Perkembangan Media Pembelajaran Interaktif Dengan Aplikasi Articulate Storyline Untuk Meningkatkan Keterampilan Kognitif Pendekatan Saintifik Peserta Didik Di Era Pandemi

Alvin nurcahya, Dyah Werdiningsih, Prayitno Tri Laksono

Abstract


Abstrak: Setiap proses kegiatan pasti ada arah tujuan yang hendak dicapai, demikianhalnya dengan proses belajar mengajar, sehingga guru digarapkan memiliki strategi tertentu agar tujuan mengajar benar-benar efektif dan efisien dapat tercapai. Penggunaan media pembelajaran dapat membantu dalam proses belajar mengajarsehingga makna yang dapat disampaikan menjadi sangat jelas rinci dan mempunyai makan tujuan Pendidikan atau pembelajaran yang dapat tercapai dengn efektif danefisien. Hasil belajar merupakan hasil yang diberikan kepada siswa berupapenilaiansetelah mengikuti proses tujuan pembelajaran dengan dengan penilaianpengetahuan, sikap, keterampilan pada diri siswa dengan adanya perubahantingkahlaku. Media pembelajaran ini berfungsi sebagai salah satu sumber belajar bagi siswadan guru sehingga materi pembelajaran dapat lebih efisien dan membentukpengetahuan nilai tangkap bagi siswa. Mengembangkan media interaktif berbasis articulate storyline terhadapminatbelajar peserta didik pada pembelajaran tematik. Subjek dalampenelitian ini adalahpeserta didik pada SMP Negeri 2 Dringu Kabupaten Probolinggo pada kelasVIII Ddengan jumlah 32 siswa. Metode penelitian dengan R&D menggunakanmodel pengembangan ADDIE yang meliputi 5 tahapan, yaitu 1) analysis (analisis), 2) design(perancangan), 3) development (pengembangan), 4) implementation (implementasi), 5) evaluation (evalusi). Untuk mengetahui kevalidan media ini, dilakukanuji pakarmedia dan uji pakar terhadap pemateri. Sedangkan kepraktisan dari mediaini dengan melakukan ujicoba terbatas dengan melibatkan 6 peserta didikyangkemudian diberikan angket, untuk respon peserta didik terhadap mediayangdikembangkan. Dalam hasil pembelajaran interaktif berbasis software articulate storylineini yang layak berdasarkan aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Mediainteraktif berbasis articulate storyline terbukti valid, dengan hasil persentase87%untuk uji pakar media dan materi. Media interaktif berbasis articulate storylineterbukti praktis berdasarkan hasil angket respon dari peserta didik, denganhasil persentase 88,15% Hasil perhitungan dalam tabel diatas , didapat koefisien sebesar 0,577untuk hipotesa nomor satu, sedangkan berdasar tabel nilai r Product Moment nilai dengannilai kotrelasi N=32 untuk taraf kepercayaan 5% terdapat koefisien 1,995. Jadi dengan demikian maka koefisien korelasi yang diperoleh lebih besar dari tabel nilai r Product Moment dengan taraf kepercayaan 5%, yang berarti bahwahopotesa nihil (H 0) ditolak. Sedangkan hipotesa alternatif (H 1) diterima. Sehinggadapat disimpulkan bahwa antara pembelajaran interaktif dengan aplikasi articulatestoryline untuk meningkatkan keterampilan kognitif ada hubungan. Hasil dari perhitungan untuk hipotesa nomor dua dalamtabel di atasdidapatkoefisien korelasi sebesar 1,995. Sedangkan berdasar tabel nilai r Product Momentnilai dengan nilai kotrelasi N=32 untuk taraf kepercayaan 5% adalah 1,995dantarafkepercayaan 1% didapat 0,577. Jadi dengan demikian maka koefisien korelasi yang diperoleh lebihkecil dari tabel nilai r Product Moment dengan taraf kepercayaan 5%, maupuntarafkepercayaan 1% yang berarti bahwa hopotesa nihil (H 0) diterima. Sedangkanhipotesa alternatif (H 1) ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa antaraantarapembelajaran interaktif dengan aplikasi articulate storyline untuk meningkatkanketerampilan kognitif tidak ada hubungan. Kesimpulan yang diperoleh bahwa media pembelajaran interaktifmenggunakan software Articulate Storyline keterampilan kognitif pendekatansaintifik peserta didik untuk siswa peserta didik memperoleh skor validitas dari ahli sebesar 0,87 yang berarti sangat valid. Media pembelajaran interaktif menggunakansoftware Articulate Storyline siswa paham menggunakan software ArticulateStoryline skor kepraktisan dari uji coba kelompok kecil dan sebesar 88,15%dengankategori sangat praktis, sehingga dari hasil tersebut maka, media pembelajaraninteraktif Articulate Storyline layak dan praktis untuk digunakan dalamprosespembelajaran. Dengan manfaat dan tujuan pembelajaran, pertama memberikanpedoman bagi guru untuk mencapai titik tujuan pembelajaran sehinggadapatmenjelaskan materi pembelajaran dengan urutan yang sistematis dantujuanmembantu dalam penyajian materi yang menarik untuk meningkatkankualitaspembelajaran. Kedua, dapat meningkatkan motivasi dan minat dan bakat belajarsiswa sehingga siswa dapat berpikir dan menganalisis materi pembelajaranyangdiberikan oleh guru dengan baik dengan situasi belajar yang menyenangkandansiswa dapat memahami materi pembelajaran dengan mudah.

Kata kunci : Media Pembelajaran interaktif, articulate storyline.


Full Text:

PDF

References


Blakey, E., & Spence, S. 1990. Mengembangkan metakognisi. Layanan Reproduksi

Eric No. ED327218. Krathwohl, DR 2002. Revisi Taksonomi Bloom: Tinjauan –TheoryIntoPractise. Universitas Negeri Ohio: Sekolah Tinggi Pendidikan

Kuhn, D. 1999. Perkembangan Metakognitif. Dalam L. Balter & CS Tamis-LeMonda(Eds.), Psikologi anak. Sebuah buku pegangan isu-isu kontemporer (hlm. 259- 286). Philadelphia: Pers Psikologi

Santoso, HB, & Purwandari, B. 2017. Menyelidiki Kemampuan Metakognitif SiswaSaat Mengerjakan Proyek Pengembangan Sistem Informasi. ForumPendidikanTeknik Dunia (WEEF) ke-7, 478–483

Veenman, MVJ, Van Hout-Wolters, BHAM, & Afflerbach, P. 2006. Metakognisi danpembelajaran: pertimbangan konseptual dan metodologis. Metakognisi danPembelajaran, 1(1), 3–14. Zhussupova, R., & Kazbekova, M. 2016. Strategi Metakognitif sebagai PoindalamMengajar Pemahaman Membaca. Procedia - Ilmu Sosial dan Perilaku, 228(Juni), 593–600. https://maglearning.id/2019/05/22/media-pembelajaran-interaktif/

Suyono dan Hariyanto. 2016. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT Remaja

Rosdakarya. Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktek. Jakarta: RinekaCipta. Arsyad, A. (2013). Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Munadi, Y. (2013). Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: GaungPersada Press. Priyambodo, E., Wiyarsi, A., & Permanasari, L. (2012). Pengaruh media pembelajaraninteraktif berbasis web terhadap motivasi belajar mahasiswa. Jurnal Kependidikan:

Penelitian Inovasi Pembelajaran, 42(2): 99-109. Rianto, R. (2020). Pembelajaran Interaktif Berbasis Articulate Storyline 3. IndonesianLanguage Education and Literature, 6(1), 84-92

Trianto. (2004). Model Pembelajaran terpadu Konsep, Strategi Dan Implementasinya

Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Septikasari, R., & Frasandy, R. N. (2018). Keterampilan 4C Abad 21dalamPembelajaran Pendidikan Dasar. Tarbiyah al-Awlad, 8(2), 107-117. Siahaan, M. (2020). Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Dunia Pendidikan. DampakPandemi Covid-19 Terhadap Dunia Pendidikan, 20(2). Arsyad, A. 2013. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Articulate Storyline untuk media pembelajaran Guru SD. Di

http://pusdatin.kemdikbud.go.id (diakses pada tanggal 18 Agustus 2020)

Daryanto. 2010. Media Pembelajaran: Peranannya Sangat Penting dalamMencapai

Tujuan Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media

Daryanto. 2015. Media Pembelajaran. Bandung: Satu Nusa Studio

Dimyati. 2013. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta :Rineka Cipta

Arwanda, P., Irianto, S., & Andriani, A. (2020). Pengembangan Media PembelajaranArticulate Storyline Kurikulum 2013 Berbasis Kompetensi Peserta

Siahaan, M. (2020). Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Dunia Pendidikan. DampakPandemi Covid-19 Terhadap Dunia Pendidikan, 20(2). Undang-Undang RI. No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Permendikbud No 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar danMenengah. Jakarta: Depdiknas

Permendiknas No.22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Jakarta: Depdiknas

Permendikbud No 37 Tahun 2018 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi DasarPelajaran Kurikulum 2013 Pendidikan Dasar dan Menengah Jakarta: Depdiknas


Refbacks

  • There are currently no refbacks.