Menyelesaikan Soal Cerita Berdasarkan Langkah Polya. SEMINAR NASIONAL PASCASARJANA 2019, 297-303.
Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). California: SAGE Publications, Inc.
DePorter, B. &. (2011). Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman Dan Menyenangkan. Bandung: PT Mizan Pustaka.
Hernawati, L. &. (2021). Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Peserta Didik Pada Penerapan E-Learning Berbasis Google Classroom. Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 05, No. 02, 1616-1625.
Prihasyto, M. H. (2019). Pendekatan Problem Centered Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Kemandirian Belajar Matematika Ditinjau Dari Gaya Belajar. TIRTAMATH: Jurnal Penelitian Dan Pengajaran Matematika (Online). Vol 1 (1).
Rahayu, L. D. (2019). Peran Pendidikan Matematika Di Era Globalisasi. Prosiding Sendika 5(1), 34–41.
Rijali, A. (2019). Analisis Data Kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah (Online). Vol 17 (33):81.
Sari, M. Y. (2021). Perbedaan Kemampuan Pemecahan Masalah Dari Penerapan Problem Solving Dan Problem Posing Pada Siswa SMA. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (Online). Vol 10 (3), 471-482.
Simatupang, R. E. (2020). Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Dan Self-Efficacy Siswa Pada Pembelajaran Problem Based Learning. PARADIKMA JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Pedagogik (Online). Vol 13 (1), 29–39.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kombinasi (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Yanti, J. R., Suyoto, & Hidayah Nur. (2024). Analisis Gaya Belajar Peserta Didik dalam Upaya Mengimplementasikan Pembelajaran Berdiferensiasi. Jambura Journal of Community Empowerment (JJCE), Volume (5) Nomor (2), 368-376.
Refbacks
- There are currently no refbacks.