PERTUNJUKAN TEATER BUMI UNTYK MANUSIA : KAJIAN EKOLOGI

sudrajat kurniawan

Abstract


Abstrak: Akhir-akhir ini di Kota Malang sedang marak terjadinya pergeseran lahan, dari sawah menjadi perkopian, dari sawah menjadi gedung, hotel, perumahan, ataupun ruko-ruko. Hal tersebut tidak lepas dari banyaknya pendatang yang ada di Kota Malang. Mulai dari wisatawan, pelajar, ataupun pebisnis. Hal ini juga mempengaruhi pola kesenian di Kota Malang yang mulai menuangkan keresahannya melalui karya seni terutama di bidang teater. Dari keadaan yang terjadi di Kota Malang yang dulu terkenal dengan kota dingin dan kota bunga, hari ini bergeser malang tak dingin dan jarang ditemui bunga. Kejadian-kejadian itulah yang membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ini, karena keresahan mengenai kerusakan alam dan juga pergeseran pola yang terjadi di kota malang. Pertunjukan teater yang dikaji yakni pertunjukan yang dilihat dari perspektif ekologi dalam lingkup lingkungan di kota malang. Dengan mengamati para pelaku seni teater dalam melakukan pertunjukan. (Utina Ramli dan Dewi Wahyuni,2009) menjelaskan bahwa lingkungan hidup manusia sebenarnya berakar dari penerapan ekologi.

Banyaknya penggunaan kemasan atau barang yang terbuat dari plastik, membuat seniman merasakan keresahan bagaimana ketika plastik semakin merajalela. Seniman melakukan sebuah pertunjukan teater guna mengungkapkan sebuah permasalahan yang ada pada kehidupan sosial masyarakat mengenai kerusakan lingkungkan dan polusi sampah. (Wildan F. Mubarock dkk:2019) menjelaskan bahwa sebuah pertunjukan teater dapat menjadi sebuah kegiatan berkomunikasi ataupun interaksi yang terjadi dalam sebuah karya seni terhadap penonton yang dibentuk oleh sebuah sistem pengelolaan, yaitu manajemen seni pertunjukan.
Adapun Relevansi Pertunjukan “Bumi untuk Manusia†Terhadap Kerusakan Lingkungan di Kota Malang, memiliki 2 (dua) aspek dari 6 (enam) aspek yang di sampaikan oleh Nuryanto (2014:33-35) di antaranya yaitu: (1) Teater sebagai media Pendidikan, Indikatornya yaitu, Pesan-pesan yang ingin diutarakan penulis dan pemain tersampaikan kepada penonton. (2) Teater sebagai media Kritik Sosial, indikatornya yaitu Mengungkapkan keadaan yang terjadi pada kondisi bumi. Berdasarkan penelitian yang di buat, Relevansi Pertunjukan “Bumi untuk Manusia†Terhadap Kerusakan Lingkungan di Kota Malang. Relevansi ini berkaitan dengan kerusakan lingkungan yang terjadi di Kota Malang karena penggunaan sampah plastik dan styrofoam berlebihan. Sehingga peran pekerja seni terutama teater berperan penting untuk mengungkap permasalahan tersebut.
Kecerdasan Ekologis dalam Pertunjukan “Bumi untuk Manusia†di Kota Malang memiliki 5 aspek yaitu, (1). Kemampuan untuk Beradaptasi Terhadap Ceruk ekologis tempat tinggal berada, (2). Empati yang meluas ( menunjukkan empati seperti merasa sedih melihat tanda-tanda penderitaan bumi, (3). Persepsi dan pemahaman terhadap lingkungan akan memberikan perbedaan yang berarti, (4). Kemampuan kognitif mengenai lingkungan, dan (5). Kepedulian akan konsekuensi yang timbul akibat apa yang dilakukan dan dibeli. Berdasarkan penelitian yang di buat, peneliti dapat mengetahui Kecerdasan Ekologis dalam Pertunjukan “Bumi untuk Manusia†di Kota Malang. Bukan hanya sebagai tontonan, pertunjukan juga membawa sebuah tuntunan, sehingga mewujudkan sebuah tatanan yang baik dalam masyarakat akan kerusakan lingkungan.

Kata Kunci: teater, ekologi, kritik sosial, dan kecerdasan ekologis


Full Text:

PDF

References


DAFTAR RUJUKAN

Utina, R. 2009. Ekologi dan Lingkungan Hidup. Gorontalo.

Harymawan, RMA. 1993. Dramaturgi. Bandung: PT. Remadja Rosdakarya.

Subagyo. 2013. Dasar Artistik. Jakarta: Direktur Pembinaan SMK.

Nuryanto. 2014. Aktor dan Aktris. Cirebon: CV. Elsi Pro.

Widodo, dkk. 2021. Ekologi dan Ilmu Lingkungan. Malang: Yayasan Kita Menulis.

Goleman, D. 2010. Kecerdasan Ekologis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Roxanne, Maya Nabila. “Bumi di Bawah Tekanan: COVID-19 dan Polusi Plastik.†Jurnal Ilmiah dan Ilmu sosial 07, no. 1 (2020):44-45.

Detiknews, (2022) "Darurat Polusi Plastik, Udara yang Kita Hirup Mengandung Mikroplastik!".

https://news.detik.com/bbc-world/d-5911612/darurat-polusi-plastik-udara-yang-kita-hirup-mengandung-mikroplastik.html

Merdekanews, Aliansyah. Muhammad Agil, 2018. Warga sesak napas akibat pembakaran sampah di TPA Pasir Sembung Cianjur. https://www.merdeka.com/peristiwa/warga-sesak-napas-akibat-pembakaran-sampah-di-tpa-pasir-sembung-cianjur.html

Septian, Yoga. 2015. Kecerdasan Ekologis Peserta Didik SMA di Kota Bandung.

Putra, Armansyah. “Pentingnya Ecological Intelligence Bermuatan Sustainable Development dalam Dunia Pendidikan Indonesiaâ€.

WALHI. 2019. Ecocide “Memutus Impunitas Korporasiâ€. Jakarta.

Greenpeace. 2022. “99 Kebaikan untuk Lingkungan Selama Ramadhanâ€. Jakarta Pusat

Greenpeace. Sherina, Redjo. 2022. “Tak ada yang lebih aneh dari hujan bulan juliâ€. Jakarta.

Greenpeace. 2021. “Bumi tanpa Plastikâ€. Jakarta.

Wijayanti, M, dan Dermawan. 2019. “Masalah Sosial dan Kritik Sosial dalam Naskah Drama Monolog Sarimin Karya Agus Noor: Sebuah Tinjauan Sosiologi Sastraâ€.

Febriantie, Sekar Ayu. 2023. “Menumbuhkan Kecerdasan Ekologis Siswa melalui Kearifan Lokal Masyarakat Kampung Naga dalam Pembelajaran Sejarahâ€. https://doi.org/10.58578/yasin.v3i1

Iswantara, Nur. 2016. Drama: Teori dan Praktik Seni Peran. Yogyakarta : Media Kreatifa.

Santosa, Eko, dkk. 2006. Seni Teater Jilid 1 & 2. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Greenpeace. 2021. “The Big Shift : Eart Firstâ€. Jakarta Selatan.

Idntimes.com. 2022 “Walhi Ingatkan akan Ancaman Sampah Plastik bagi Kesehatan Manusiaâ€. https://sampahlaut.id/2022/05/23/sampah-plastik-bagi-kesehatan/

Wildan F.Mubarock dkk. 2019. “Drama dalam Dramaâ€. Bogor: Langit Arbitter.

Riawati, Lely. 2015. “Pencemaran Tanahâ€. http://lelyria.lecture.ub.ac.id/files/2015/09/P4.-Pencemaran_tanah.pdf


Refbacks

  • There are currently no refbacks.