NILAI KEARIFAN LOKAL PADA CERITA RAKYAT KEMILAU EMBUN DI BALIK RUMPUT KARYA DHANU PRIYO PRABOWO
Abstract
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: a) Nilai kearifan lokal kedamaian dalam cerita rakyat, b) Nilai kearifan lokal kesejahteraan dalam cerita rakyat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. kualitatif. Dalam penelitian tersebut ditemukan beberapa faktor yang menjadi indikator ditentukannya nilai kearifan lokal kesejahteraan antara lain kerja keras, pendidikan, pelestarian dan kreativias budaya, kesehatan, gotong royong, pengolahan gender, dan peduli lingkungan. Serta ditemukan nilai kearifan lokal dalam bentuk kedamaian yang memiliki beberapa indikator yakni kesopansantunan, kejujuran, kesetiakawanan dan sosial, kerukunan dan penyelesaian konflik, komitmen, pikiran positif dan rasa syukur. Data yang paling banyak dominan dalam nilai kearifan lokal kesejahteraan yakni nilai gotong royong sedangkan data yang paling dominan dalam nilai kearifan lokal kedamaian yakni nilai kejujuran.
Â
Kata Kunci: Nilai, Kearifan Lokal, Cerita Rakyat
Full Text:
PDFReferences
Amri, Yusni Khairul. 2018.â€kearifan lokal adat istiadat tapanuli selatanâ€.
Cetakan pertama.Jawa Timur.kun fayaku.
Arifi Amir, Adriyetti. 2013. Sastra Lisan Indonesia. Yogyakarta: ANDI.
Danandjaja, james. 1984. “Folkor Indonesia Ilmu Gosip, Dogeng, dan Lain-lainâ€.
Jakarta: Grafiti Pers.
Eriyanto.2001. Analisis Wacana Penghantar Analisis Teks Media.
Yogyakarta.LKIS.
Endraswara, Suwardi. 2013. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: CAPS
(Center for Academic Publishing Service).
Gunawan, Imam. 2013. Metode PenelitianKualitatif. Cetakan pertama.
Jakarta:PT Bumi Aksara.
Hartono. 2007. Sopan Santun dan Pergaulan. Bandung: CV. Armiko.
Mustari. Mohammad.2011.Nilai Karakter. Yogyakarta: Laksbang Pressindo.
Paulus Wirutomo, dkk. 2012. Sistem Sosial Indonesia. Jakarta: UI-Press.
Prabowo, Priyo Dhanu. 2009. Kemilau Embun Di Balik Rumput. Jakrta: Balai
Bahasa.
Pratiwi. 2010. Arti dan Makna Kesetiakawanan Sosial. http://psaefaki.blogspot.-
com/2010/11/arti-dan-makna-kesetiakawanan-sosial.html, diunduh 26 Juli
Ranjabar. 2006. Sistem Sosial Budaya Indonesia : Suatau Pengantar. Bogor: PT.
Ghalia Indonesia
Sahlan, A dan Teguh. 2012. Desain Pembelajaran Berbasis Pendidikan Karakter.
Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Semi, M. Atar. 2012. Metode Penelitian Sastra. Bandung: Angkasa.n, Yanuar. 2011.
% bisa Selalu Berpikir Positif. Jogjakarta: DIVA Press.
Sibarani, Robert.2012. kearifan lokal hakikat,peran, dan metode tradisi lisan.
Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan (ATL)
Sibarani, 2014.kearifan lokal hakikat,peran, dan metode tradisi lisan.cetakan
kedua. Jakarta Selatan: Asosiasi tradisi lisan (ATL).
Soegiarto, Soekidjan, Sp. KJ. 2009. Komitmen Organisasi Sudahkah Menjadi
Bagian Dari Kita?. Jakarta: Rineka Cipta.
Sugiono. 2018. Metode PenelitianKuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung:Alfabeta.
Sutarto, Ayu. 2002. “Pesan Tersembunyi dalam Dongeng Nusantara†dalam
Menjinakkan Globalisasi. Jember: Kompyawisda Jatim. Sutarto,
Ayu.2002.
Nurgiyantoro, Burhan. 2015. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakrt: Gadjah Mada
University Press.
Isnanda Romi, Dkk.2015.â€Struktur Dan Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Cerita
Rakyat Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat. Vol 2 dalam
http://dx.doi.org/10.2202/jg.2015.vli2.1238 , diunduh pada tanggal 20
Maret 2022.
Ratna, Kutha Nyoman. 2015.Antropologi Sastra Peranan Unsur-Unsur
Kebudayaan dalam Proses Kreatif. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
Ridwan, 2007. Konsep Karifan Lokal. Bandung. Alfabeta.
Wood A. M., Joseph S., & Maltby J. 2009. Gratitude Predicts Psychological Well-Being
Above The Big Five Facets. Personality and Individual Differences. Vol. 46, 443
Refbacks
- There are currently no refbacks.