STRATEGI PERCAKAPAN SOPIR GRAB PADA PENUMPANG
Abstract
Abstrak: Strategi percakapan antara sopir grab bike dan penumpang ojek online dalam memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang dalam berkomunikasi dinilai positif dan mendapatkan respon baik kepada penumpang. Alasan peneliti memilih fokus penelitian berupa strategi membuka percakapan, penanda pergantian percakapan, strategi menutup percakapan sopir grab pada penumpang yaitu karena diharapkan mampu memperluas pengetahuan dan memberikan wacana terhadap dunia kebahasaan untuk menjadikan pelayanan terbaik sebagai seni berbahasa yang kompleks terhadap berbagai unsur kebahasaan dan permainan bahasa. Penelitian ini guna memperbarui kajian mengenai strategi percakapan terhadap sopir grab pada penumpang. Penelitian dari tiga aspek yang menjadi fokus penelitian ini, yaitu (1) Strategi membuka percakapan sopir grab pada penumpang, dari fokus penelitian tersebut menunjukkan ada beberapa jenis percakapan yang dilakukan, dengan menggunakan cara tersebut, sopir dalam memberikan pelayanan kepada penumpang cukup baik. (2) Alih tutur dalam percakapan, dari fokus penelitian tersebut menunjukkan ada beberapa tanda-tanda dalam percakapan, dan jenis-jenis percakapan yang digunakan sopir pada penumpang atau sebaliknya sehingga dengan adanya pendanda tersebut percakapan akan mudah dipahami dan percakapan bisa berjalan dengan lancar, dan (3) Strategi menutup percakapan sopir grab pada penumpang, dari fokus penelitian tersebut menunjukkan percakapan yang baik, sebab adanya hasil strategi percakapan sopir grab pada penumpang diawali dengan membuka percakapan sebagai pondasi awal berjalannya percakapan dalam memberikan pelayanan yang baik, kemudian adanya alih tutur percakapan sebagai bentuk memepertahankan percakapan agar terus berjalan, dan menutup percakapan sebagai bentuk akhir interkasi sosial serta penilaian akhir dalam memberikan kesan baik atau buruk untuk sopir maupun penumpang.
Kata Kunci: strategi percakapan, sopir grab, penumpang
Full Text:
PDFReferences
Asmara, R. 2015. BASA-BASI DALAM PERCAKAPAN KOLOKIAL BERBAHASA
JAWA SEBAGAI PENANDA KARAKTER SANTUN BERBAHASA.
Magelang: Transformatika, Volume 11. No 2. Tahun 2015.
Bennett, A. 1981. Interruptions and the Interpretation of Conversation. Discourse
Processes. (4) 171-188.
Clark, H. H., dan Clark, E. V. 1977. Psychology and Language: An Introduction
to Psycholinguistics. New York: Harcourt Brace Jovanovich, Inc.
Cook, G. 1989. Discourse. Oxford: Oxford University Press
Coulthard, M. 1977. An Introduction to Discourse Analysis. London: Longman
Group.
Ellen, R. F. Ethnographic Research: A Guide to General Conduct. Academic
Press. London. UK. 1984.
Fauziyah, F. 2019. ANALISIS PASANGAN YANG BERDEKATAN PADA MATERI
PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS: STUDI ANALISIS WACANA.
Cirebon: Jurnal Sosial Teknik. Volume 1. No 2. Tahun 2019.
Finnegan, R. 1992. Oral Tradition and the Verbal Art: A Guide to Research
Practice. London. Routledge.
Fitriah, N, A. 2020. Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah serta
Pengajarannya. Bandung: Lokabasa. Volume 11. No.2. Tahun 2020.
Grice, H.P. 1975. “Logic in Conversation†dalam Syntax and Semantics (P. Cole
dan J.L. Morgan Ed.). New York: Academic Press.
Grice, H.P. 1975. Logic and conversation. Dalam P. Cole & J.L Morgan (Eds).
Syntaxand Semantics. Volume 3 Speech Act. New York: Academics Press.
Hallett, Ronald E., and Kristen Barber. 2014. “Ethnographic Research in a Cyber
Eraâ€. Journal of Contemporary Ethnography 43 (3):306–330.
Hammersley, Martyn, and Paul Atkinson. 2007. “Ethnography: Principles and
Practice,†36–41.
Jefferson, G. 1983. Notes on Some Orderliness of Overlap Onset. Tilburg Papers
in Linguistics and Literature 28. Tilburg: Tilburg University.
Leech, Geoffrey. 1993. Prinsip-Prinsip Pragmatik. Penerjemah M.D.D. Oka.
Jakarta: UI Press.
Levinson, S. C. 1983. Pragmatics. London: Cambridge University Press.
Liliweri, A. 1991. Komunikasi antar pribadi. Bandung: PT. Citra adityabakti
Littlejohn and Karen A.Foss. 2009, TeoriKomunikasi. Jakarta. Salemba
Humanika.
Mansyur, U. Peranan Etika Tutur Bahasa Indonesia Dalam Pembelajaran Di
Sekolah. Makassar: Tamaddun, Volume 16. No 2. Tahun 2017.
Maynard, S. 1986. “On Back-Channel Behaviour in Japanese and English
Conversationâ€. Linguistics, 24 (1), 1079-1108.
McCarthy, M. 2003. Talking Back: 'Small' Interactional Response Token In
Everyday Conversation. Research on Language in Social Interaction, 36
(1). 33-63.
Mey, Jacob L. 2001. Pragmatics: An Introduction. Oxford: Blackwell Publishing.
Moleong, Lexy J. 1992. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Mulyana, Deddy, 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif, Paradigma Baru Ilmu
Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya, Bandung: Penerbit PT Remaja
Rosdakarya.
Mulyana, Deddy. 2005. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. PT Remaja
Rosdakarya. Bandung.
Power, R. J. D. dan Martello, F. D. 1986. Some Criticisms of Sacks, Schegloff and
Jefferson on Turn-taking. Semiotica 58 (1), 29–40.
Rani, Abdul, dkk. 2004: Analisis wacana. Malang: Bayumedia Publishing.
Richards, J. C. dan Schmidt, R. 1983. Conversational Analysis. In Richards, J.C.
and Schmidt, R. (Eds.), Language and Communication. London: Longman.
Sacks, H. 1992. Lectures on conversation. Oxford: Basil Blackwell.
Sacks, H., Schegloff, E.A. dan Jefferson, G. 1974. “A Simplest Systematic for The
Organization of Turn-Taking for Conversationâ€. Language, 50 (4), 596 735.
Spradley, James P. 1997. Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Strensőm, A. B. 1994. An Introduction to Spoken Interaction. London: Longman
Suranto A. 2011. Komunikasi Interpersonal. Yogyakarta: GrahaIlmu. Journal
“Acta Diurna†Vol I.No.I Th.2013. Journal “Acta Diurna†Volume V. No.2.
Tahun 2016.
Wardaugh, R. 1990. An Introduction to sosiolinguistic. Basil Balckwell Ltd.
Oxford.
Wardhaugh, R. 1985. How Conversation Works. Oxford: Basil Blackwell.
Wei dong, Y. 2007. Realizations of turn-taking in conversational interaction. US
China Foreign Language, 19-30.
Yule, G. 1996. Pragmatics. Oxford: Oxford University Press
Refbacks
- There are currently no refbacks.