ALIH KODE DALAM KOMUNIKASI PEMANDU WISATA DAN WISATAWAN NUSANTARA GUNUNG BROMO
Abstract
Abstrak: Komunikasi dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting untuk keberlangsungan hidup. Tanpa adanya komunikasi, kehidupan akan menjadi hampa dan sepi. Komunikasi adalah proses berbagi makna secara berkesinambungan dan dinamis di antara pelaku pelaku komunikasi melalui lambang-lambang verbal maupun nonverbal, bermedia maupun tidak, dimana masing-masing pihak dapat saling memberikan pengaruh secara timbal balik. Keterampilan dalam komunikasi bukanlah bawaan dari lahir melainkan dipelajari agar manusia dapat menjalin hubungan dengan orang lain secara berkualitaas. Dalam perkembangannya, hubungan sosial masyarakat bahasa selalu melekat dengan aktivitas manusia, kegunaan bahasa dapat membentuk setiap pemikiran dan perasaan seseorang. Bahasa menjadi unsur penting manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya. Bahasa diaplikasikan pada tiap-tiap komunikasi sehari-hari. Bahasa dapat digunakan untuk mengutarakan gagasan, informasi, perasaan, emosi, dan pikiran. Dengan demikian, dalam proses komunikasi dapat menimbulkan peristiwa tindak tutur dalam satu situasi. Pergantian alih kode merupakan tanda perubahan penggunaan bahasa karena keadaan yang berubah (Chaer, 2013). Perubahan keadaan sering terjadi dan merupakan salah satu pendorong terjadinya alih kode. Alih kode juga dapat terjadi ketika seorang pembicara menggunakan satu bahasa dan pembicara lain menggunakan bahasa lain selama percakapan. Selain faktor situasional, perbedaan status sosial, tingkat pendidikan, dan pekerjaan juga mempengaruhi gejala peralihan dari satu kode bahasa ke kode bahasa lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana alih kode terjadi dalam komunikasi pemandu wisata dan wisatawan nusantara Gunung Bromo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Terdapat dua aspek fokus dalam penelitian ini yaitu; (1) faktor yang mempengaruhi alih kode dslam komunikasi pemandu wisata dan wisatawan nusantara Gunug Bromo dan (2) bentuk alih kode dslam komunikasi pemandu wisata dan wisatawan nusantara Gunug Bromo.
Kata kunci: Komunikasi, Alih Kode, Gunung Bromo
Full Text:
PDFReferences
Ambarwati, A., Islami, N., Aprilia, I. D., & Masruroh, B. F. PENGEMBANGKAN POTENSI WISATA DAN PENDIDIKAN ISLAMI PADA ERA COVID-19.
Chaer, Abdul. (2013). Kajian Bahasa: Struktur Internal, Pemakaian dan Pemelajaran. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Chaer,A. Agustina,L. (2014). Sosiolinguistik (Perkenalan Awal). Jakarta: Rineka Cipta.
Holmes, Janet. (2013). An Introduction to Sosiolinguistics.New York: Routledge
Kusuma, Y. (2021). Pentingnya Strategi Komunikasi Dalam Berkomunikasi. Jurnal Sudut Pandang, 2(5), 1-5.
Murdiyanto, E. (2020). Penelitian Kualitatif (Teori dan Aplikasi disertai contoh proposal).
Ohoiwutun, Paul. (2007). Sosiolinguistik Memahami Bahasa dalam Konteks Masyarakat dan Kebudayaan. Jakarta: Kesaint Blanc.
Vera, N., & Wihardi, D. (2022). †œJAGONGAN†SEBAGAI BENTUK KOMUNIKASI SOSIAL PADA MASYARAKAT SOLO DAN MANFAATNYA BAGI PEMBANGUNAN DAERAH. Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna, 2(2), 40-46.
Yulianti, A. I. (2015). Campur kode bahasa Dayak Ngaju dan bahasa Indonesia pada kicauan Twitter remaja di Palangkaraya. Kandai, 11(1), 15-28.
Refbacks
- There are currently no refbacks.