NILAI EKOLOGI SASTRA PADA SERI NOVEL OKKY MADASARI DALAM KAJIAN EKOLOGI LATERAL
Abstract
Abstrak: Penelitian ini membahas nilai ekologi dalam Seri Mata karya Okky Madasari dengan menggunakan pendekatan ekologi lateral dalam kajian sastra. Fokus penelitian ini adalah menganalisis bagaimana nilai-nilai ekologis direpresentasikan dalam novel melalui karakter, alur cerita, dan simbolisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pesan ekologis yang terkandung dalam teks serta memahami bagaimana narasi sastra dapat menjadi medium dalam membangun kesadaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks berdasarkan pendekatan ekokritik. Data dikumpulkan melalui pembacaan mendalam terhadap novel, pencatatan kutipan yang relevan dengan nilai-nilai ekologi, serta analisis mendalam terhadap pola yang muncul. Nilai-nilai ekologi dikategorikan dalam aspek karakter, yang mencerminkan sikap tanggung jawab, kepedulian, dan perlindungan terhadap lingkungan; plot, yang menggambarkan perjuangan, keberanian, dan penyelamatan ekosistem; serta simbolisme, yang merepresentasikan elemen-elemen alam seperti gunung, laut, dan makhluk hidup sebagai bagian dari pesan ekologis yang lebih luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Seri Mata tidak hanya menghadirkan cerita petualangan, tetapi juga memiliki muatan ekologi yang kuat. Sebanyak 23 kutipan utama dianalisis, dengan dominasi aspek karakter (52,17%), plot (30,43%), dan simbolisme (17,39%). Narasi dalam novel ini menegaskan bahwa alam harus dihormati dan dilestarikan, serta mengajarkan bahwa eksploitasi lingkungan membawa konsekuensi bagi manusia dan ekosistem. Dengan demikian, sastra dapat menjadi sarana efektif dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dan mengajak pembaca untuk lebih peduli terhadap kelestarian alam.
Kata kunci: ekologi lateral, ekokritik, nilai ekologi, sastra lingkungan, Seri Mata
Full Text:
PDFReferences
As-Sayyidi, N. (2016). Pendidikan Ekologi Perspektif Islam. HIKMATUNA: Journal for Integrative Islamic Studies, 2(2), 177–209. https://doi.org/10.28918/hikmatuna.v2i2.959
Damono, S. D. (2011). Pengarang, Karya Sastra Dan Pembaca. LiNGUA: Jurnal Ilmu Bahasa Dan Sastra, 1(1), 22–37. https://doi.org/10.18860/ling.v1i1.540
Garrard, G. (2004). Ecocriticism ((1st ed.)).
Harsono, S. (2008). Ekokritik: Kritik Sastra Berwawasan Lingkungan. Encyclopedia Britannica, 32(1), 31–50.
Herlina. (2017). PERMASALAHAN LINGKUNGAN HIDUP DAN PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN DI INDONESIA Oleh : Nina Herlina, S.H., M.H. *) ABSTRAK. Unigal.Ac.Id, 3(2), 1–16.
Masterson, V. A., Stedman, R. C., Enqvist, J., Tengö, M., Giusti, M., Wahl, D., & Svedin, U. (2017). The contribution of sense of place to social-ecological systems research: A review and research agenda. Ecology and Society, 22(1). https://doi.org/10.5751/ES-08872-220149
Rofik, M., & Mokhtar, A. (2021). Pencemaran Dalam Lingkungan Hidup. Seminar Keinsinyuran Program Studi Program Profesi Insinyur, 1(1), 102–105. https://doi.org/10.22219/skpsppi.v1i0.4210
Wirakusumah, S. (2019). Dasar-dasar ekologi bagi populasi dan komunitas.
Refbacks
- There are currently no refbacks.