PENGEMBANGAN MODUL AJAR TEKS CERITA RAKYAT BERBASIS BUDAYA LOKAL FOLKLOR ASAL USUL TEMPAT DI KABUPATEN PASURUAN

Maslihatul Fu’adah

Abstract


Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar teks cerita rakyat kelas X berbasis budaya lokal folklor asal usul tempat di Kabupaten Pasuruan, serta mengetahui kelayakan modul ajar dan respon peserta didik terhadap penggunaan modul ajar. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan 4-D oleh Thiagarajan (1974) dengan tiga tahapan yang telah dimodifikasi, yaitu 1) pendefinisian (define), 2) perancangan (desain), dan 3) pengembangan (development). Hasil pengembangan yang diperoleh berupa modul ajar yang disesuaikan dengan format sistematika Kurikulum Merdeka terdiri dari 1) informasi umum, 2) komponen inti, dan 3) lampiran. Bahan bacaan teks cerita rakyat dalam modul ajar meliputi kisah legenda Gunung Bromo, asal usul Banyubiru, dan legenda Danau Ranu Grati. Uji kelayakan modul ajar dilakukan dengan 1) validasi ahli materi memperoleh skor 93,3% dengan kriteria sangat layak/sangat valid, 2) validasi ahli media/kegrafikan memperoleh skor 78,4% dengan kriteria layak/valid, 3) validasi ahli bahasa memperoleh skor 93,6% dengan kriteria sangat layak/sangat valid, 4) praktisi guru bahasa Indonesia memperoleh skor 92 % dengan kriteria sangat layak/sangat valid, dan 5) respon peserta didik kelas X MA YTI Nguling memperoleh skor 93,5% dengan kategori sangat praktis. Berdasarkan data hasil penilaian tersebut disimpulkan bahwa modul ajar teks cerita rakyat berbasis folklor asal usul tempat di Kabupaten Pasuruan dapat diimplementasikan dalam pembelajaran di sekolah.

Kata Kunci: pengembangan, modul ajar, teks cerita rakyat, budaya lokal, folklor


Full Text:

PDF

References


Ambarwati, A. (2014). Penulisan Cerita Bergambar Berbasis Pengetahuan Lokal Indonesia Bagi Peserta didik Sekolah Dasar Kelas Rendah (7-9 Tahun). In Seminar Internasional Membangun Peradaban Bangsa melalui Politik Bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional dan Bahasa Pengetahuan (Vol. 1, No. 1, p. 530).

Ambarwati, A. (2019). Pengembangan buku elektronik bertema keberagaman pangan pokok untuk mendukung gerakan literasi di SMA-SMK. Basindo, 3(1), 65-74.

Ambarwati, A., & Siswiyanti, F. (2014). Model Infografik Gastronomi Sastra Indonesia untuk Mengembangkan Kemahiran Membaca Sastra Siswa SMA. In Seminar na (p. 239).

Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT Rineka Cipta

Badrih, M. (2018). Sastra lisan (kèjhung) sebagai tfransformasi simbol pendidikan berkarakter budaya daerah. International Good Practices in Education Diciplines and Grade Leve, 289-303.

Carolinaliwati, C., Usadiati, W., & Misrita, M. (2021). The Use of Youtube Video by Non-English Major Students for Speaking Skills.

Cholilah, M., Tatuwo, A. G. P., Rosdiana, S. P., & Fatirul, A. N. (2023). Pengembangan Kurikulum Merdeka Dalam Satuan Pendidikan Serta Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran Abad 21. Sanskara Pendidikan dan Pengajaran, 1(02), 56-67.

Endraswara, Suwardi. 2013. Metodologi Penelitian Sastra: Epistemologi, Model, Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: CAPS.

Famsah, S., & Ambarwati, A. (2022). Pemanfaatan anekdot dalam membuat komik strip bertema sosial bagi peserta didik SMK bidang Animasi: Kajian sastra interdisipliner. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 8(2), 303-316.

Fatirul, A. N., & Walujo, D. A. (2022). Metode Penelitian Pengembangan Bidang Pembelajaran (Edisi Khusus Mahasiswa Pendidikan dan Pendidik). Pascal Books.

Martha, N. U., & Andini, N. P. (2019). Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Cerita Rakyat Kabupaten Banjarnegara. Jurnal Inovasi Pembelajaran, 5(2), 2443-1591.

Masrura, L., & Suryani, I. (2023). Analisis Kebutuhan Pengembangan Bahan Ajar Menulis Cerita Fantasi Pada Kurikulum Merdeka Belajar. LITERASI: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia Dan Daerah, 13(2), 430-441.

Maulida, U. (2022). Pengembangan modul ajar berbasis kurikulum merdeka. Tarbawi: jurnal pemikiran dan pendidikan islam, 5(2), 130-138.

Maydiantoro A. 2021. Model-Model Penelitian Pengembangan (Research and development). J Pengemb Profesi Pendidik Indones. 1(2):29–35.

Muslihah, N. N., & Dewi, R. (2020). Kepewarisan nilai budaya dalam Mite Silampari sebagai folklor lisan pada masyarakat. Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran), 4(1), 1-23.

Parmini, N. P. (2015). Eksistensi Cerita Rakyat dalam Pendidikan Karakter Siswa SD di Ubud. Jurnal Kajian Bali, 05(02), 441–460.

Prasetyo, M. D., Hamdani, M. T., Vintoko, Y., Aufa, A. M., Utomo, A. P. Y., & Mijianti, Y. (2023). Analisis Kalimat pada Teks Cerita Rakyat dalam Buku Sosiologi Kelas XI Kurikulum Merdeka. Student Scientific Journal, 1(5), 30-57.

Saidah, K., & Damariswara, R. (2019). Pengembangan Bahan Ajar Materi Dongeng Berbasis Pengetahuan Lokal Jawa Timur Bagi Peserta didik Kelas 3 Sd. Premiere Educandum, 9(1), 73-81.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: PT Alfabet.

Wahyuni, S., Ambarwati, A., Junaidi, N. F. N., Ghony, J., & Osman, Z. (2022). Model Authentic Assessment dalam Pembelajaran Sastra Terintegrasi Karakter Multikultural. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 11(1), 134-150.

Widayanti, F.D. (2013). Pentingnya Mengetahui Gaya Belajar Siswa dalam Kegiatan Pembelajaran di Kelas. ERUDIO, 2(1), 7-21.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.