Nilai Pendidikan Karakter Dalam Novel Lebih Senyap Dari Bisikan Karya Andina Dwifatma

Ahmad Jauhari Zuhair

Abstract


Artikel: Pada era globalisasi kemajuan teknologi yang pesat, berkurangnya nilai moralitas telah menjadi perhatian utama dalam pembentukan karakter individu, terutama dalam konteks pendidikan karakter. Pendidikan karakter hadir sebagai suatu proses yang memenuhi kebutuhan peserta didik untuk menjadi manusia yang berkarakter baik, cerdas, baik hati, sehat jasmani, dan hidup sesuai perasaan dan niat. Pembahasan penelitian ini diarahkan pada nilai pendidikan karakternya sebagai tokoh utamanya di novel Lebih Senyap Dari Bisikan yang dapat disajikan melalui cerita-cerita tentang kehidupan masyarakat, sehingga dapat memahami segala kompleksitas dan konflik dalam kehidupan para tokohnya.
Penelitian ini memiliki orientasi pendidikan karakter yakni karakter religius,
keteladanan dan mandiri yang ada pada tokoh dituliskan atau dicurahkan oleh
seorang pengarang dalam karya sastra prosa fiksi yang telah ditulisnya. Karakter
tersebut nantinya akan diteliti dari proses bagaimana seorang tokoh tersebut
menjalankan perannya berkarakter dalam novel. Penelitian ini mengkaji nilai-nilai
pendidikan karakter dalam novel Lebih Senyap Dari Bisikan karya Adinda
Dwifatma. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan
metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel tersebut
mengandung nilai-nilai pendidikan karakter religius, keteladanan, dan kemandirian.
2
(1) Hasil penelitian bentuk nilai religius tercermin dalam sikap dan perilaku tokoh
utama, Amara, yang taat beribadah, memiliki iman yang kuat, dan berakhlak mulai.
Misalnya, Amara selalu menjalankan ibadah salat lima waktu, memiliki keyakinan
yang kuat bahwa Tuhan akan selalu menolongnya, dan selalu berusaha untuk
berbuat baik kepada orang lain. (2) Hasil penelitian bentuk nilai keteladanan
tercermin dalam sikap dan perilaku Amara yang dapat dijadikan contoh bagi orang
lain. Misalnya, Amara selalu bersikap jujur, bertanggung jawab, dan peduli
terhadap orang lain. Mereka juga selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih
baik dan bermanfaat bagi orang lain. (3) Hasil penelitian bentuk nilai kemandirian
tercermin dalam sikap dan perilaku Amara yang mampu menghadapi masalah
sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Misalnya, Amara selalu berusaha untuk
menyelesaikan masalahnya sendiri, tidak mudah menyerah, dan selalu berusaha
untuk berdiri di atas kakinya sendiri.
Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa karya sastra dapat menjadi sarana
yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter. Karya sastra dapat
memberikan contoh dan teladan bagi pembacanya, sehingga dapat membantu
membentuk karakter mereka.

Kata kunci: Pendidikan Karakter, Profil Pelajar Pancasila, Novel, Religius,
Keteladanan, Kemandirian.


Full Text:

PDF

References


Burhan. Nurgiyantoro. 2013. Teori Pengkajian Fiksi Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Darmono. 2020. Sosiologi Sastra. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Rokhmansyah. 2014. Studi dan Pengkajian Sastra : Perkenalan Awal Terhadap Ilmu Sastra. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Andriyani. 2015. Mengenal filsafat pendidikan. Yogyakarta : Uny Press.

Samani & Hariyanto. 2013. Konsep dan model pendidikan karakter. Bandung : Remaja rosdakarya.

Samani, Muchlas & Hariyanto. 2014. Konsep dan model pendidikan karakter. Bandung : Remaja Rosdakarya Offset

Sidi. 2014. Krisis Karakter Dalam Prefektif Teori Struktural Fungsional. Yogyakarta : Graduate School.

Juwita, R. et al. 2020. Meta Analisis: Perkembangan Teori Struktural Fungsional dalam Sosiologi Pendidikan

Praptono. 2021. Pembentukan Karakter Kepala Sekolah : Direktorat Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud RI

Dewantara, Ki Hadjar. (2013). Ki Hadjar Dewantara: Pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka. Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.

Uchrowi, Zaim. (2013). Karakter Pancasila: Membangun Pribadi dan Bangsa Bermartabat. Balai Pustaka.

Hamid, Hamdani & Saebani, B. Ahmad. 2013. Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Bandung : Pustaka Setia

Semi, M. Atar. 2012. Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa.

Al-Ma’ruf dan Nugrahani. 2017. Pengkajian Sastra: Teori dan Aplikasi. Surakarta: CV. Djiwa Amarta Press.

Desmita.2014. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Fadilah, Rabi’ah, Alim, Zumrudian, Lestari, Baidawi, Elisanti. 2012. Pendidikan Karakter. Bojonegoro: CV Agrapana Media.

Naim. 2012. Character Building Optimalisasi Peran Pendidikan Dalam Pengembangan Ilmu Dan Pembentukan Karakter Bangsa. Jogjakarta : Arruz Media

Faruk. 2017. Metode penelitian sastra sebuah perjalanan awal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Agus Wibowo. 2012. Pendidikan Karakter: Strategi Membangun Karakter Bangsa Berkepribadian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Suyadi. 2013. Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Haq, J. M. 2022. Nilai Estetika Sastra dalam Novel Terjemahan The Silmarillion Karya JRR Tolkien.

https://kurikulum.kemdikbud.go.id/wp-content/unduhan/Dimensi_PPP.pdf (diakses pada 26 Juni 2023)

Karen Armstrong. 2014. Fields of Blood: Religion and the History of Violence.

Al-Imam al-Ghazali, Ihya Ulumuddin (terj), (Jakarta: Republika Penerbit, 2013), cet. II, h.90

Yusuf Qardawi, Tawakal. 2016. Jalan Menuju Keberhasilan dan Kebahagiaan Hakiki, (Jakarta: Al Mawardi Prima), cet. II, h.145

M Quraish Shihab, Tafsir Al Misbah, (Tangerang: Lentera Hati,2016) cet.I h.436

Emha ainun najib. 2019. Allah Tidak Cerewet Seperti Kita Islam Itu Mudah Jangan Dipersulit (Bandung;Mizan Media Utama)

Syekh Ahmad Ibn Atha’ Illah, Al-Hikam Menyelam Kesamudra Ma’rifat Dan Hakekat (Surabaya;Amelia Compotindo 2017)

Nasharuddin, Akhlak : Ciri Manusia Paripurna, (Jakarta: Rajawali Pers, Cet.I,2015)

Mardiyah dan Setiawati. 2014. Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Dini Anak Usia Dini Melalui Model Akuisisi Literasi di Taman Kanak-kanak Cahaya Bangsa Classical School (online).

Tersedia:htttp://repository.upi.edu/6971/2/S_PAUD_1007849_Abstract.pdf (diakses pada 27 juni 2023)

Dimyati dan Mudjiono. 2012. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Soejono, Y. 2019. Pembelajaran Berpikir Kritis dalam Pendidikan Pancasila. Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 2(1), 1-12.

Yusuf, S. 2018. Tanggung Jawab Sosial dalam Pendidikan Pancasila. Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 1(1), 15-24.

Mulyono, H., & Riyanto, I. 2020. Peningkatan Kemampuan Bernalar Kritis dalam Pembelajaran Pancasila melalui Pendekatan Student Active Learning. Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 3(2), 47-54.

Ardianto, D. 2017. Penerapan Bernalar Kritis dalam Pembelajaran Pancasila di Perguruan Tinggi. Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 1(2), 83-96.

Ngalim, S. 2017. Pendidikan Karakter untuk Membentuk Generasi Penerus Bangsa. Jakarta: Rajawali Pers.

Purwanto, Ngalim. 2017. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Zidane Choiri Revikasyah. 2023. Ibu Pendidikan Pertama bagi Seorang Anak. Kompasiana.com (Diakses pada 28 juni 2023)

https://kumparan.com/berita-update/contoh-sikap-pantang-menyerah-pengertian-faktor-dan-dampaknya-1xm4E4FUczH/full (Diakses pada 28 juni 2023)

https://lokerpintar.id/2022/03/23/pantang-menyerah-adalah-pengertian/(Diakses pada 28 juni 2023)

Mustari, Muhammad. 2014. Nilai Karakter Refleksi untuk Pendidikan. Jakarta: PT Raja Gravindo Persada.

Kartadinata, Sunaryo, dkk. 2015. Pendidikan Kedamaian. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Salahudin, Anas dan Alkriencie, Irwanto. 2013. Pendidikan Karakter Pendidikan Berbasis & Budaya Bangsa.Bandung: Pustaka Setia.

Listyarti, Retno. 2012. Pendidikan Karakter dalam Motode Aktif, Inovatif, dan Kreatif.Surabaya: Erlangga.

Jejen Mustofah. 2015. Manajemen Pendidikan: teori, kebijakan, dan praktik. Jakarta: Prenadamedia.

Naim. N. 2012. Character Building Optimalisasi Peran Pendidikan dalam Pengembangan Ilmu dan Pembentukan Karakter Bangsa, Yogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Pahrul Jailani. 2014. Hubungan Antara Disiplin Belajar dan Motivasi Belajar Dengan Hasil Belajar Siswa Di Kelas VA SD Negeri 03 Kota Bengkulu. Skripsi. Bengkulu: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu.

Mulyasih, Puji Sri, dan Nanik Suryani.2016. â€Pengaruh Disiplin Belajar, Lingkungan Keluarga, Dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran Pengantar Administrasiâ€.Economic Education Analysis Journal

Nata, Abuddin. 2016. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Hasbullah. 2015. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rajawali Press.

Surya, Mohamad. 2020. Psikologi Guru (Konsep dan Aplikasi). Bandung: Alfabeta.

Nasution. 2014. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Surna, I. N & Olga D. Pandeirot. 2014. Psikologi Pendidikan 1. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama

Komarudin. 2013. Psikologi Olahraga. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nirwana. 2013. Konsep Diri, Pola Asuh Orang Tua Demokratis dan Kepercayaan Diri Siswa. Jurnal Psikologi Indpnesia, 2(2), 153-161

Puspitaningsih, Irma Tri. 2014. “Hubungan Rasa Percaya Diri Dan Komunikasi Interpersonal Dengan Aktualisasi Diri Siswa Kelas X Smk Negeri 1 Baureno-Bojonegoroâ€. Jurnal BK UNESA. Volume 04 Nomor 01 Tahun 2014, 22 – 27.

Syafitri, Selviana. 2014. “Pengaruh Harga Diri Dan Kepercayaan Diri Dengan Aktualisasi Diri Pada Komunitas Modern Dance Di Samarindaâ€. Jurnal Psikologi, Volume 2, Nomor 2, 2014: 290 – 301.

Sarastika, P. 2014. Buku Pintar Tampil Percaya Diri. Yogyakarta: Araska.

Vandini, I. 2015. Peran Kepercayaan Diri Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa. Jurnal Formatif 5(3) 210-219 ISSN: 2088-351X.

Uno, H. B. 2016. Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Sardiman, A.M. 2014. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.

Uno, H. B. 2017. Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Uno, H. B. 2015. Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Sardiman, A.M. 2018. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.

Surbakti, R. 2015. Psikologi Kepribadian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Vohs, K.D., & Baumeister, R.F. 2016. Handbook of Self-regulation: Research, Theory, and Applications (3rd ed.). New York: Guilford Press.

Ghufron, M.N., & Risnawita, R.S. 2016. Teori-teori Psikologi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Desmita. 2012. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosdakarya.

https://eprints.ums.ac.id/85002/10/Naskah%20Publikasi.pdf (di akses pada 18 oktober 2023)

https://digilib.uinsuka.ac.id/id/eprint/11167/1/BAB%20I,%20IV,%20DAFTAR%20PUSTAKA.pdf (di akses pada 18 oktober 2023)

https://media.neliti.com/media/publications/54472-ID-kajian-psikologi-sastra dan-nilai-pendid.pdf (di akses pada 18 oktober 2023)

https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/download/46265/75676589021 (di akses pada 18 oktober 2023)

https://jurnal.uns.ac.id/Basastra/article/download/35507/23071 (di akses pada 18 oktober 2023)


Refbacks

  • There are currently no refbacks.