PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN AIR (AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN PENALARAN MATEMATIS PADA MATERI KUBUS DAN BALOK KELAS VIII MTSN KOTA BATU

Mavita Rahmawati, Ettie Rukmigarsari, Tri Candra Wulandari

Abstract


Abstrak: Lemahnya kemampuan pemecahan masalah dan penalaran matematis peserta didik pada mata pelajaran matematika, dikarenakan minat peserta didik terhadap matematika masih kurang, sehingga diperlukan model pembelajaran yang berpengaruh, yaitu model pembelajaran AIR (Auditory Intellectually Repetition). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran AIR (Auditory Intellectually Repetition) terhadap kemampuan pemecahan masalah dan penalaran matematis peserta didik kelas VIII MTsN Kota Batu pada materi kubus dan balok. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan true eksperimental design dan desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Populasi yang digunakan adalah kelas VIII MTsN Kota Batu. Pemilihan sampel penelitian menggunakan cluster random sampling, diperoleh kelas VIII-F sebagai kelas kontrol dan kelas VIII-E sebagai kelas eksperimen. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh ada pengaruh model pembelajaran AIR (Auditory Intellectually Repetition) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dan penalaran matematis peserta didik kelas VIII MTsN Kota Batu pada materi kubus dan balok dibuktikan nilai mean SD kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik pada posttest kelas kontrol adalah 71.54 10.618 dan posttest kelas eksperimen adalah 81.35 8.895 dengan p-value = 0,001 dan nilai mean±SD pada pretest kelas eksperimen adalah 53.12±8.126 dan posttest kelas eksperimen 81.35±8.895 dengan p-value = 0,000, dan dibuktikan nilai mean SD kemampuan penalaran matematis peserta didik pada posttest kelas kontrol adalah 68.19 7.020 dan posttest kelas eksperimen adalah 80.19 8.085 dengan p-value = 0,000 dan nilai mean ± SD pretest kelas eksperimen adalah 55.62±8.159 dan posttest kelas eksperimen adalah 80.19±8.085 dengan p-value = 0,000.

Kata kunci: Kemampuan pemecahan masalah matematis, kemampuan penalaran matematis, model pembelajaran AIR (Auditory Intellectually Repetition), kubus dan balok.

 


Full Text:

PDF

References


Astiati. (2020). Analisis Kemampuan penalaran Matematis Peserta Didik MTs dalam Menyelesaikan Soal-Soal Geometri. JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 6-12.

Munawwarah, Surahmat, & Fathani, A. H. (2019). Kemampuan Penalaran dan Pemecahan Masalah Matematis Melalui Model Pembelajaran (AIR) Menggunakan Media Mind Mapping Pada Materi Bilangan Bulat Kelas VII SMP Shalahuddin Malang. Jurnal Pendidikan Indonesia, 91-99.

Nadjamuddin, A. H. (2022). Kemampuan Literasi Numerasi Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika. Jurnal Basicedu, 987-996.

Nuralam, & Maulidayani. (2020). Capaian Kemampuan Penalaran Matematis Peserta Didik dengan Model AIR. Numeracy Journal, 35-48.

Putri, Sulianto, & Azizah. (2019). Analisis Kemampuan Penalaran Ditinjau dari Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis. TSCJ: Thinking Skill and Creativity Journal, 93-102.

Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sipahutar, M. L. (2019). Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa di SMP Negeri 2 Padangsidimpuan, 2(3), 31-41.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.