PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN CORE UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS PERSUASI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 SINGOSARI
Abstract
Abstrak: Keterampilan menulis merupakan sebuah tuntutan penting bagi peserta didik. Dengan menulis dapat memudahkan siswa dalam berpikir kreatif dan aktif, serta mampu memberikan reaksi terhadap perkembangan pada lingkungan sekitar. Melalui keterampilan menulis diharapkan siswa dapat melatih keterampilan dalam menggunakan berbagai konsep dan ide, yang dapat memunculkan ide baru dan lebih cepat memproses informasi dan berpikir aktif. Pembelajaran menulis teks merupakan fokus utama dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP. Peserta didik diharap mampu menulis berbagai jenis teks, dapat mengukur sejauh mana pemahaman dan keterampilan peserta didik mengenai berbagai jenis teks. Untuk itu perlu adanya terobosan baru dalam hal metode pembelajaran, salah satunya dengan cara penggunaan metode pembelajaran interaktif sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa untuk meningkatkan keterampilan menulis teks persuasi. Dengan dilatar belakangi rendahnya keterampilan siswa dalam menulis teks persuasi. Data dan sumber data penelitian ini adalah guru dan siswa, berupa akhtivitas dan hasil tes menulis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan analisis data kualitatif dan kuantatif. Kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penelitian dan kuantitatif untuk menghitung data yang diperoleh.
Kata Kunci : Metode CORE, Teks Persuasi
Full Text:
PDFReferences
Abidin, Y. (2016). Pembelajaran Menulis dalam Gamitan Pendidikan Karakter. Edu
Humaniora, 4 (1)
Achmad, S. W. (2015). Panduan Lengkap Menjadi Penulis Handal: Karya Ilmiah, Artikel,
Resensi, Naskah Drama, Puisi, Cerpen, dan Novel. Yogyakarta: Araska.
Amri, Y.K. 2015. Bahasa Indonesia: Pemahaman Dasar-dasar Bahasa Indonesia. Yogyakarta:
Atap Buku.
Beladina, N., Suyitno, A., & Khusni, K. (2013). Keefektifan Model Pembelajaran CORE
Berbantuan LKPD terhadap Kreativitas Matematis Peserta didik. Unnes Journal of
Mathematics Education, 2(3), 11-30. https://doi.org/10.15294/ujme.v2i3.3363
Budiyanto, M. A. K. (2016). SINTAKS 45 Metode Pembelajaran dalam Student Centered
Learning (SCL). Malang: Universitas Muhammadiyah Malang Press.
Belajar dan Pembelajaran. Ponoroga : Uwais Inspirasi Indonesia.
Cahyaningsih, S. & Wikanengsih. (2019). Upaya Peningkatan Menulis Teks Persuasi
Menggunakan Metode STAD pada Peserta didik SMP. Parole (Jurnal Pendidikan Bahasa
dan Sastra Indonesia), 2 (2), 209-214.
Chaer, Abdul. 2006. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Chaer, Abdul. 2009. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Dalman. (2014). Keterampilan Menulis. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Daryanto. 2009. Panduan Proses Pembelajaran Kreatif dan Inovatif. Jakarta: AV Publisher.
Djamarah, S.B. 2008. Strategi belajar Mengajar. Bandung : Rineka Cipta.
Harmsen, D. (2005). Journal Critique2. [Online]. Tersedia: www.tsclientADaniel
Harmsen.html. [3 Juni 2021]
Hidayati, Nurul. 2021. Penerapan Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing,
Reflecting, Extending) dalam Pembelajaran Menulis Teks Berita. Skripsi Universitas
Pendidikan Indonesia
Kemendikbud. (2017). Bahasa Indonesia edisi revisi SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta:
Kemendikbud.
Kosasih, E. & Cahyani, I. (2018). Teori Belajar dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis
Pendekatan Genre. Bandung: UPI Press.
Kosasih, E. & Kurniawan, E. (2019). 22 Jenis Teks & Strategi Pembelajarannya di SMA-
MA/SMK. Bandung: Yrama Widya.
Mayasari. 2015. Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe CORE (Connecting,
Organizing, Reflecting, Extending) pada Materi Pokok Fungsi di SMA Negeri 1
Campurdarat. Artikel Skripsi: Universitas Nesantara PGRI Kediri.
Moleong, J. Lexy. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya.
Muizaddin, Reza; Santoso, Budi. 2016. Model Pembelajaran CORE sebagai sarana dalam
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran. Vol.1
(1):224:232.
Nursyaidah. 2014. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar Peserta Didik. UNP Padang:
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.
Octavia, Dr. Shilphy A. 2020. Model-model Pembelajaran. Yogyakarta: Deepublish.
Purwanto, M. Ngalim. 2014. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Pratiwi, Marisa A. Penerapan Model Pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting,
Extending) menggunakan Media Gambar Peristiwa dalam Pembelajaran Menulis Teks
Persuasi Peserta Didik Kelas VII SMP Pasundan 3 Bandung. Jurnal Repositori UNPAS :
Rostikawati, A. 2015. Perbandingan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa antara Siswa yang
Mendapatkan Model Connecting, Organizing, Reflecting and Extending (CORE) dengan
Model Pembelajaran Konvensional. Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika Sekolah
Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP).
Setya, dkk. Penerapan model pembelajaran Connecting, Organizing, Refclecting, Extending
(CORE) untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi pada Peserta didik Sekolah
Dasar. Jurnal Didaktika Dwuja India : 2017
Shoimin, A. (2016). 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurukulum 2013. Yogyakarta: Ar-
Ruzz Media.
Sriyana. (2017). Modul Pembelajaran Teks Persuasif Kelas VIII SMP/MTs. Tersedia:
https://sriyanablog.files.wordpress.com/2017/08/2101414078_modul.docx. (18 Agustus
.
Sudjana, N. 2005. Dasar-Dasar Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Suyono & Hariyanto. 2014. Belajar dan Pembelajaran Teori dan Konsep Dasar. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya
Tarigan, H. G. (2013). Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: CV Angkasa.
Wulandari, Fitri. 2019. Peningkatan Keterampilan Membaca Pemahaman melalui Model
Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) (Penelitian
Tindakan Kelas pada Peserta didik Kelas IV SD Negeri Banyurip Tahun Ajaran
/2019). Skripsi Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (UNS)
Refbacks
- There are currently no refbacks.